Di Kediri, Anak Kecil Nggak Bisa Bercita-cita Jadi Presiden – Terminal Mojok

Di Kediri, Anak Kecil Nggak Bisa Bercita-cita Jadi Presiden

Artikel

Kediri merupakan sebuah kota di Jawa Timur yang memiliki objek wisata cukup terkenal, seperti Gunung Kelud dan monumen Simpang Lima Gumul yang mirip Arc de Triomphe di Prancis. Selain objek wisatanya, kota ini juga dikenal sebagai tempat lahirnya Raja Jayabaya yang mampu memprediksi masa depan Nusantara. Beragam mitos pun juga menyelimuti kota ini, salah satunya mitos Presiden yang berani masuk Kediri bakal lengser.

Mitos seorang Presiden atau pemimpin negara yang berani masuk Kediri bakal lengser ini sudah berkembang sejak dahulu. Menurut literatur yang pernah saya baca dulu, kutukan ini berasal dari kutukan Kartikea Shingha, suami Ratu Shima yang merupakan penguasa Kalingga Selatan di Keling Kepung, Kediri. Kutukannya berbunyi ”siapa kepala negara yang tidak suci berani masuk Kediri, maka Ia akan jatuh”. Maksud “suci” disini ialah suci dari tindakan buruk seorang pemimpin, seperti korupsi dan bertindak sewenang wenang. Jadi kalau Presiden merasa tidak melakukan hal-hal buruk ya nggak usah takut dong datang ke Kediri.

Beberapa Presiden yang digadang-gadang lengser akibat kutukan ini ialah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan B.J Habibie. Seorang Presiden yang mampu mematahkan kutukan ini ialah pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melakukan kunjungan ke Kediri tahun 2007 dan tahun 2014. Kunjungan SBY terakhir ke Kediri tahun 2014 adalah untuk mengunjungi warga yang tertimpa musibah letusan gunung kelud. Lalu 8 bulan setelah kunjungan, SBY lengser tetapi bukan karena suatu gonjang ganjing politik, namun memang periodenya sebagai Presiden sudah habis.

Baca Juga:  4 Mitos yang Menyelubungi Gunung Kelud di Kediri

Mitos ini kembali menyeruak setelah Pramono Anung melakukan kunjungan ke pondok Pesantren Lirboyo pada 15 februari 2020 lalu. Pramono Anung mengatakan bahwa ia melarang Presiden Jokowi datang ke Kediri agar tak senasib dengan Gus Dur. Pernyataan ini menuai banyak respon dari berbagai kalangan termasuk netizen yang menjadikan tagar #JokowiTakutKediri sempat trending di Twitter.

Saya sendiri sebagai warga asli Kediri sangat berharap Presiden Jokowi mampir, supaya sekali-kali menyapa warga di sini gitu lo, eh malah dilarang sama Pak Pram. Padahal Kediri itu kota yang aman dan nyaman lho, Pak. Masalah percaya nggak percaya sama mitos sebenarnya terserah pribadi masing masing, tapi kan di situ jelas tertulis pemimpin yang “tidak suci” yang bakal lengser. Saya yakin kok Presiden Jokowi adalah pemimpin yang baik.

Saya cuma khawatir saja kalau mitos ini begitu digencarkan dan dipercaya para orang tua di Kediri, mereka akan mengatakan “nak, kalau ditanya bu guru cita-citanya apa, jangan bilang jadi presiden ya”. Kan biasa tuh waktu TK ditanyai cita-citanya ingin jadi apa. Lebih parah lagi jika guru TK nya juga sangat percaya dengan mitos ini.

Jika guru yang sangat percaya dengan mitos ini bertanya kepada muridnya apa cita-cita yang dinginkan, dan murid menjawab ”aku ingin jadi pleciden”, pasti dalam hati guru itu berujar ”ngimpi!”. Iya kalau ngucapnya dalam hati. Coba kalu ngucapnya langsung di depan murid, apa nggak langsung insecure tuh murid.

Baca Juga:  Orang Desa Nggak Takut Corona Bukan Karena Agama

Masa anak-anak itu kan merupakan periode emas, di mana mereka mulai mengenal lingkungannya, jadi biarkan saja mereka bercita-cita menjadi apapun, asal nggak cita-cita jadi koruptor, eh. Syukur-syukur didukung oleh orangtua untuk menggapai cita-citanya. Jangan malah di takut-takuti dengan mitos.

Para pejabat selevel Kepresidenan pun harusnya nggak usah takut-takut amat. Orang Kediri kan juga orang Indonesia. Kami pun disini juga merindukan pemimpin yang mau berkunjung ke kota ini.

Saya sendiri sebagai warga Kediri sebenarnya juga bangga dengan mitos kutukan tersebut. Mitos itu bisa menjadi ciri khas dan tradisi masyarakat lokal agar Kediri bisa lebih dikenal masyarakat luas. Namun jangan sampai mitos ini menjadi pola pikir masyarakat bahwa orang Kediri tidak bisa jadi Presiden. Semua orang Indonesia berhak bercita-cita maupun mencalonkan diri sebagai presiden, tak terkecuali dari Kediri. Termasuk saya kalau besok nyapres tolong di dukung ya wqwqwq.

Eh, bisa nggak ya?

BACA JUGA Bulan Puasa Gini Enaknya Nyinyirin Dinasti Bupati Kediri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.