Rekomendasi Tempat Makan Murah di Sekitar UIN Jakarta

Artikel

Nasrulloh Alif Suherman

Mahasiswa identik dengan irit dan hemat. Maka dari itu, perkara makan, mahasiswa punya pegangan sendiri dalam mencari warung makan: murah tapi enak. Mahal tapi enak jadinya tetep nggak enak.

Oleh karena itu, banyak usaha kuliner atau tempat makan di sekitar kampus berlomba-lomba menyajikan makanan yang enak dan nikmat tapi juga ramah di dompet mahasiswa. Termasuk di sekitar kampus UIN Jakarta.

Sebagai orang yang sudah cukup lama di UIN Jakarta, saya punya beberapa rekomendasi tempat makan yang murah di sekitaran kampus. Mulai dari warung dengan lauk-pauk yang banyak sampai tempat makan yang buka saat malam hari saja. Buat maba (mahasiswa baru), mungkin bisa dicatat kalau kelak nanti sudah pada ke Ciputat. Langsung~

Warsun (warung Sunda) Mang Sardi

Terletak dekat dengan Aula Insan Cita (AIC) di samping kampus utama UIN Jakarta, warsun Mang Sardi terletak di belakang masjid. Warsun Mang Sardi adalah tempat yang menjadi langganan para mahasiswa sekitar kampus satu, khususnya yang tinggal ngekos di Jalan Semanggi dan sekitarnya. Buka dari pagi hingga menjelang siang, masakan Mang Sardi enak dan hangat disajikan dengan nasi yang hangat pula. Satu hal lagi, murah!

Kata Mang Sardi, si pemilik warsun, dulu saat Ade Komaruddin (mantan Ketua DPR RI) masih mahasiswa, ia sering makan di situ. Nggak cuman dia, kebanyakan aktivis yang sekarang jadi politikus malahan. Eit, yang bukan politikus? Ada juga, contohnya Wali Band~

Warsun Teh Yani/FEB

Kenapa eh kenapa warsun lagi? Ya, soalnya kan enak dan murah. Makanya saya masukkan lagi list ini, hehehe. Warsun Teh Yani atau yang belakangan ini disebut warsun FEB (semenjak Fakultas Ekonomi dan Bisnis pindah) memang tidak semantap Mang Sardi, tapi jam buka lebih panjang dibandingkan Mang Sardi. Kalau Mang Sardi buka hanya sampai siang, warsun FEB buka sampai agak sorean.

Baca Juga:  #MALAMJUMAT Kakek Tua di Rumah Kayu Jati

Pengalaman saya beberapa kali makan di sini tidak sampai mengorek kantong terlalu dalam. Rata-rata sepuluh ribu sudah makan kenyang dan es teh manis. Ada poin penting juga yang saya perlu kasih tahu, kalau bisa bahasa Sunda kadang-kadang lebih murah, wqwqwq. Warsun ini terletak di samping persis Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Itu lho, Jalan Ibnu Batutah, Ceu.

Warung Nasi Purwokerto (Warsito)

Saya nggak tahu kenapa warung ini menggunakan label daerah Purwokerto, sebab warung ini cuman jual nasi dan ayam goreng, tidak dengan lauk lain. Yang jelas nasi dengan ayam goreng serta sambal hangat warung ini mantap. Harganya murah, cukup 10 ribu untuk satu porsinya. Warsito adalah warung nasi dan ayam goreng terbaik di Ciputat. Warung ini terletak di Jalan Ibnu Rusdi, belakang Pusat Studi Ilmu Quran.

Warung nasi Padang

Belum afdal juga sepertinya menaruh warung nasi Padang di list tempat makan murah, sebab warung nasi Padang dari dulu sampai sekarang ya terkenal akan harganya yang murah, khususnya yang berada di sekitar kampus. Di sekitar kampus UIN Jakarta, banyak warung nasi Padang yang cukup dengan harga sepuluh rupiah saja sudah kenyang.

Sebenarnya banyak sekali, saking banyaknya saya jadi nggak hafal. Tapi, saya punya dua rekomendasi warung nasi Padang murah yang sering saya beli. Pertama, ada di samping kampus utama UIN Jakarta, namanya Pagaruyung. Menu di sini semuanya serba sepuluh ribu saja. Eh, nggak semua sih. Ada beberapa lauk spesial, yang kalau kita pilih nambah lima ribu. Hmmm, tapi worth it, lah. Kedua, ada di depan Fakultas Kedokteran, namanya saya lupa tapi persis di samping Pusat Studi Ilmu Quran juga.

Warung Bude Jogja

Yang satu ini langganan mahasiswa di Fakultas Adab dan Humaniora, letaknya di Jalan Sedap Malam. Warung ini menyediakan makanan rumahan. Warung ini juga punya vibe bagai di rumah sendiri (soalnya jualan di rumah sendiri, hihihi). Makanan yang disediakan adalah lauk-pauk, tapi juga dengan beberapa lauk khas Jogja seperti krecek dan gudeg. Rasanya rata-rata gurih dan manisss, mungkin karena budenya orang Jogja kali ya.

Baca Juga:  Masih Ada Larangan Ojol Membawa Penumpang ke Pemukiman Oleh Ojek Pangkalan: Rezeki Nggak Akan Tertukar, Bang.

By the way, selama pandemi ini Bude Jogja juga nggak jualan dulu. Katanya, nunggu normal dan mahasiswa masuk kampus. Huhuhu, padahal enak bangettt. Cukup sepuluh ribu dan tambah dua ribu jika ingin es teh manis, sudah kenyang!

Warung BBS

Warung ini terletak di Jalan Legoso Raya, samping Polsek Ciputat. Warung yang buka 24 jam ini makanannya selalu ngebul ini menarik banyak pengunjung, terutama mahasiswa. BBS jadi idola karena harganya yang murah banget. Cukup dengan lima ribu, kalian bisa makan. Lima. Ribu.

Tapi kayaknya sekarang naik dikit sih, kira-kira enam sampai tujuh ribu gitu.

Nasi Uduk Emak

Nasi uduk Emak sepertinya adalah juara perkara harga. Harga satu nasi uduk cuma seribu lima ratus, lauknya dari gopek sampai seribuan. Pengunjung di sini nggak cuma mahasiswa, tapi orang-orang pulang kerja.

Warung ini letaknya ada di samping Kantor Kelurahan Cipayung, pokoknya yang rame.

Jadi, mau pilih makan di mana dulu nih?

BACA JUGA 5 Lauk yang Secara Misterius Selalu Ada di Berkat Tahlilan dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
8


Komentar

Comments are closed.