Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Harga Tiket Bali Major yang Mahal, Sebuah Upaya Sabotase Perkembangan Esports Indonesia

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
25 Mei 2023
A A
Harga Tiket Bali Major yang Mahal, Sebuah Upaya Sabotase Perkembangan Esports Indonesia

Harga Tiket Bali Major yang Mahal, Sebuah Upaya Sabotase Perkembangan Esports Indonesia (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya mulai saja tulisan ini tanpa babibu: Bali Major adalah event esports paling ora mashok. Alih-alih mengenalkan esports Indonesia ke dunia, yang terjadi justru event ini menembak esports Indonesia tepat di jantung alias sabotase.

Kenapa saya bisa bilang seberani ini? Lihat saja harga tiketnya. Asu, ra mashok!

The Seating Map and Ticketing Tiers for the Bali Major! pic.twitter.com/EuuvKapMT2

— IO Esports @ Bali Major (@ioesportsgg) May 24, 2023


Harga tiket termurah adalah 388 dolar alias 5.8 juta rupiah. Saya nggak perlu nulis tiket termahal ya, karena nggak penting juga. Poinnya adalah, jika tiket termurah saja sudah tidak bisa dijangkau, apalagi yang paling mahal?

Padahal jujur saja, Bali Major bisa jadi event titik balik untuk esports Indonesia. Maksudnya adalah, reputasi esports di Indonesia bisa jadi berubah total ke arah positif jika event ini sukses merangkul segala kalangan. Dan memang itulah seharusnya jadi tujuan Major.

Tapi Bali Major malah seakan-akan mensabotase Indonesia. Harga tiket mahal, kursi yang sedikit, dan diadakan di tempat amat mewah justru menjadikan DOTA 2 seakan-akan hanya milik elit. Jelas bertolak belakang dengan harapan banyak orang, bahwa Major ini nantinya akan membuka pandangan kolot orang Indonesia tentang esports. Pemerintah tahu bahwa event ini memang bisa menarik animo massa. Jika ramai dan sukses, orang yang terjun di dunia esports tak lagi dianggap sebelah mata. Simply karena ada buktinya, yaitu Major. Tapi, Bali Major justru melakukan sebaliknya: peduli setan dengan lokal, mari kita jadikan Major sebagai event sultan. Fuck esports.

DOTA 2 adalah olahraga rakyat

Padahal, DOTA 2, tidak bisa tidak, adalah olahraga rakyat. Anda mau bilang kek mana, jangan mungkiri bahwa DOTA adalah game yang paling mengena di benak gamers Indonesia. Banyak yang mulai mengenal Pudge dan Invoker karena Dendi, dan pengin punya jersi kuning hitam ala NaVi.

Mobile Legends memang jadi game terpopuler di Indonesia, tapi itu semua karena kehadirannya sebagai alternatif, bukan utama. Duh, itu game nggak bakal ada kalau nggak ada LoL. Besok-besok lagi, jangan taruh Mobile Legends satu kasta dengan DOTA. Ini kayak menganggap Wrexham AFC setara dengan Real Madrid.

Tak mengherankan jika banyak yang berharap Indonesia jadi tuan rumah Major atau bahkan The International. Karena ya itu tadi, DOTA adalah olahraga rakyat. Kalau masih bingung, bayangkan Indonesia jadi tuan rumah final Liga Champions. Bisa membayangkan betapa tinggi antusiasnya kan?

Baca Juga:

Dota 2, Game Penghasil Uang Terbaik Tanpa Harus Ribet

Jogja Memang Benar-benar Istimewa, Tanpa Syarat, Tanpa Ketentuan

Tapi Bali Major menjadikan DOTA 2 jadi event yang terbatas untuk orang berkocek dalam dan turis saja. Esports Indonesia seakan-akan tak dianggap sama sekali. Event ini tak lebih dari sebuah acara yang bertujuan untuk merampok uang, bukan untuk merayakan pesta olahraga.

Saya yakin betul, sejak diumumkan, banyak orang Indonesia yang ingin nonton dan menjadi saksi event bersejarah. Tapi, saya yakin juga, banyak yang akhirnya memilih berdamai dengan takdir karena tiketnya nggak terjangkau.

Meraih keuntungan tidak sama dengan merampok

Saya tahu betul bahwa tujuan sebuah event diadakan itu memang untuk meraih keuntungan. Tapi, meraih keuntungan tidak sama dengan merampok. Tiket Manila Major hanya sekitar 3 dolar, dan Bali Major 388 dolar, 126 kali lipat lebih mahal. Apa ini namanya kalau bukan perampokan?

Valve Major harusnya adalah event yang bisa diakses siapa pun. Seperti hakikatnya DOTA 2, game yang bisa dimainkan siapa saja, dari jelata yang mengumpulkan koin demi koin hingga anak raja Arab, semua punya kesempatan yang sama di depan DOTA 2.

Bali Major, mengkhianati ini semua. Pemain DOTA dianggap tak lebih dari sapi perah, dan esports Indonesia disabotase dengan memberikan sentimen bahwa hanya orang elit yang bisa mengaksesnya.

Saya tak akan menyerukan boikot pada Bali Major. Ngapain, nggak ada untungnya juga. Tapi jika kalian sama muaknya dengan saya, cara paling mudah adalah jangan berangkat, jangan beli tiket lewat calo, dan nonton aja lewat Twitch. Jelas gratis, enak, iso karo galer.

Sebagai penutup, fuck Bali Major. Semoga orang yang memberi ide harga tiket semahal ini kalau kentut ampasnya ikut keluar.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Review Djarum King: Rokok Ringan Teman Pekerja Kreatif

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2023 oleh

Tags: Bali Majordota 2eventperampokanvalve
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

steam deck valve konsol pc mojok

Steam Deck, Calon Pembunuh Konsol dan PC Konvensional

26 Juli 2021
Dota 2, Game Penghasil Uang Terbaik Tanpa Harus Ribet

Dota 2, Game Penghasil Uang Terbaik Tanpa Harus Ribet

17 Oktober 2022
Steam Diblokir, Judi Slot Bebas Merdeka, Kemkominfo Mikir Apa?

Steam Diblokir, Judi Slot Bebas Merdeka, Kemkominfo Mikir Apa?

30 Juli 2022
blokir gim voucher game online mending rakit pc steam dark souls III genre game menebak kepribadian dota 2 steam esports fall guys mojok

Steam Sharing Account: Solusi untuk Gamer Kere namun Nggak Pengin Beli Gim Bajakan

7 November 2020
9 Masjid Terdekat dari Tugu Jogja

Jogja Memang Benar-benar Istimewa, Tanpa Syarat, Tanpa Ketentuan

1 September 2022
25 Istilah Gim yang Sering Ditemui Saat Kalian Push Rank

25 Istilah Gim yang Sering Ditemui Saat Kalian Push Rank

3 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.