Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
20 Juli 2026
A A
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di pertengahan tahun seperti ini, banyak universitas di Indonesia yang mengadakan program KKN bagi mahasiswanya. Mereka didorong untuk mengabdi dan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah langsung kepada masyarakat. Banyak daerah yang kemudian menjadi tempat mahasiswa untuk KKN.

Yang terdengar cukup kencang kabarnya adalah UGM yang menerjunkan kurang lebih 8.178 mahasiswa pada periode ini untuk mengabdi di seluruh Indonesia yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Saat kabar tersebut masuk ke media sosial, banyak netizen yang mengapresiasi, tapi nggak sedikit juga yang mempertanyakan bahkan mengkritik.

ADVERTISEMENT

Salah satu yang cukup bikin saya mengernyitkan dahi adalah ketika UGM akan menerjunkan KKN ke Jayapura. Ada yang malah mempertanyakan kenapa KKN di Jayapura yang dinilai adalah kota. Bukan di Papua Pegunungan atau Merauke yang dinilai lebih butuh. Perdebatan ini kemudian cukup mendapat atensi di kolom komentarnya.

Ada yang kemudian membela dengan “Sudah bagus ada KKN ke Papua, daripada Papua nggak tersentuh sama sekali” dan sebagainya. Menurut saya, pihak kampus pasti sudah mempertimbangkan berbagai hal sebelum memilih daerah tersebut sebagai tempat KKN termasuk faktor akses, ketersediaan relasi, serta faktor keselamatan dan keamanan.

Mungkin UGM memilih Jayapura daripada daerah lain di Papua karena aksesnya paling mudah dijangkau untuk KKN mahasiswa, relasi dengan daerah tujuan juga ada misalnya lewat Kagama, serta faktor keselamatan dan keamanan yang lebih baik.

KKN di kota itu nggak masalah, justru lebih sulit

Sependek pengetahuan saya yang pernah jadi mahasiswa dan pernah ikut KKN, yang mempertanyakan tentang kenapa KKN di kota, bukan di desa, merupakan hal lumrah di masyarakat awam. Sebagai contoh, pengalaman saya KKN di salah satu desa di sebuah kabupaten di Jawa Tengah juga merasakan hal yang sama.

Di hari awal-awal KKN, kami melakukan perkenalan dengan masyarakat. Tapi kemudian ada salah satu warga yang nyeletuk bertanya, “Kenapa KKN di sini mas? Di sini sudah maju.”

Kami merasa nggak ada salah juga pertanyaan tersebut. Memang, desa tempat kami KKN ini secara administratif adalah desa. Tapi secara sosiologis ini desa yang sudah sangat ramai, maju, dan metropolitan.

Baca Juga:

5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal!

Mungkin masyarakat awam menilainya kalau desa yang di pelosok lebih cocok untuk dijadikan lokasi pengabdian ketimbang wilayah yang sudah maju macam perkotaan. Tapi tunggu dulu, menurut saya KKN di kota atau daerah yang sudah terbilang maju juga tetap relevan kok. Jelas bukan karena nyari enak biar dekat sama kampus atau rumah.

Kota pun butuh

Setiap wilayah mau itu kota atau desa pasti punya potensi bahkan juga permasalahan. Nah, di situlah salah satu guna KKN untuk membantu mengembangkan dan memaksimalkan potensi daerah tersebut sekaligus menjawab persoalan yang ada dengan mengaplikasikan ilmu dari berbagai bidang studi yang sudah dipelajari di kampus.

Jadi, selain pedesaan, perkotaan tetap dirasa masih perlu itu setidaknya untuk membantu menjawab dan memecahkan masalah yang ada di masyarakat perkotaan. Itulah makanya harus dibarengi sama proker yang relevan dan lebih berdampak, nggak cuma plangisasi dan sosialisasi yang nggak perlu.

Sembari mengabdi, sebetulnya mahasiswa juga belajar

Judulnya aja kuliah kerja nyata, sudah pasti tujuan utamanya adalah belajar. Kalau komposisi bungkus makanan, bahan yang paling banyak harus dicantumkan paling depan. Dengan logika yang sama, maka di KKN porsi kuliah atau belajar adalah yang paling besar dan utama.

Sejatinya, mahasiswa nggak hanya memberi kepada masyarakat berupa berbagai program, aksi nyata, dan bantuan-bantuan lainnya tapi mahasiswa juga mendapat sesuatu dari masyarakat yaitu ilmu dan pengalaman yang nggak didapat di kampus. Ada ungkapan kalau belajar bisa dari mana saja, berarti KKN juga sangat bisa kalau dilakukan di kota nggak hanya di desa.

Lewat KKN, mahasiswa didorong untuk nggak cuma “ndekem” di ruang-ruang kelas dan perpustakaan saja. Tapi juga belajar langsung dengan melihat realitas sosial dan interaksi dengan masyarakat. Termasuk belajar dari dinamika masyarakat perkotaan yang juga sama insightful-nya dengan masyarakat desa.

Saya rasa beberapa poin ini jadi jawaban kenapa program KKN ada yang dilakukan di kota atau wilayah yang relatif sudah maju. Sebab, nggak ada salahnya juga KKN di kota, wong sama-sama mengabdi dan belajar. Bukan hanya nyari enaknya doang.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026 oleh

Tags: KKN di desaKKN di kotakkn mahasiswalokasi KKN
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

KKN itu Pengabdian Masyarakat, Bukan Menjilat Kelurahan (Unsplash) mahasiswa KKN, KKN di kota

Keuntungan KKN di Kota yang Nggak Bakal Dirasakan Kelompok yang KKN di Desa

17 Agustus 2024
Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh Upin dan Ipin

Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”

9 Desember 2023
KKN literasi

KKN Literasi Kerjanya Lebih Nyata Ketimbang KKN di Desa-Desa

21 Mei 2020
11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal!

11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal!

24 Agustus 2025
KKN dan Lomba 17 Agustus Combo Terbaik Mendapatkan Jodoh (Unsplash)

Berkat KKN dan Lomba 17 Agustus, Teman Saya Mendapat Jodoh dan Sekarang Resmi Tunangan

7 Agustus 2023
5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

25 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.