Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Minta Shin Tae-yong Out? Kok Lucu Sampean

Zubairi oleh Zubairi
11 Januari 2023
A A
Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia

Shin Tae Yong (Alizada Studios via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kekalahan Indonesia atas Vietnam membuat kita gagal melihat Indonesia juara AFF, lagi. Puasa gelar yang dialami Indonesia masih harus terjadi untuk waktu yang lebih lama. Dan seperti yang sudah-sudah, tagar yang meminta Shin Tae-yong angkat kaki kembali mengudara.

Tapi rasa-rasanya, menyalahkan Shin Tae-yong atas kekalahan Indonesia rasanya kurang tepat. Peran beliau masih amat kita butuhkan untuk mengangkat derajat Indonesia. Meski memang tak mungkin satu orang tiba-tiba membawa suatu negara naik ranking FIFA secara drastis, tapi tak ada pilihan lain.

Gara-gara itulah orang menyarankan agar cukup mendukung dan menonton Timnas, nggak perlu berharap lebih, nikmati saja. Sebab, udah dapet Shin Tae-yong aja masih ampas begitu hasilnya. Kalimat itu ada benarnya, tapi untuk menikmati permainan timnas, bentar dulu.

Kalian mungkin nggak setuju sama pendapat ini, tapi, pada dasarnya, skuat kita mungkin emang nggak bisa menerjemahkan apa yang Shin Tae-yong minta. Rasanya memang berlebihan, mengingat timnas sekarang benar-benar punya level yang berbeda, ketimbang satu dekade kemarin.

Tapi masalah timnas jauh lebih gede ketimbang itu. Serius, makin hari STY melatih, makin kentara kalau masalahnya memang sebegitu besar. 

Ini salah Shin Tae-yong? Haya nggak bisa seenak gitu dong ngomongnya. STY itu maunya jelas lebih gede ketimbang kita. Tentu ingin membawa timnas yang lebih baik, jelas itu mah. Juga, beban yang dipikul oleh STY itu nggak ringan. Dan usaha dia untuk bikin Indonesia lebih baik sudah berhasil. Tapi, pola pikir yang melekat di benak pemain timnas kita inilah yang nggak bisa dikompromi. 

Egoisme tinggi. Pengen ngegocek mulu. Lama pegang bola. Passing amburadul. Gampang terprovokasi. Dikit-dikit tekel, melakukan pelanggaran tanpa mengenal zona. Hal-hal tersebut, saya yakin jelas bukan instruksi dari STY. Main yang jelek betul dan dikit-dikit kayak main tarkam, itu saya yakin bukan dari arahan STY. Tapi memang pemainnya yang kebiasaan. 

Kebiasaan dari mana? Ya dari liga lah, mana lagi.

Baca Juga:

5 Pekerjaan yang Cocok untuk Jeje Translator setelah Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

Liga sebegitu buruknya, kok minta kualitas timnas ada di ujung langit sana. Wasit nggak jelas, umpan yang buruk, permainan kasar, kayak gitu diminta bersaing di Asia? Dude, you’re high.

Memang banyak pemain kita yang berlaga di luar negeri. Tapi coba taruh Messi di timnas kita. Dia masih jago, jelas, tapi milih keluar lapangan dan makan nasi pecel di warung sekitar stadion.

Terus permainan kayak gini disuruh menikmati? Memaksa menikmati sih, iya.

STY itu memang maunya Indonesia bermain bagus untuk menang. Tapi lagi-lagi, pemainnya yang nggak bisa diajak kompromi. Jika sampeyan belum baca cuitan akun The Flanker di Twitter, baiknya berkunjung ke sana. Baca cuitan yang akhir kalimatnya gini: Darurat Pembinaan, Peningkatan Teknik dan Pemahaman Taktik. 

Artinya, jika liganya bagus, didukung dengan pembinaan, peningkatan teknik dan pemahaman taktik, maka yakinlah, permainan Indonesia nggak akan seburuk dan sebapuk ini. Nah, karena itu akar masalahnya, apakah itu salah Shin Tae-yong? Ya nggak. Ini kan ranahnya di PSSI. 

Masak pelatih yang pernah jungkalin Jerman diminta tanggung jawab atas kebapukan timnas kita yang udah lagu lama. Agak laen kau.

Maka, keterlambatan pembangunan dari PSSI ini, ya baiknya segera diatasi sendiri oleh PSSI. Meski, ini juga nggak akan langsung diatasi secara serius oleh PSSI. Setidaknya, kita berkhayal dulu. Main jelek, nihil prestasi, kok ya malah Shin Tae-yong yang disuruh untuk keluar dari timnas. 

Andai saja STY sudah lelah dan merasa tak bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia, jika STY memang punya akal, dengan sendirinya ia akan mundur sebagai bentuk penghormatan yang elegan. Honda, misalkan. Lantaran tak bisa membawa Kamboja ke fase selanjutnya di AFF sekarang, ia memilih mundur. Dan masih banyak lagi pelatih yang punya pemikiran dewasa yang memilih mundur karena merasa tak bisa memberikan yang terbaik untuk timnya. 

Jika STY masih terus bertahan, secara tak langsung, berarti ia masih bisa mengatasi problematika di kubu timnas Indonesia. Perkara apakah itu bisa ditangani dengan optimal, ya belakangan. 

Perkara timnas Indonesia mainnya tetap bikin mumet, ya memang begitulah pola permainannya. Kita, tak bisa mendepak Shin Tae-yong seenaknya. Emang, kita ini siapa? 

Jadi mari, ayolah tetap nikmati permainan timnas Indonesia yang sesungguhnya sulit untuk dinikmati itu. Gitu-gitu, tetap bikin kita merinding dan senang, kok. Daripada timnas kita kena pelanggaran dan tak bisa mengikuti event seperti AFF, ah, ini untung besar. Ini layak disyukuri. 

Penulis: Zubairi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2023 oleh

Tags: AFFkegagalanShin Tae-yongTimnas Indonesia
Zubairi

Zubairi

Pemuda asli Sumenep, Madura yang biasa makan nasi jagung dan gengan kelor.

ArtikelTerkait

Resolusi 2023 Kalian Gagal? Nggak Apa-apa, Resolusi 2024 Juga Bakal Gagal kok, Tenang Saja (Pixabay.com)

Resolusi 2023 Kalian Gagal? Nggak Apa-apa, Resolusi 2024 Juga Bakal Gagal kok, Tenang Saja

13 Desember 2023
Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia

Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia

8 Juli 2022
Efek Positif Timnas Indonesia yang Luput dari Perhatian, Kafe-kafe Sepi Jadi Hidup Lagi erick thohir prabowo shin tae-yong pssi

Sepak Bola Indonesia Memang Penuh Drama, Shin Tae-yong Cuma Salah Satunya

6 Januari 2025
Timnas Indonesia U-23 dan Shin Tae-yong Memberi Kita Cinta (Alizada Studios via Shutterstock.com)

Timnas Indonesia U-23 Bersama Shin Tae-yong Membuat Saya Merasakan Cinta Sekali Lagi

26 April 2024
Nggak Cuma Membosankan, Jadi Fans Timnas Indonesia Juga Melelahkan

Nggak Cuma Membosankan, Jadi Fans Timnas Indonesia Juga Melelahkan

7 Mei 2022
Suporter PSS Sleman (Sumber: bcsxpss.com)

Berharap Tuah Magis Boaz Solossa di PSS Sleman

4 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.