Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

Indah Sari Aropah oleh Indah Sari Aropah
21 Juni 2026
A A
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kala itu, sebelum berangkat kuliah, saya terkejut dengan penampakan di kos murah yang saya tinggali. Kagetnya bukan kepalang. 

Satu bangkai tikus mati mengenaskan dengan pose dramatis tepat di bawah motor saya. Saya berteriak histeris. Pantas saja bau racun tikus akhir-akhir ini tidak pernah absen. 

ADVERTISEMENT

Tinggal di kos murah dengan fasilitas lengkap adalah keajaiban. Bayangkan saja. Kos saya cuma Rp400 ribu per bulan. Fasilitasnya lengkap, meskipun harus rela tinggal bersama para lansia. Namun, saya sangat bersyukur. 

Pemilik kos murah ini baik dan ramah, meskipun sudah berumur dan tampaknya tidak begitu peduli dengan orang asing. Hampir dua tahun saya tinggal di kosan ini dan hampir setiap hari pula saya merasakan kekhawatiran. 

Saya merasa prihatin karena selama ini pemilik kos tidak terlalu peduli dengan lingkungan rumah. Mungkin sudah terlalu tua dan lelah untuk membersihkan rumah. Hanya tempat-tempat yang sering beliau lewati saja yang terlihat bersih.

BACA JUGA: Demi Hemat Ratusan Ribu, Saya Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi dan Berakhir dengan Penyesalan

Kos murah dengan pemandangan Barang Bekas

Kos murah yang saya tinggali ini bergaya klasik atau lebih tepatnya: tua. Terlihat dari pajangan dinding berisi foto-foto tahun 90-an. 

Sebetulnya kosan ini luas. Namun, terlihat sempit karena terlalu banyak perabotan tua. Entah sudah berapa tahun barang-barang bekas itu ada di sana

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

Sejak saya datang, gelagat pemilik kos murah ini menumpuk barang sudah kelihatan. Dan jujur saja, saya beberapa kali kesulitan mengeluarkan motor hanya karena barang-barang itu menumpuk sampai ke arah jalanan. 

Teman kosan saya juga merasa resah. “Kayaknya emang begitu deh, orang sudah tua, suka ngumpulin barang-barang bekas yang nggak berguna,” katanya.

Yah, saya sih berusaha maklum pada akhirnya. Mungkin, bagi si pemilik kos murah ini, barang bekas itu masih punya value.

Masalahnya, tumpukan perabot tua dan barang bekas itu melahirkan masalah. Kosan saya jadi sarang tikurs.

Sarang tikus

Awalnya saya hanya mencium bau menyengat dari lantai bawah. Tepatnya di pojok-pojok barang bekas. Tak jauh dari sumber bau busuk itu, ada meja makan pemilik kos dengan tudung saji berisi makanan. 

Saya tidak mengerti bagaimana perasaan pemilik kos. Kok bisa menikmati hidangan dengan bau busuk menyengat. Selain bau busuk, lalat hijau pun perlahan-lahan datang menghinggapi tudung saji.

Sampai beberapa hari berlalu, bau busuk itu tak kunjung reda. Ibu pemilik kos murah ini pernah meminta maaf kepada saya. Namun, setelah minta maaf, kok ya nggak lantas membersihkan. Saya yakin bangkai tikus yang mati karena racun ada lebih dari satu.

Benar saja, esok harinya, pemilik kos menemukan 2 ekor tikus mati. Sayangnya, setelah kejadian itu, bau bangkai tak kunjung mereda.

Bau racun tikus yang sangat mengganggu

Selain bau bangkai, ada juga bau racun tikus. Saya sampai tak tahan, ingin melayangkan protes tapi apalah daya hanya penghuni kos murah ini. 

Saya resah mengapa pemilik kos selalu menggunakan racun tikus? Mengapa tidak mencari alternatif lain. Misalnya, dengan membersihkan lingkungan rumah atau membuang barang-barang yang tidak terpakai. 

Bukankah lebih baik barang-barang itu diberikan pada para pengepul rongsokan. Kan malah jadi duit. Kebiasaan ini bisa menimbulkan penyakit jika tidak segera berubah.

Kos murah, tikus, dan kecoa

Suatu malam, tetangga kamar mengirim chat. Isinya adalah imbauan selalu menutup kamar. Hari itu, di kos murah yang selalu penuh ini, muncul kecoa. Sebenarnya ya wajar. Kecoa suka tempat kotor.

Ketika waktu menunjukkan tengah malam, selesai mengerjakan tugas, saya keluar dari kamar kos untuk pergi ke toilet. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri satu ekor anak tikus dan kecoa lewat di depan kamar kos menuju tangga. Duh!

BACA JUGA: Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

Mencoba memberi solusi ke pemilik kos murah itu

Keesokan harinya, saya dan tetangga kamar kos, memberanikan diri untuk memberi saran kepada pemilik kos murah ini. Misalnya dengan membersihkan barang bekas. Bahkan kami siap membantu tenaga. Namun, pemilik kos tidak mau memutuskan.

Kalau sudah begitu, tidak ada yang bisa kami lakukan. Sejak hari itu, saya hanya bisa bersabar dengan bau racun tikus.

Selain itu, ya tinggal menunggu waktu untuk angkat kaki. Buat pembaca, hati-hati dengan iming-iming harga kos murah.

Periksa dulu kondisi rumah. Jika terlalu kotor atau pemilik rumah enggan membersihkan, mending cari kos lain. Ingat, kesehatan itu nomor satu.

Penulis: Indah Sari Aropah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Hal-hal Absurd yang Hanya Terjadi di Kos Murah: Kamu Nggak Akan Menyangka Hal-Hal Seperti Ini Terjadi di Kosan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2026 oleh

Tags: alamat kos murahcara memilih kos murahkos murahkosanracun tikusrekomendasi kos murahrisiko tinggal di kos murahtikus
Indah Sari Aropah

Indah Sari Aropah

Mahasiswa semester 4 di Universitas Gadjah Mada. Menaruh perhatian pada isu lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Anak perempuan pemberani yang merantau demi harapan bapak dan ibuk.

ArtikelTerkait

Kosan Gerbang Belakang UNS: Surga Fasilitas dan Konsumsi (Jeffrey Beall via Wikimedia Commons) bakso UPT

Kosan Gerbang Belakang UNS: Surga Fasilitas dan Konsumsi

10 Desember 2022
Cari Kos Murah di Jogja Ibarat Mencari Jarum di Tumpukan Jerami 10 Ton, Susahnya Minta Ampun!

Cari Kos Murah di Jogja Ibarat Mencari Jarum di Tumpukan Jerami 10 Ton, Susahnya Minta Ampun!

17 Juli 2022
5 Faktor Kosan Murah selain Dituduh sebagai Kosan Angker Terminal Mojok

5 Faktor Kosan Murah selain Dituduh sebagai Kosan Angker

21 Januari 2021
Sayangku Ke Bleki Terhalang Racun Tikus Tetangga terminal mojok

Sayangku ke Bleki Terhalang Racun Tikus Tetangga

18 Agustus 2021
Niatnya Hemat Kos Murah, Malah Dapat Kamar Bekas Aborsi (Unsplash)

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

12 Januari 2026
5 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Punya Rumah Sendiri, Nanti Malah Merepotkan Mojok.co

5 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Punya Rumah Sendiri kalau Punya Malah Merepotkan

8 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Warga Jogja, Pantai Bantul Lebih Menarik untuk Dikunjungi Dibanding Pantai Gunungkidul

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

9 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026
5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing Mojok.co

5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing

8 Juli 2026
5 kuliner Jogja enak dan murah, bukti kota ini nggak mahal Brigitta Adelia/Mojok.co)

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

8 Juli 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.