Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Elkan Baggott Harusnya Menyesal Menolak Main untuk Timnas Indonesia

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
26 Oktober 2021
A A
Elkan Baggott Harusnya Menyesal Menolak Main untuk Timnas Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Entah apa yang ada di pikiran seorang Elkan Baggott. Kok ya bisa-bisanya menolak ajakan Timnas Indonesia untuk mengarungi laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Dubai. Bahkan, Ketua Umum PSSI yang punya segudang prestasi untuk kemajuan sepak bola Indonesia ini sampai angkat bicara.

Iya, Ketum PSSI, Iwan Bule yang saking banyak prestasi untuk sepak bola Indonesia, sampai saya nggak mampu menyebutkan satu saja. Eh, selain narsis di media sosial blio, sih. Blio bahkan sampai nggrundel begini, “Dulu waktu mau masuk Timnas U-19 ngejar-ngejar kami.”

Ketum PSSI yang lebih sering menampilkan wajahnya di konten media sosial ketimbang memperlihatkan kinerjanya untuk sepak bola Indonesia bahkan sampai bilang, “Sekarang ditawari timnas yang ada, dia tidak ada respons.” Durhaka sekali, Nak Elkan ini menolak ajakan PSSI yang murni memikirkan kemajuan sepak bola negeri ini, bukan untuk cuan pribadi maupun lobi demi lobi.

Elkan Baggott harusnya malu, PSSI itu sudah berbenah hebat belakangan ini. Nggak ada alasan bagi Elkan Baggott untuk menolak ajakan main untuk Timnas Indonesia. Apalagi Ketum PSSI yang amat professional sampai mengeluarkan statemen kekecewaan seperti itu gara-gara Nak Elkan.

Elkan harusnya yakin sama PSSI, bahwa mereka nggak hanya berpikir untuk perut pribadi, tetapi juga untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Dulu, sepak bola Jepang berkiblat kepada Galatama. Kini, bahkan jadwal liga pun tergantung oleh pemilik hak siar. Jam prime-time milik tim-tim yang punya suporter fanatik belaka.

Jadwal liga di Indonesia dan Inggris berbeda? Ya jelas. Di Inggris seminggu hanya dua kali, Sabtu dan Minggu. Pun tim-tim yang bermain waktunya hampir berbarengan. Nggak asik sekali. Harusnya contoh Liga Indonesia, setiap hari ada laga. Bodo amat dengan mafia di belakangnya, yang penting memuaskan banyak pihak—pemegang hak siar, salah satunya.

Psikis pemain cenderung akan terganggu lantaran tahu hasil laga tim lain sebelum kick-off? Ayolah, Liga Indonesia nggak secemen Liga Nasional, divisi kelima sepak bola Inggris, di mana Nak Elkan sedang berjuang bersama King’s Lynn Town FC (pinjaman dari Ipswich Town).

Psikis pemain hanyalah candaan. Lha wong menendang wajah pemain lain saja PSSI belum punya hukuman jelasnya. Tapi, itu sisi positif sekali, Nak Elkan. Jadi pemain bola itu harus pilih tanding. Harus kuat fisik dan kuat pikiran. Lebih-lebih, kalau bermain untuk Timnas Indonesia. Harus kuat mental karena wajah Pak Ketum PSSI ini bakal memenuhi semua lini masa media sosial Elkan Baggott.

Baca Juga:

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Tiap menyambut hari raya, ngucapin hari libur, bahkan sampai berbela sungkawa sekalipun, wajah Iwan Bule selalu nampang nomer satu. Tapi ya nggak masalah, siapa tahu jadi gubernur. Syukur-syukur presiden.

Kembali lagi membahas Elkan Baggott yang harusnya menyesal menolak Timnas Indonesia. Coba Nak Elkan melihat pengelolaan usia dini. PSSI itu perhatian sekali, anak-anak muda di Indonesia nggak boleh capek-capek main bola karena nggak ada kompetisi ajeg bagi usia muda.

Bahkan dalam strata federasi paling bawah, Askab misalnya, mereka nggak mengadakan kompetisi antar-SSB itu bukan karena males atau kurang koordinasi. Pun bukan juga karena nggak peduli dengan bakat alam pesepakbola di Indonesia. Hal ini nggak dilakukan ya Askab/Askot takut potensi-potensi muda ini jadi kelelahan.

Lelah itu nggak baik, lho. Mending jangan adakan kompetisi di bawah umur ketimbang mereka pada kelelahan. Itulah kinerja cemerlang PSSI selama ini.

Nak Elkan, kalau mau contoh keseriusan PSSI di tingkat yang lebih tinggi, biar Nak Elkan makin menyesal nolak Timnas Indonesia, saya akan kasih contoh. AFC mengadakan upgrade sepak bola Asia itu sejak 2008, istilahnya Club Licensing Regulations atau CLR. Thailand langsung berbenah, dari yang awalnya sepak bola milik perusahaan, jadi sepak bola milik kedaerahan.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Kalau kata @MafiaWasit, federasi selalu ngasih pengampunan bagi tim yang nggak bisa melengkapi CLR tadi. Amat toleran, kan? Yang harusnya nggak bisa main di AFC Cup karena nggak punya stadion atau tim usia muda, jadi bisa berlaga karena lobi demi lobi macam ini.

Federasi mana lagi yang bisa begini selain PSSI, Nak Elkan? Menolak ajakan PSSI untuk bermain di timnas, itu sama saja Nak Elkan menolak ajakan federasi sepak bola terbaik di muka bumi!

Nak Elkan takut kalau membela Timnas Indonesia memperkecil peluang untuk main di EPL, ya? Ah, Nak Elkan ini, nasionalisme itu nomer satu. Bagi pemain Indonesia, yang penting itu bisa naikin haji orang tua, bikin rumah, dan punya pacar selebgram. Peduli setan dengan cita-cita karier sepak bola, ketimbang dihujat oleh warganet yang mendaku nasionalis itu, kan?

Terbaru, Ketum PSSI angkat bicara lagi. Dilansir dari laman resmi PSSI, blio berkata begini, “Kalau dari sudut pandang saya, membela tim nasional Indonesia itu adalah hak semua pemain.” Nah, benar sekali! Maka dari itu, meningkatkan prestasi Timnas Indonesia itu sakjane hak sekaligus kewajiban PSSI selaku federasi, sih.

Jadi, kira-kira begitu, Elkan Baggott. Mau menolak bermain untuk timnas? Wah Anda ini gimana…

Harusnya dari dulu.

Sumber gambar: Unsplash karya Dino Januarsa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2021 oleh

Tags: elkan baggotiwan bulepilihan redaksiTimnas Indonesia
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

Yang Fana Itu Waktu, yang Abadi Adalah Tukang Parkir ATM yang Tetap Minta 2 Ribu sekalipun Mereka Tak Berguna

1 Oktober 2024
Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi...

Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi…

15 Januari 2024
Penjaga Warung Madura Membeberkan 5 Hal Sepele yang Menentukan Kesuksesan Warung Mojok.co

Penjaga Warung Madura Membeberkan 5 Hal Sepele yang Menentukan Kesuksesan Warung

26 September 2025
Menwa cosplay tentara

Selain Cosplay Jadi Tentara, Fungsi Menwa Hari Ini Itu Apa?

27 Oktober 2021
3 Mainan Anak yang Tak Pernah Awet Seperti Hubunganmu terminal mojok

3 Mainan Anak yang Tak Pernah Awet seperti Hubunganmu

23 November 2021
Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Realitas Hidup Semarang yang Tidak Muncul di Brosur Wisata maupun Konten Perjalanan Mojok.co

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

13 Juni 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

14 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.