Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

Achsani Taqwim Zidni oleh Achsani Taqwim Zidni
20 Mei 2026
A A
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat pertama kali merantau ke Jogja dahulu saya merasa beruntung dan bersyukur. Bagaimana tidak, saya bisa langsung dapat kos yang tampak nyaman dengan harga sangat terjangkau. 

Bayangkan saja, kalian ngekos di daerah Tamantirto Bantul dengan harga Rp3 juta setahun. Sebulan Rp250.000 saja.  Dengan harga segitu kalian sudah kasur dan meja kecil pula. Sebagai maba yang isi rekeningnya lebih tipis daripada modul ospek, itu jelas seperti menemukan harta karun

ADVERTISEMENT

Pada saat itu, saya survei bersama kakak. Kesan pertama kami sama, kos murah, nyaman, dengan ibu kos yang ramah dan rela direpoti. Beliau membantu saya mencari lemari. Bantuan tersebut sungguh menggerakkan hati yang waktu itu masih “buta” terhadap daerah Jogja. 

Ternyata itu hanya di permukaan. Kesan pertama yang penuh rasa syukur dan beruntung itu berubah jadi penyesalan di hari-hari berikutnya. 

Ibu kos suka ngutang ke penghuni kos

Beberapa minggu kemudian barulah terlihat wajah ibu kos yang sesungguhnya. Pada suatu hari ibu kos mengirimkan chat. Isinya bukan teguran atau informasi kos, melainkan chat meminjam uang. Pada waktu itu, ibu kos meminjam uang Rp150.000. Alasannya macam-macam, mulai dari beli buku sampai kebutuhan mendesak lainnya.

Jujur saja, chat itu menaruh saya pada posisi sulit. Sebab, saya tumbuh di lingkungan yang menghormati orang lebih tua. Saya bingung menolak permintaan tersebut. Namun, pada akhirnya, saya beranikan diri untuk menolak secara halus. 

Untungnya saat itu suasana masih aman. Tidak ada perubahan sikap. Saya pikir mungkin memang sedang benar-benar butuh.

Nominal uang yang dipinjam semakin besar

Setelah penolakan pertama itu, ternyata ibu kos tidak berhenti meminjam uang. Nominal yang dipinjam semakin besar lagi. Masuk bulan kedua, chat serupa datang dengan nominal Rp200.000-Rp300.000. Alasannya pun beragam, entah pulang kampung maupun kebutuhan keluarga. 

Baca Juga:

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

Saya mulai merasa tidak nyaman. Masa iya ibu kos malah rutin pinjam uang ke anak kos? Akhirnya saya menolak lagi. Eh, chat serupa masih datang lagi dan lagi di bulan-bulan berikutnya. 

Polanya hampir sama, ibu kos pinjam untuk kebutuhan sekolah anak, uang buku anak, kegiatan sekolah anak, sampai SPP anak. Saya yang awalnya merasa tinggal di kos murah dan nyaman, lama-lama jadi ketar-ketir tiap lihat notifikasi WhatsApp masuk.

Lucunya, selama kos di situ, saya lebih takut chat pinjaman uang daripada chat ditagih uang kos. Sampai akhirnya saya memberanikan diri ngobrol dengan beberapa penghuni lama. Kupikir mungkin cuma saya yang mengalami. Ternyata saya terlalu polos.

Salah satu abang kos yang lebih lama tinggal di situ, sekitar lima atau enam tahun, akhirnya mengaku pernah dipinjami uang hingga jutaan rupiah oleh ibu kos. Nominalnya sampai tiga juta dan belum kembali penuh. Dan, di tengah penghuni kos lama, ibu kos memang sudah terkenal suka ngutang ke penghuni kos. 

Beberapa dari mereka tetap meminjamkan uang ke ibu kos. Bukan karena percaya, tapi karena tidak enak. Mereka merasa tidak enak karena kosnya memang murah, aturan tidak ketat, dan tidak ribet. “Jadi kadang kita bantu aja,” begitu kata mereka. 

Relasi jadi nggak sehat

Sejauh pengamatan saya pada waktu itu, bisa disimpulkan relasi antara penghuni dan ibu kos tidak sehat gara-gara utang. Penghuni kos merasa “berutang kebaikan karena sudah diberi harga murah dan kebebasan. Sementara, ibu kos seperti memanfaatkan rasa sungkan itu menjadi celah untuk terus meminjam uang.

Saya mulai mengerti kenapa beberapa penghuni lama terlihat pasrah kalau cerita soal ibu kos. Mereka bukan tidak sadar sedang dimanfaatkan. Mereka cuma sudah terlalu sungkan untuk benar-benar menolak. Dan, sebagai maba yang baru merasakan hidup mandiri, saya jelas masuk target empuk.

Puncaknya, suatu waktu saya akhirnya luluh akan permintaan pinjaman ibu kos. Saya meminjamkan sekitar Rp500.000. Nominal yang buat mahasiswa tentu lumayan besar. Waktu itu saya masih berpikir positif, “Ah, nanti juga dibalikin.” Ternyata, hal itu tidak pernah terjadi. 

Akhirnya kakak saya menyarankan pindah kos. Katanya lingkungan seperti itu tidak sehat buat mahasiswa yang masih belajar hidup mandiri. Dan benar juga. Kadang masalah hidup anak kos bukan cuma kamar sempit, kamar mandi antre, atau mie instan tiap akhir bulan. Kadang yang lebih melelahkan justru relasi sosial yang aneh dan bikin serba salah.

Kos saya pada waktu itu mungkin cuma Rp3 juta setahun. Murah sekal, tapi ternyata ada cicilan emosional yang ditagih hampir tiap bulan.

Penulis: Achsani Taqwim Zidni
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2026 oleh

Tags: ibu koskoskos jogjakos murah jogjakos-kosan jogja
Achsani Taqwim Zidni

Achsani Taqwim Zidni

ArtikelTerkait

kos murah 300 ribuan di solo

Kekurangan-kekurangan yang Mesti Diterima dari Kos 300 Ribuan di Solo

26 Desember 2021
5 Alasan Buka Usaha Kos Putri Lebih Tekor daripada Kos Putra Mojok.co

5 Alasan Buka Usaha Kos Putri Lebih Tekor daripada Kos Putra

19 April 2025
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026
Ngekos di Pogung Sleman Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Jalannya yang Menyesatkan Mojok.co

Ngekos di Pogung Sleman Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Jalannya yang Menyesatkan

18 Juni 2024
Niatnya Hemat Kos Murah, Malah Dapat Kamar Bekas Aborsi (Unsplash)

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

12 Januari 2026
Rekomendasi Tempat Tinggal bagi Mahasiswa Prasejahtera terminal mojok

Rekomendasi Tempat Tinggal bagi Mahasiswa Prasejahtera

17 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.