Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sambal Tumpang, Makanan Khas Kediri yang Ramah Lingkungan

M Alvin Bahril Ilmi oleh M Alvin Bahril Ilmi
21 Januari 2021
A A
sambal tumpang simpang lima gumul

Kediri Bukan Hanya tentang Simpang Lima Gumul

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir pekan rasanya bakal makin semangat karena makan (apalagi kalau sambil disuapin gebetan) sambal tumpang. Rasanya ahhh, gurih, pedas, nan eksotik karena memakai olahan daur ulang tempe busuk. Memang selama ini, saya didoktrin untuk menyukai sambal tumpang. Semenjak saya masih SD saya selalu membeli remukan peyek kemudian dituang di atasnya sambal kacang dan sambal tumpang.

Bagi yang belum tahu, sambal tumpang adalah masakan berkuah kental yang dibuat menggunakan bahan unik, yakni tempe yang sudah hampir busuk atau biasa disebut “tempe bosok“. Tempe bosok ini didaur ulang dengan cara ditumis dengan aneka bumbu dapur, santan, dan diberi penyedap rasa.

Hasilnya adalah sambal tumpang dengan bau tempe hampir busuk yang khas. Sepintas memang terlihat menjijikkan, ditambah lagi bau yang sangat tidak sopan masuk hidung. Wajar saja jika orang pertama kali melihat sambal ini merasa ilfill, menyentuhnya saja enggan, apalagi  memakannya. Namun, jika kita sudah mencobanya, dijamin seperti halnya narkoba, sambal ini punya zat adiktif yang bisa bikin candu para penikmatnya.

Saya ingin sedikit cerita sejarah sambal unik ini. Setelah saya mencari referensi dari berbagai media, ternyata, sambal tumpang termasuk salah satu penganan khas Indonesia yang telah ada bahkan sejak zaman kerajaan Nusantara, dalam bukti Serat Centhini dari 1814 sampai 1823. Dalam serat tersebut, disebutkan bahwa sambal tumpang sudah ada saat itu di bumi Mataram.

Tercatat dalam Serat Centhini ada banyak tokoh masyarakat yang melakukan perjalanan mengelilingi desa di daerah Jawa. Mereka masuk ke kampung-kampung untuk mengumpulkan ragam pengetahuan. Salah satunya adalah pengetahuan kuliner. Walhasil, terciptalah sambal tumpang yang menjadi bagian dari keragaman kuliner di pedesaan. Itu jadi bukti kreativitas masyarakat Jawa mengolah bahan yang tersedia di sekitar mereka. Sesuatu yang sudah usang ternyata bisa didaur ulang sehingga menjadi idaman semua orang, yaitu sambal tumpang.

Hingga kini, sambal tumpang masih sangat mudah ditemukan di daerah Kediri dan sekitarnya. Eksistensinya masih sangat terjaga. Makanan yang memiliki cita rasa khas ini sudah menjelajah ke seluruh Nusantara. Terlebih di kota asalnya, Kediri, nasi tumpang juga tetap menjadi idola, baik oleh warganya maupun masyarakat pendatang yang sengaja ingin menikmati sensasi pedasnya.

Sambal tumpang biasa disajikan dengan nasi dan aneka lauk serta sayuran. Sepintas mirip pecel, bedanya ada pada aroma dan rasa sambal tumpang itu sendiri. Penyajiannya, kedua sambal ini pun juga bisa dicampur. Waktu penghidangan yang tepat untuk makanan ini yaitu pagi hari. Biasanya banyak kita jumpai warung bermenu tumpang atau pecel di pasar atau di gang-gang pedesaan. Keberagaman pelanggan pun dapat kita jumpai disini. Dari mulai rakyat jelata, hingga rakyat jelita semua bermenu sarapan sama.

Sedangkan di daerah yang agak pelosok, makanan ini biasanya menjadi menu wajib sarapan. Sebelum berangkat kerja sekitar pukul enam pagi, warung makan pecel tumpang pasti disesaki pelanggan. Di daerah tempat tinggal saya sendiri ada penjual tumpang legendaris, namanya Bang Bokir. Nama warung itu diambil dari nama kakek buyut dari penjualnya sekarang. Artinya sudah tiga generasi warung ini berdiri. Jadi bisa disimpulkan bahwa eksistensi Bang Bokir ini masih abadi. Cita rasa makanannya yang masih terjaga . Penyajian makanan tak pernah ingkar pada resep awalnya. Dengan harga tiga ribu rupiah kita bisa mendapatkan sepiring nasi tumpang, harga yang terlalu murah di zaman sekarang dan untuk Kediri yang notabene ibu kota Karesidenan.

Baca Juga:

Orang Kampung Berubah Jadi Picky dan Menyebalkan ketika Berhadapan dengan Makanan “Kota”

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

Lain daerah desa lain pula daerah kota. Di Kediri daerah kota, setiap malam, di sepanjang jalan Doho saja selalu berjajar puluhan pedagang nasi tumpang. Tidak heran, akhirnya kawasan yang saat malam hari menjadi pusat perbelanjaan, berubah total saat lampu jalan mulai dinyalakan.

Setiap malam, sekitar pukul sembilan malam, para pedagang kuliner khas Kota Kediri tersebut sudah mulai mempersiapkan dagangannya. Ada yang menggunakan meja atau kursi kecil. Ada juga yang lebih menyukai sensasi lesehan di atas tikar atau karpet. Sejak menjadi langganan masyarakat Kediri dan sekitarnya, kawasan jalan Doho kini menjadi rujukan bagi para pendatang yang singgah di Kota Kediri. Suasana malam dengan lalu lintas kendaraan yang sepi menjadi penikmat tersendiri saat menyantap hidangan sambal tumpang khas Kediri.

Di daerah jalan Doho juga ada tempat penjual tumpang legendaris namanya “Lesehan Bu Slamet“. Suatu ketika saya pernah berbincang dengan penjualnya. Ia bilang persaingan bisnis tentu selalu ada. Yang terpenting dari bisnis kuliner adalah konsistensi rasa yang disajikan dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Namun, untuk sambal tumpang, ia tidak perlu terlalu memikirkan berbagai perubahan atau pelengkap tambahan untuk menarik pembeli. “Semua hanya soal rasa, tidak perlu tambahan-tambahan. Yang penting cita rasa khasnya tetap terjaga,” ujarnya.

Selain tetap menjaga cita rasa tumpang itu sendiri, ia mengaku peminat tumpang sendiri juga dibantu dengan masih banyaknya warga Kota Kediri yang terus bertahan menjual menu khas tersebut. Alhasil, dengan terus adanya sajian sambal tumpang menjadikan makanan tersebut menjadi kuliner khas yang tidak pernah terlupakan. “Selain itu, karena sampai sekarang banyak yang menjual nasi tumpang. Masyarakat tetap tidak pernah lupa dan tetap tahu ada makanan khas seperti itu di Kediri,” imbuhnya. Peran pemerintah daerah setempat untuk terus memperkenalkan sajian kuliner khas Kediri tersebut juga menjadi salah satu alasan nasi tumpang tetap bertahan. Banyaknya promosi dan perkenalan juga menjadikan semakin banyaknya masyarakat mengenal keberadaan nasi tumpang khas Kediri tersebut.

Terakhir, saya juga punya saran untuk para pemangku kewenangan di Kediri. Makanan khas ini juga bisa digunakan untuk alat diplomasi. Seperti halnya bakso dan nasi goreng yang dihidangkan dalam jamuan kenegaraan Presiden Obama. Tidak ada yang lebih ampuh menjadi duta bakso nasi goreng ketimbang Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Kedatangan Presiden Obama ke Indonesia pada 2010 silam, terbukti langsung mengangkat pamor bakso dan nasi goreng kancah internasional.

Hal itu bisa dicontoh oleh pemerintah Kota Kediri dan diterapkan ketika ada kunjungan dari luar. Jamuan makanan memang bagian dari diplomasi yang baik untuk menjembatani komunikasi antar para pimpinan. Meja makan itu bisa menjadi tempat berekonsiliasi,

sembari memperkenalkan kearifan lokal kuliner, Bapak/Ibu Walikota bisa menghidangkan sambal tumpang sebagai menu utama. Karena selama ini sambal tumpang selalu dikesampingkan. Pemerintah setempat lebih memilih tahu dan gethuk pisang untuk diperkenalkan. Maka dari itu pemerintah setempat harus adil dalam memperkenalkan kuliner khas daerahnya agar tidak terjadi kecemburuan kuliner di kalangan penikmatnya.

BACA JUGA Di Kediri, Anak Kecil Nggak Bisa Bercita-cita Jadi Presiden dan tulisan M Alvin Bahril lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2021 oleh

Tags: kediriKulinersambal tumpang
M Alvin Bahril Ilmi

M Alvin Bahril Ilmi

Seorang petugas lapas atau sipir penjara yang bekerja di salah satu rutan di Jawa Timur, tepatnya di Kota Angin, Nganjuk.

ArtikelTerkait

persikab kabupaten Bandung dan 4 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba MOJOK.CO

4 Toko Roti Legendaris di Bandung yang Wajib Dikunjungi

7 Agustus 2020
5 Kuliner Khas Jember yang Jarang Dinikmati Orang Jember Asli Terminal Mojok

5 Kuliner Khas Jember yang Jarang Dinikmati Orang Jember Asli

16 Januari 2022
makanan para jomblo

Lima Makanan Yang Perlu Dihindari Para Jomblo

20 Mei 2019
5 Kuliner Purwokerto yang Dilirik Wisatawan, tapi Justru Dihindari Warga Lokal Mojok.co

5 Kuliner Purwokerto yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari

28 Juli 2025
Pengalaman Berkunjung ke Wisata Bukit Gandrung Kediri: Rutenya Menguras Mental, tapi Dibayar Lunas dengan Pesona di Atas Awan

Pengalaman Berkunjung ke Wisata Bukit Gandrung Kediri: Rutenya Menguras Mental, tapi Dibayar Lunas dengan Pesona di Atas Awan

19 Februari 2025
Hanya Karena Rumah Saya Dekat Pabrik Gudang Garam, Bukan Berarti Harga Gudang Garam Surya Jadi Lebih Murah, Lur! jawa timur

Hanya Karena Rumah Saya Dekat Pabrik Gudang Garam, Bukan Berarti Harga Surya Jadi Lebih Murah, Lur!

4 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.