5 Lauk yang Secara Misterius Selalu Ada di Berkat Tahlilan – Terminal Mojok

5 Lauk yang Secara Misterius Selalu Ada di Berkat Tahlilan

Artikel

Nasrulloh Alif Suherman

Hari-hari biasa di bulan keenam pandemi ini masihlah sama dengan kegiatan yang dilakukan dari awal pandemi ada. Leyeh-leyeh, rebahan, bantu orang tua di warung sampai (tetap) mencoba menyelesaikan tanggung jawab akademis yang masih menjadi beban saya selama masih berstatus aktif sebagai mahasiswa. Ya, namanya hidup, sebisa mungkin saya nikmati.

Tapi nggak tahu kenapa, ya, beberapa hari-hari belakangan di sekitar lingkungan saya cukup sedih suasananya. Banyak yang meninggal. Tidak, bukan karena Covid-19. Awas aja asal ngomong!

Banyak tetangga saya yang saya kenal dekat ataupun tidak menghembuskan napas terakhir. Semoga Gusti Allah memberikan mereka kubur yang lapang dan menerimanya di sisi-Nya. Aamiin.

Lingkungan saya kebanyakan masih memegang amaliah yang dilakukan oleh warga nahdliyin sehingga setiap kali saat ada yang meninggal, tahlilan pun dilaksanakan. Buat yang belum tahu, tahlilan adalah kegiatan yang biasa dilaksanakan warga nahdliyin untuk mendoakan orang yang baru saja meninggal. Biasanya diselenggarakan di hari ke-7, 30, 100, dan 1.000 setelah almarhum berpulang. Tahlilan dilaksanakan dengan harapan doa dan ayat suci yang dibaca menjadi penyelamat bagi si mayit.

Mungkin memang tulisan ini agak nyeleneh, sebelumnya saya minta maaf ya. Kali ini saya akan menulis soal berkat tahlilan. Berkat tahlilan adalah suguhan untuk orang-orang yang sudah hadir saat tahlilan. Harapannya, makanan yang sudah didoakan itu menjadi berkah bagi jamaah tahlil yang sudah sukarela hadir mendoakan almarhum. Dan, biasanya ada beberapa lauk wajib yang mesti ada di berkat tahlilan ini.

Apa saja sih isi berkat tersebut? Apa memang wajib ada? Kalau nggak ada, jadi merasa kurang gitu? Langsung baca aja deh, inilah lauk wajib berkat tahlilan.

Bihun

Lauk berkat yang satu ini memang nggak hebat-hebat banget, makanya misterius juga kenapa menu ini langganan muncul di setiap berkat tahlilan. Apa karena tekstur dan rasa asin-gurih si bihun bisa menetralisir lauk berat lainnya?

Sambal goreng kentang

Sambal goreng kentang adalah perwakilan kebiasaan orang Indonesia yang suka makan karbo lauk karbo. Betul, nasi sudah menjadi karbohidrat di bingkisan berkat, namun orang Indonesia yang sangat mencintai karbo pastilah akan menaruh karbo lagi.

Kentang bisa dibilang sebagai opsi lauk yang bagus. Sebab, dia sama seperti nasi, bisa diapain aja. Kira-kira mungkin itulah alasan kenapa ia selalu ada di bingkisan berkat tahlilan. Kenapa sambel goreng kentang? Karena itu acara tahlilan orang Indonesia. Kalau mashed potato mah tahlilannya orang Britania.

Telur rebus

Saya sampai saat ini juga bingung, kenapa telur rebus selalu menyertai diri dalam bingkisan lauk pauk berkat tahlilan. Dibilang sebagai dessert, tapi dia itu telur ayam. Dibilang lauk, tapi dia cuman direbus. Agak membingungkan, tapi kali ini saya masukkan karena tulisan ini kan tentang lauk wajib berkat tahlilan.

Mungkin, ya, mungkin, fungsinya hanya sebagai pelengkap nutrisi. Telur ayam rebus kan protein, jadi itu saja fungsinya. Apa lagi dong? Wqwqwq, kok jadi bingung begini yak.

Sayuran, kalau nggak acar, ya capcay

Lauk berkat tahlilan ternyata selaras dengan jargon makanan seimbang yang sudah kita kenal: 4 sehat 5 sempurna, tapi susunya diganti teh dan kopi. Sayuran sebagai lauk wajib berkat tahlilan pasti akan selalu ada. Biasanya ada dua macam, kalau nggak acar, ya capcay. Nggak tahu kenapa pilihannya antara dua itu doang.

Kalau acar, biasanya yang bumbu kuning. Kalau capcay, biasanya ada potongan bakso. Iya, kan? Iya bener, tauk.

Rokok

Iya, rokok memang bukan lauk, tapi saya masukin aja karena kebanyakan tuan rumah pasti menyediakan rokok. Rokok di acara tahlilan biasanya ditaruh di gelas dan dicampur dari berbagai merek. Mulai dari kretek biasa sampai kretek mild. Kalau rokok putih sih mustahil adanya. Nah, biasanya yang ikut tahlilan merokok di tempat atau membawa pulang rokok gratisan itu dengan plastik yang disediakan.

Teruntuk kalian yang baca, lauk-lauk yang sering ada di atas itu murni dari pengalamannya saya sendiri di dunia pertahlilan. Mau di Jakarta sampai kampung ibu saya, rata-rata kayak gitulah lauk wajibnya. Kalau ada salah, ya, itu datangnya bukan dari saya melainkan setan. Kalau benar, datangnya dari Allah. Kok kaya ceramah, dah.

Udahlah. Kalau di tempat kamu lauk berkat tahlilan apa saja?

BACA JUGA Nex Carlos ‘Pesugihan Online’ Terbaik Mengalahkan Ludah Pocong dan Rebusan Celana Dalam atau artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Baca Juga:  Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
29


Komentar

Comments are closed.