Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

3 Mainan Anak yang Tak Pernah Awet seperti Hubunganmu

Riyan Putra Setiyawan oleh Riyan Putra Setiyawan
23 November 2021
A A
3 Mainan Anak yang Tak Pernah Awet Seperti Hubunganmu terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Anak punya mainan awet adalah dambaan setiap orang tua. Setidaknya bagi orang tua berpenghasilan pas-pasan seperti saya. Bukan pelit atau gimana ya, tapi kalau dihitung-hitung, pengeluaran anak tiap bulan kan sudah banyak.

Waktu anak masih balita, kita membelikan susu, popok, jajan, sampai baju yang lutcuk-lutcuk. Nanti kalau sudah sekolah, kita masih menganggarkan nyangoni juga setiap harinya. Makanya dengan punya mainan yang awet, setidaknya pos pengeluaran untuk beli mainan anak bisa dialihkan ke pos lainnya.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, sepanjang pengalaman saya, ternyata ada juga lho mainan-mainan yang tak pernah bisa awet. Tidak peduli mau seperti apa kita merawatnya, setelaten apa pun menjaganya, mainan ini cepat sekali usang. Jangankan berbulan-bulan, baru dipakai beberapa hari, mainannya sudah tidak bisa diapa-apakan. Kalau mau pakai lagi, tidak ada cara lain, ya harus beli lagi yang baru. Tentu saja ini marakke kere. Kira-kira, apa sajakah mainan anak yang tak pernah awet seperti hubungan cintamu itu?

#1 Balon nitrogen

Tentu teman-teman sudah tidak asing dengan mainan satu ini. Balon dengan beraneka macam gambar tokoh kartun ini hampir selalu kita jumpai di mana-mana. Setiap penjual mainan keliling sepertinya selalu membawa mainan ini sebagai starter pack-nya.

Sering sekali saya melihatnya di acara nikahan, atau juga di depan kediaman dokter anak. Di saat saya sibuk mengamati foto teman yang jadi manten, atau sibuk menunggu antrian dokter, anak saya justru sibuk mengamati balon nitrogen ini. Ada yang bergambar SpongeBob, Doraemon, Tayo, Hello Kitty, hingga Spiderman. Anak mana coba yang tidak kepincut?  Sudah bentuknya lucu, bisa mumbul-mumbul pula. Ya, kan? Sebagai orang tua yang kadang-kadang baik, tentu saya pernah membelikan anak saya balon ini.

Awalnya, anak saya senang sekali dengan mainan ini. Hari pertama dibelikan, si balon diajaknya mblayu sana, mblayu sini. Anak saya tak lelah-lelah, begitu juga dengan si balon. Dia masih on. Tapi di hari kedua, saat anak saya belum menunjukkan tanda kebosanan dan kelelahan, si balon sudah mulai memble. Memang masih bisa mumbul, tapi sudah aras-arasen. Kalau ditarik ke bawah, butuh waktu sampai ia bisa mumbul lagi.

Beberapa hari kemudian, kondisinya malah lebih nemen. Sudah tak ada semangat hidupnya. Kempes, mumbruk di pojokan. Mumbul tidak bisa karena anginnya sudah tak bersisa. Tentu saya dilema. Mau ditiup lagi kok tidak bisa, mau dibiarkan kok menyepet-nyepeti pandangan, mau dibuang lha kok eman. Harganya mahal, je. Satu balon nitrogen setara dengan 20x panen Shopee tanam.

#2 Playdough

Mainan kedua yang tak pernah awet dan menyebabkan saya dan istri ngomyang adalah playdough. Di beberapa tempat, ia lebih terkenal dengan nama plastisin. Kalau di tempat saya, nama populernya adalah malem, yang artinya lembap. Disebut demikian karena mainan ini benar-benar lembap, juga berminyak. Teksturnya seperti tanah liat yang baru kena air. Ia mudah dibentuk sesuai dengan kehendak kita.

Baca Juga:

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

Dengan memainkan playdough, anak-anak jadi gembira dan tidak mudah stres. Soalnya mereka bisa membuat beraneka bentuk benda sesuai dengan imajinasi mereka. Di saat anak-anak tidak gampang stres, para orang tua justru sebaliknya.

Melihat anak-anaknya main playdough, orang tua jadi gampang sekali stres dan uring-uringan. Saya salah satunya. Lha gimana tidak stres, di hari pertama main playdough, ukurannya kan masih besar. Kira-kira sebesar bakso tenis lah. Di hari berikutnya, ketika playdough dimainkan lagi, ukurannya malah bertambah kecil. Kira-kira jadi sebesar onde-onde. Penyebabnya, playdough yang kemarin dimainkan, sudah ada yang berceceran di berbagai tempat. Ada yang menempel di lantai, di tembok, hingga di kasur.

Sekali dua kali, ceceran playdough-nya saya ambil. Saya kumpulkan lagi supaya ukuran playdough masih sebesar bakso tenis. Tapi, karena gaya main anak-anak tak pernah berubah, saya akhirnya yang angkat tangan. Tiap ada yang tercecer, untuk ringkasnya saya buang saja ke tempat sampah. Beres.

Lama-lama, playdough yang berukuran sebesar onde-onde akhirnya jadi tambah kecil lagi, kira-kira jadi sebesar upil. Saya tentu jadi susah membedakan. Tiap ada benda kecil, warnanya hitam, dan nempel di kursi, saya jadi butuh waktu lama untuk merenung. Itu upilnya tamu atau sisa playdough kemarin, ya? Kan saya jadi suuzan.

#3 Pasir ajaib

Mainan ketiga sekaligus mainan terakhir yang menurut saya tak pernah awet adalah pasir ajaib. Pemberian nama pasir ajaib atau magic sands tentu bukan sekadar keren-kerenan belaka, Gaes. Menurut saya, mainan pasir warna-warni ini memang benar-benar ajaib. Setidaknya ada 2 keajaibannya.

Pertama, anak-anak akan selalu tertarik pada mainan ini. Tidak peduli sebelumnya sudah pernah beli atau sudah pernah memainkannya, tiap kita ajak anak jalan-jalan ke toko mainan atau ke pasar, responsnya hampir sama. Pengin memainkannya lagi dan lagi. Ajaib dan berpotensi membuat melarat, bukan?

Kedua, warna-warna pasir ini ternyata bisa berubah. Sewaktu pertama dibeli warnanya cerah dan ngejreng. Tapi, setelah beberapa saat dipakai warnanya bisa mengalami gradasi. Pasirnya berubah jadi kusam. Sungguh menggumunkan.

Belum lagi pasir ajaib ini bisa juga lenyap sewaktu-waktu. Padahal kotak mainannya masih rapi, cetakannya masih lengkap, tapi pasir di dalamnya tiba-tiba tinggal sedikit atau lenyap sama sekali. Ke manakah gerangan? Apakah katut disaponi? Atau pasirnya diambil kuli tetangga untuk campuran ngaduk semen? Saya tidak tahu pasti. Sungguh! Benar-benar ajaib.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2021 oleh

Tags: balon nitrogenmainan anakpasir ajaibpilihan redaksiplaydough
Riyan Putra Setiyawan

Riyan Putra Setiyawan

Guru SD

ArtikelTerkait

Kita Butuh Jogja Rasa Ubud karena Nggak Semua Orang Jogja Bisa ke Ubud! terminal mojok.co

Kita Butuh Jogja Rasa Ubud karena Nggak Semua Orang Jogja Bisa ke Ubud!

28 September 2021
3 Kelebihan dan Kekurangan Kartu Debit Contactless yang Belum Diketahui Banyak Orang

3 Kelebihan dan Kekurangan Kartu Debit Contactless yang Belum Diketahui Banyak Orang

15 Januari 2025
Fans AoT yang Membenarkan Rumbling, Kalian tuh Kenapa?

Fans AoT yang Membenarkan Rumbling, Kalian tuh Kenapa?

14 Februari 2022
Serangan Rusia ke Ukraina: Mungkinkah Perang Dunia III Terjadi?

Serangan Rusia ke Ukraina: Mungkinkah Perang Dunia III Terjadi?

25 Februari 2022
Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Sini Mojok.co

Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Kabupaten Tertinggal Ini

17 Januari 2024
5 Drama Korea yang Sebaiknya Nggak Usah Ditonton terminal mojok

5 Drama Korea yang Sebaiknya Nggak Usah Ditonton

17 November 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.