Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Anatomi Perasaan Ibu oleh Sophia Mega: Ibu Tak Harus Selalu Sempurna

Butet RSM oleh Butet RSM
15 September 2023
A A
Anatomi Perasaan Ibu oleh Sophia Mega: Ibu Tak Harus Selalu Sempurna

Anatomi Perasaan Ibu oleh Sophia Mega: Ibu Tak Harus Selalu Sempurna

Share on FacebookShare on Twitter

Saat membaca buku Anatomi Perasaan Ibu yang ditulis oleh Sophia Mega, saya merasa mendapat “teman sependeritaan”.

Judul Buku: Anatomi Perasaan Ibu
Penulis: Sophia Mega
Penerbit: EA Books
Tahun Terbit: 2023
Tebal Buku: x + 149 halaman

ADVERTISEMENT

Di dunia ini, ibu selalu dianggap sebagai sosok mendekati sempurna yang digambarkan harus punya banyak cinta untuk keluarganya. Dalam kisah-kisah agama, sejarah, hingga fiksi, ibu selalu dituturkan hadir sebagai malaikat pelindung yang penuh cinta dan rela berkorban. Tengok saja bagaimana Lily Potter digambarkan berkorban demi cintanya untuk anaknya, Harry Potter. Itu baru satu contoh di kisah fiksi.

Apakah ibu selalu bisa sesempurna harapan yang tersirat dalam kisah orang-orang itu? Jawabannya tidak. Dan salah satu catatan tentang bagaimana ketidaksempurnaan seorang ibu tertuang dalam tuturan Sophia Mega pada buku Anatomi Perasaan Ibu.

Buku bercover biru cerah dengan ilustrasi siluet beberapa sosok ibu ini sejak awal sudah saya curigai sebagai buku yang isinya agak gelap, yakni tentang kegelisahan-kegelisahan seorang ibu. Bagaimana tidak, pada bagian cover-nya saja sudah terang-terangan menyebutkan bahwa pengalaman ketubuhan perempuan tidak hanya berisi kebahagiaan.

Sayangnya, di bagian sampul depan tak ada peringatan soal pemicu lesatan memori (trigger warning). Hal itu membuat saya sempat mengira bahwa buku yang berisi kisah perjalanan seorang perempuan menjadi ibu muda ini akan cukup general untuk dibaca oleh siapa pun.

Saya baru saja menuntaskan membaca buku tentang pernikahan, Sebelum Harimu Bersamanya karya Lya Fahmi, ketika kemudian tertarik membaca buku Anatomi Perasaan Ibu. Menurut saya, buku karya Sophia Mega ini terhubung dengan karya Lya Fahmi.

Ada benang merah tentang kehidupan setelah pernikahan yang penuh dengan dinamika. Bahkan, Sophia Mega yang dalam bukunya menjadi citra ibu era kiwari dengan pengetahuan mumpuni soal kesehatan mental, parenting, hingga ASI, tetap saja mengalami turbulensi dalam menjalani hari-hari transisinya dari perempuan single hingga menjadi ibu.

Baca Juga:

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

5 istilah di hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang

Mendapat “teman sependeritaan” saat membaca Anatomi Perasaan Ibu

Sebagai ibu yang nggak bisa bergaya angelic, saya merasa mendapat teman sependeritaan gara-gara buku ini. Rasanya ingin memeluk Sophia Mega dan berkata, “Kesulitan-kesulitan ini akan segera berlalu.”

Sebagian besar tulisan yang ada di buku juga saya alami, bahkan dialami juga oleh mayoritas ibu yang saya kenal lewat komunitas support untuk ibu yang saya ikuti. Meski problematikanya serupa, cara menghadapinya tentu saja akan berbeda bagi setiap individu seperti yang tertulis di halaman 24. Sophia Mega memaparkan teori kudalari dari Toge Aprilianto, bahwa pada dasarnya, manusia memiliki pilihan untuk menguasai, beradaptasi, atau menyelamatkan diri pada setiap situasi sulit dalam hidupnya.

ADVERTISEMENT

Ada empat bagian dalam buku Anatomi Perasaan Ibu. Urutannya sesuai dengan timeline perjalanan perempuan mulai dari menikah, hamil, melahirkan, dan menjadi ibu.

Problem di awal menikah selalu dimulai dari penyesuaian akibat perbedaan latar budaya dan pengasuhan. Lalu ketika culture shock dalam pernikahan mulai bisa diatasi, ternyata muncul adaptasi-adaptasi selanjutnya dalam setiap fase yang dijalani seorang perempuan dalam pernikahan.

Bagi saya sendiri, perjalanan perempuan menjadi ibu mirip dengan sebuah petualangan. Pemandangannya memang indah, tapi kadang perempuan akan menginjak kerikil tajam, kesandung batang kayu, bahkan terjerembab ke sebuah lubang.

Ditulis bukan untuk menakut-nakuti para perempuan yang ingin mengambil peran sebagai ibu

Buku Anatomi Perasaan Ibu tidak hadir untuk menakuti para perempuan yang ingin mengambil peran sebagai ibu. Buku ini justru memberi gambaran tentang apa yang bisa perempuan lakukan untuk mendapatkan pertolongan apabila merasakan sulitnya masa-masa adaptasi.

Sophia Mega bercerita tentang bagaimana ia berusaha memperoleh dukungan untuk tubuh, pikiran, dan jiwanya lewat dua orang psikolog dan seorang tarot reader. Ia juga melakukan yoga, tetap bekerja sebagai kreator konten, dan tetap menjalani hobinya ngopi serta berkutat dengan buku.

Lewat buku ini, ia tak hanya bercerita tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang perempuan dengan segala kepayahan yang dialami di awal menjadi ibu. Ia juga hadir sebagai teman lewat kisahnya yang relate dengan kebanyakan ibu.

Kelebihan buku ini, bukan hanya pada pengakuan-pengakuan tentang pengalaman tidak nyaman yang bisa dirasakan perempuan dalam perjalanan menjadi ibu. Buku ini pun berisi soft selling soal ASI. Saya terkesan saat membaca bagaimana Sophia Mega menyajikan pengetahuannya soal manfaat ASI hingga cara mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh para ibu menyusui.

Meski terbaca sebagai sales ASI, Sophia tak sekali pun menghakimi ibu yang memilih susu formula. Caranya menyajikan pengetahuan begitu menawan dan menurut saya layak ditiru oleh para pegiat ASI di luar sana yang terkadang masih menjadi elitis ASI.

ADVERTISEMENT

Buku ini walau isinya tidak lucu, tapi bisa membuat saya terkekeh ketika membaca tentang bapak dari Sophia Mega yang posesif dan mertua yang terus menerus ingin ambil peran dalam pengasuhan. Pertama, saya membayangkan bagaimana kira-kira mimik wajah bapak dan mertua Sophia Mega saat membaca keluhannya tentang mereka dalam buku ini. Kedua, ya tentu saja karena hal ini relate dengan saya. Meski ibu mertua saya sangat memberi saya kebebasan dalam pengasuhan, tetap saja sesekali mengalami juga geregetan yang serupa.

Anatomi Perasaan Ibu cocok juga dibaca para ayah baru

Kalau begitu apakah buku ini hanya ditujukan untuk dibaca perempuan? Tentu saja tidak. Jika kamu juga seorang book enthusiast, 50 halaman paling awal pasti menarik buat dibaca berulang-ulang. Pada separuh bagian awal, hampir di semua halaman ada referensi dari berbagai buku yang menarik. Sophia Mega menuliskan ulang hal-hal yang pernah dibacanya dalam sajian yang menarik ditautkan dengan pengalaman pribadinya. Lalu, jika kamu seorang laki-laki apalagi berstatus sebagai ayah baru, buku ini dapat memberimu gambaran atas apa saja yang dirasakan oleh istrimu.

Pengalaman ketidaksempurnaan ibu, kini tercatat semakin banyak, tak hanya di buku Anatomi Perasaan Ibu saja. Gagasan childfree muncul, gagasan libur dari peran sebagai ibu juga muncul dalam buku ini. Tapi, pada dasarnya, setiap ibu tetap merdeka menentukan pilihan ingin menjadi ibu yang bagaimana dalam kehidupan keluarganya.

Jika kamu seorang ibu yang bahasa cintanya melayani, mungkin akan berkernyit saat membaca konsep hari libur untuk ibu. Setidaknya itulah yang saya rasakan saat membacanya. Akan tetapi, tak perlu juga menampik fakta bahwa sebuah jeda memang diperlukan dalam menjalani peran sebagai ibu. Bahkan meski jeda itu pun berupa pemenuhan kebutuhan keluarga seperti belanja ke Indomaret.

Pada akhirnya, menjadi ibu adalah sebuah petualangan yang aneh sekaligus seru. Tanpa diromantisasi pun, kadang-kadang jadi ibu memang romantis, kok. Meski seperti yang saya sebutkan di atas, kadang-kadang dalam petualangan itu, ibu juga bisa sakit dan terluka.

Penulis: Butet RSM
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ibu-ibu Cerita Rakyat yang Hobi Playing Victim.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: Anatomi Perasaan IbuBuku MojokhamilIbumelahirkanPernikahan
Butet RSM

Butet RSM

Ibu dari tiga anak, penulis lepas yang tinggal di Bantul. Terbiasa menulis tentang UMKM, pasar, pendidikan alternatif, dan keresahan sosial.

ArtikelTerkait

Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan Terminal Mojok

Orang Indonesia Sering Pilih Lagu yang Nggak Nyambung sama Konsep Pernikahan

3 Januari 2023
Susu Kotak Diberi Label Punya Mamah di Twitter Apa Salahnya Seorang Ibu Punya Keinginan?

Perkara Susu Kotak Diberi Label “Punya Mamah” di Twitter, Apa Salahnya Seorang Ibu Punya Keinginan?

28 Maret 2023
pria yang baik

Susahnya Jadi Pria yang Baik

9 Juni 2019
Mindfulness Parenting (Buku Mojok)

Mindfulness Parenting Mengajari Saya untuk Tidak Menurunkan Trauma kepada Anak Masa Depan Saya

30 Juli 2025
Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel_ terminal mojok

Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel?

6 April 2021
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.