Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
8 Mei 2026
A A
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian sudah dengar? Lagi ramai berita soal Hantavirus yang menyebabkan 3 orang di kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia. Kapal tersebut sempat ditolak beberapa negara untuk pemeriksaan dan karantina karena ada kekhawatiran penularan. Ngeri, ya?

Kalau kalian ketinggalan beritanya, biar saya ceritakan sedikit. Jadi, ada suami istri naik kapal pesiar, singgah di pulau-pulau terpencil, termasuk South Georgia dan Nightingale Island. 

Ndilalah, di dua pulau ini, ada banyak banget satwa liar. Nah, ada kemungkinan, pasutri ini terkena Hantavirus pas lagi di sana. Meski, ada kemungkinan juga sudah kena sejak sebelum boarding. Soalnya, masa inkubasi virus ini cukup lama. Rata-rata 2-4 minggu, bahkan sampai 8 minggu. 

Yang jelas, menurut kabar yang beredar, gejala awal infeksi Hantavirus pada pasutri ini sudah mulai terlihat 5 hari setelah kapal berangkat dari dari Ushuaia, Argentina, pada tanggal 1 April. Kemudian, pada tanggal 11 April, sang suami meninggal dan istrinya menyusul beberapa hari setelahnya. 

Yang membuat keadaan semakin chaos adalah, ada penumpang lain yang terkonfirmasi tertular. Sampai saat ini di kapal pesiar tersebut, dengan 147 penumpang yang ada, dikabarkan ada 8 kasus Hantavirus.

Dan muncullah ketakutan itu. Ketakutan akan penularan antar manusia di kapal pesiar. Dalam skala yang lebih besar, ketakutan akan adanya pandemi jilid dua.

Apa sebenarnya Hantavirus?

Sebenarnya, Hantavirus bukan virus baru. Virus ini pertama kali ditemukan ketika Perang Korea tahun 1950-an. Setelah berbagai penelitian, barulah diketahui bahwa virus tersebut berasal dari tikus. 

Kalau kalian pikir Hantavirus ini sama dengan Leptospirosis karena sama-sama disebabkan oleh tikus, nggak, ya. Keduanya berbeda.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Kalau Leptospirosis, disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira. Bakteri ini hidup di dalam ginjal hewan yang terinfeksi (seperti tikus, anjing, sapi, atau babi) dan dikeluarkan melalui urine mereka ke lingkungan. Gejala khas dari Leptospirosis ini adalah nyeri otot yang parah, terutama pada bagian betis dan punggung bawah. 

Sedangkan Hantavirus disebabkan oleh virus dari genus Orthohantavirus. Penularan Hantavirus bisa lewat kotoran, urine atau air liur tikus yang terinveksi. Gejalanya mulai dari demam tinggi, mual, lalu bisa cepat jadi sesak napas parah, hingga komplikasi pada ginjal. Pokoknya, perkembangan gejala dari awal ke kritis ini bisa sangat cepat. 

Risiko global Hantavirus kabarnya masih rendah

Karena perkembangan gejala yang sangat cepat inilah, publik jadi resah dan gelisah. Mereka khawatir akan terjadi penularan ketika para penumpang sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Ya, saat ini WHO memang memberikan instruksi agar para penumpang kapal pesiar tersebut diisolasi selama 45 hari untuk dipantau perkembangannya. 

Namun, apakah itu artinya Hantavirus ini tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi pandemi? Semoga tidak. Pasalnya, sejauh ini, kemungkinan Hantavirus menjadi pandemi masih tergolong kecil. Hal ini disebabkan oleh jendela penularan yang sempit, masa awal gejala yang singkat, serta perburukan kondisi ke gagal napas (ARDS) yang terjadi sangat cepat.

Sederhananya, seperti yang sudah saya jelaskan di awal, virus ini bekerja cepat, bahkan terlalu cepat. Sehingga, penderitanya bisa langsung tumbang sebelum sempat jalan-jalan dan menularkan ke banyak orang. Umumnya, pasien Hantavirus biasanya sudah harus masuk rumah sakit atau menjalani isolasi karena kondisinya yang drop seketika.

Ibarat kata, Covid-19 itu seperti bara api dalam sekam yang asapnya tidak kelihatan tapi tau-tau sudah membakar seisi pasar. Sedangkan Hantavirus itu seperti ledakan petasan yang suaranya sangat keras dan dampaknya langsung terlihat. Itu sebabnya, WHO menilai risiko global dari event ini adalah rendah.

Tetap tenang, jangan panik

Nah, karena WHO sudah menilai bahwa risiko global dari event ini adalah rendah, maka, please, jangan panik. Ingat, dolar sudah nembus 17ribu. Kalau terjadi kepanikan, tentu tidak menguntungkan dari sisi ekonomi karena bisa menimbulkan panic buying. 

Takutnya, situasi ekonomi jadi semakin sulit, dolar makin melejit. Jangan sampai ketakutan kolektif malah mengundang kebijakan ekstrem seperti lockdown jilid dua, yang akhirnya bikin tagar #dirumahsaja jadi kembali ramai. Duh, amit-amit. Nggak kebayang kalau setiap hari harus diisi lagi dengan mengaduk Dalgona. 

Langkah terbaik saat ini adalah tetap tenang sambil terus memantau informasi tentang Hantavirus. Yang lebih penting, menjaga kebersihan diri, kebersihan rumah, dan tentu saja lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus. 

Jika menemukan ada kotoran atau air kencing tikus di rumah, sebaiknya jangan langsung kamu sapu dalam keadaan kering. Siram terlebih dahulu dengan disinfektan dan selalu gunakan masker saat bersih-bersih untuk mencegah terhirupnya partikel berbahaya.

Terakhir, jangan lupa untuk selalu berdoa supaya kita dihindarkan dari segala marabahaya. Stay safe, ya, Guys!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman sebagai Keluarga Penyintas COVID-19 dan Tips Menghadapi Situasi Darurat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2026 oleh

Tags: apa itu Hantaviruscovid-19hantavirusHantavirus itu apaHantavirus menularkoreaKorea Selatanpandemipenyebab Hantavirustikus
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Fenomena Banyak Idol K-Pop dari Jepang, Orang Korea Sebenarnya Benci atau Sayang_ terminal mojok

Fenomena Banyak Idol K-Pop dari Jepang, Orang Korea Sebenarnya Benci atau Sayang?

29 April 2021
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Bolehkan Orang yang Sudah Vaksinasi Covid-19 Mendonorkan Darahnya?

18 Agustus 2021
Terawan Ngeprank Masyarakat, Sekarang Giliran WHO Ngeprank Terawan terminal mojok.co

Terawan Ngeprank Masyarakat, Sekarang Giliran WHO Ngeprank Terawan

12 November 2020
Indonesia Pakai Daun Pisang, Korea Pakai Daun Teratai Buat Membungkus Makanan terminal mojok

Korea Pakai Daun Teratai buat Bungkus Makanan

8 Desember 2021
5 Drama Korea Hasil Remake Drama Negara Tetangga yang Gagal Total, Mending Nonton Versi Aslinya Mojok.co

5 Drama Korea Hasil Remake Drama Negara Tetangga yang Gagal Total, Mending Nonton Versi Aslinya

13 Mei 2024
Bantal Duduk dan Mitos Pemantik Keberuntungan Ujian di Korea Selatan Terminal Mojok

Bantal Duduk dan Mitos Pemantik Keberuntungan Ujian di Korea Selatan

17 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Sastra Inggris Percuma Kuliah, Kursus Aja Udah Cukup (Unsplash)

Meski Dianggap Jurusan yang Tidak Relevan dengan Industri, Saya Malah Bangga Masuk Jurusan Sastra Inggris

4 Mei 2026
Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

7 Mei 2026
Menyesal Beli Motor Impian Honda Astrea Prima karena Akhirnya Cuma Nambah Beban Hidup Mojok.co astrea bulus

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

5 Mei 2026
Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced Mojok.co

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

4 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat
  • Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan
  • Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri
  • Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan
  • Kuliah di UIN dengan Ekspektasi Tinggi: Berujung “Terkecoh” karena Fakta Tak Sesuai Tampilan Luar dan Menyimpang
  • Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.