Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

PPT Itu Buat Belajar Presentasi, Bukan Belajar Membaca

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
23 Juni 2023
A A
PPT Itu Buat Belajar Presentasi, Bukan Belajar Membaca

PPT Itu Buat Belajar Presentasi, Bukan Belajar Membaca (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

PPT isinya kok kayak makalah? Udah gitu dibaca pula.

Bagi mahasiswa, presentasi itu makanan sehari-hari mereka. Tentu saja bentukannya bukan seperti seblak, ayam geprek, atau mi instan. Dalam dunia perkuliahan, presentasi merupakan ajang pembuktian bagi mahasiswa yang telah menguasai materinya sekaligus sebagai pengantar menuju diskusi di setiap pertemuan.

Namun sayangnya, hal itu jarang sekali dilakukan oleh sebagian kawan saya yang mahasiswa. Bukan karena mereka nggak mau presentasi, melainkan mereka ini malah mengajari saya dan kawan lainnya untuk belajar membaca alih-alih presentasi.

Bayangkan, gimana ceritanya anak muda yang digadang-gadang akan membawa perubahan, tapi malah diperlakukan seperti anak TK sama kawannya sendiri?!

Bukan hal yang mustahil, begini ceritanya.

PPT seperti makalah dalam bentuk lite

Momen mengajari membaca itu dilakukannya ketika menggunakan PowerPoint alias PPT sebagai medium presentasi. Lazimnya, PPT itu kan berisi poin-poinnya saja ya, tapi agak lain dengan mahasiswa tukang ngajari cara membaca ini. Mereka membikin PPT bak makalah, jurnal, ataupun buku yang isinya buuuanyaaak sekali kata-kata untuk dibaca. Yah, kira-kira isi di setiap slide-nya setara dengan 250 kata.

Konyol? Ya memang itu faktanya.

Iya, saya tahu kalau kekonyolan itu akibat cuma copy paste materi di jurnal atau sumber lain tanpa mau memparafrase. Tapi mbok ya mikir, setidaknya kalau nggak mau memparafrase, pelajari dikit-dikit lah (walaupun saya nggak menganjurkan ini). Biar dosa akibat mengorupsi tulisan orang itu nggak besar-besar amat.

Baca Juga:

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Ingat kata pepatah: karakter itu terbentuk karena kebiasaan. Jadi, jangan mimpi jadi agen perubahan kalau dirinya sendiri sedari mahasiswa karakternya sudah korup.

Presentasi yang menjatuhkan harga diri pendengarnya

Setelah mengubah PPT menjadi makalah versi lite, para mahasiswa ini kemudian membaca semua isinya alih-alih presentasi. Membacanya pun sama sekali nggak ramah kuping; udah terbata-bata, bunyi nadanya pun nggak karuan. Persis sekali seperti anak TK yang baru belajar membaca.

Sejujurnya saya nggak begitu masalah dengan cara mereka membaca. Tetapi yang membuat saya jengkel adalah mereka sama sekali nggak menghadap ke saya dan kawan-kawan yang lain ketika membaca isi PPT. Ujug-ujug setelah membaca PPT, mereka berucap, “Baik, mungkin itu saja dari saya, silakan kalau kawan-kawan mau bertanya.”

Apa maksudnya gitu, lho? Kita ini sebenarnya disuruh menyimak materi, atau menyimak orang yang lagi belajar membaca?

Kalau disuruh menyimak materi, ya dari awal nggak usah dibacakan. Kita ini sudah mahasiswa, bukan anak TK yang perlu dibacakan dulu biar paham. Dari sinilah saya jengkel karena merasa direndahkan.

Okelah kalau misalnya benar-benar terpaksa harus membaca. Tapi setidaknya sesekali itu ya menghadap ke audiens. Biar keberadaan kami ini dianggap walaupun sebagai orang yang secara sukarela menyimak mahasiswa belajar membaca. Terlebih lagi, coba sebelum presentasi itu belajar mengatur nada dulu, biar sekalipun materi yang disampaikan dengan cara membaca itu tetap tersampaikan.

Diskusi akhirnya sekadar formalitas

Karena materi yang dibawakan dibacakan nggak tersampaikan, alhasil diskusi yang terjadi pun sebatas formalitas, biar dosen nggak marah-marah atau biar ruang kelas nggak terasa seperti tempat mistis.

Pertanyaan yang terlontar pun sama sekali nggak berbobot. Ini bukan berarti saya sok pintar, tapi dalam arti yang lain, pertanyaanya itu biasanya sekadar, “Apa yang dimaksud ini? Apa saja ciri-ciri dari ini? Bisa tolong jelaskan lagi materi yang ini?” Ya, pertanyaan-pertanyaan yang sebetulnya nggak perlu dipertanyaakan karena bisa dicari di Google.

Saya bukan merendahkan yang bertanya demikian, tetapi itulah akibat dari penyaji yang cuma membaca secara terbata-bata dengan nada yang nggak karuan. Sebab, siapa yang bisa memahami materi dengan cara mendengar orang yang sebenarnya orang itu sendiri bukan hanya nggak paham materinya, melainkan juga nggak paham cara membacanya.

Mumpung masih mahasiswa, nggak masalah kalau salah

Setelah saya pikir-pikir, persoalan mahasiswa semacam itu sebenarnya disebabkan antara lain oleh dua hal. Yang pertama tentu saja kemalasan. Saya bukan titisan Pak Mario, jadi nggak tahu hendak memotivasi bagaimana biar kawan-kawan mahasiswa ini bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan UKT yang telah dibayarkan.

Tapi saya yakin, sedikit banyak mereka ini pasti pernah melawan rasa malasnya. Hanya saja saat mereka belajar, khususnya ketika presentasi, mereka takut salah karena perasaan inferior, baik dari dosen maupun mahasiswa lainnya. Alhasil, kembalilah rasa malas itu dan bersemayamlah belajar membaca berkedok presentasi.

Wahai mahasiswa, nggak usah takut salah. Mumpung masih mahasiswa, nggak ada masalah kalau kita di dalam kelas melakukan kesalahan. Justru akan jadi masalah kalau kita menginginkan kebenaran tanpa mau mengalami kesalahan.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Aplikasi selain Power Point yang Bikin Presentasi Jadi Menarik.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2023 oleh

Tags: Mahasiswapower pointPPTPresentasi
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Stereotipe Menyebalkan Soal Jurusan Administrasi Negara

Stereotipe Menyebalkan Soal Jurusan Administrasi Negara

2 Juli 2023
Saya Sakit Hati Mahasiswa Universitas Terbuka Dituduh Cuma Kejar Gelar, Nyatanya Kami Sungguh-sungguh Belajar Mojok.co

Saya Sakit Hati Mahasiswa Universitas Terbuka Dituduh Cuma Kejar Gelar, Nyatanya Kami Sungguh-sungguh Belajar

24 September 2025
Dosen Bukan Lagi Manusia Setengah Dewa, tapi Memang Sudah (Cosplay) Jadi Dewa

Dosen Bukan Lagi Manusia Setengah Dewa, tapi Memang Sudah (Cosplay) Jadi Dewa

12 Januari 2024
Jasa Titip dan Antar Jemput Jadi Profesi Dadakan Mahasiswa UNNES yang Kepepet Butuh Duit

Jasa Titip dan Antar Jemput Jadi Profesi Dadakan Mahasiswa UNNES yang Kepepet Butuh Duit

17 April 2024

Menghadapi Anggapan Khalayak Acak soal Jurusan Ilmu Politik

8 Januari 2021
Semprotulation, Budaya Bodoh yang Menyusahkan Mahasiswa dengan Ekonomi Pas-pasan ujian skripsi sempro

Semprotulation, Budaya Bodoh yang Menyusahkan Mahasiswa dengan Ekonomi Pas-pasan

25 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.