Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
7 Juli 2026
A A
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, banyak orang tua selalu bilang, kalau ingin hidupmu enak, ya kuliah. Kalimat itu terdengar seperti hukum sosial yang tak terbantahkan, sekolah tinggi sama dengan masa depan cerah. Begitupun di lingkungan saya, ketika ada anak diterima di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), bahagianya luar biasa. Bahkan, bisa jadi obrolan warga sekampung.

Sayangnya, biaya UKT yang tak sedikit sering kali menjadi masalah. Tapi, kadang keluarga tetap rela jungkir balik karena percaya gelar sarjana akan membayar semuanya. Nah, keyakinan itu belakangan mulai goyah. Bukan karena kampusnya jelek, melainkan karena semakin banyak cerita yang berakhir dengan omongan, itu kuliah tinggi-tinggi tetap nganggur.

ADVERTISEMENT

Ya, akhirnya yang bikin kepikiran bukan lagi biaya masuk kuliah saja, tapi juga harapan bahwa setelah wisuda nasib benar-benar berubah. Itulah yang sering saya dengar dari para alumni UTM.

Alumni UTM selalu jadi harapan karena kuliahnya mahal

Saya akui fenomena mahasiswa baru yang mengundurkan diri memang hampir terjadi di seluruh kampus negeri di Indonesia, salah satunya juga di Universitas Trunojoyo Madura. Keponakan saya contohnya, ia memilih tidak jadi kuliah karena memperoleh UKT 2 juta 500 ribu. Itu bukan angka yang kecil bagi penghasilan orang tuanya, makanya ia menunda mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Hal ini bukan kasus pertama yang saya temui. Siswa saya tahun-tahun sebelumnya banyak pula yang akhirnya memilih mengundurkan diri.

FYI, masalah ini bukan faktor biaya UKT yang tinggi saja, tapi juga memikirkan bagaimana kedepannya. Worth it nggak kuliahnya? Sebab, banyak pula alumni UTM dekat-dekat rumah saya yang akhirnya juga sama susahnya ketika ingin mencari kerja. Tak jauh beda dengan para lulusan SMA yang fresh graduate. Nah jika demikian, siapa yang akhirnya paling menanggung beban pikiran, tentu saja yang sudah kuliah bertahun-tahun.

Yah, sudah makan usia, tenaga, dana, dan lain sebagainya. Eh, pas lulus sama saja. Akhirnya, ya cuma jadi omongan tetangga. 

Mau merantau makin banyak saingan

Katakan seandainya sebagai alumni UTM kita sudah dapat pekerjaan di Madura, menerima penghasilan UMR di sini pun sebetulnya kami hanya terpaksa bersyukur. Sebab memang seperti tidak ada pilihan lain. Persaingan dunia kerja di sini lebih mudah, karena sarjananya sedikit, tapi lowongan kerjanya juga sedikit. Mungkin karena alasan itu pulalah yang bikin penghasilan kita cuma seuprit.

Baca Juga:

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

Tapi, kalau pun harus merantau ke luar Madura, problemnya akan lebih parah. Saya tidak percaya bahwa mencari pekerjaan itu tergantung orangnya. Di dunia kerja, perusahaan sering pula lebih melihat kamu lulusan mana, atau mungkin juga asal daerahnya dari mana. Saya tak bermaksud membuat kita pesimis, tapi kalau sudah di rantauan, kita bersaingnya juga bakal ketemu lulusan-lulusan kampus top lain.

Haduh, bingung kan. Belum lagi kalau bahas stigma yang melekat pada Madura. Hm, malah bikin insecure.

Memilih menganggur saja di kampus

Selain dua hal di atas, akhirnya ada keputusan lain yang juga kerap dipilih mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura saat berhadapan dengan rasa bingung setelah lulus. Katanya, mereka lebih memilih menetap saja di lingkungan kampus. Mungkin alasan yang sering diutarakan karena skripsinya tidak selesai-selesai, tapi beberapa sebetulnya memang sengaja ingin menunda kelulusan. Sebab, kalau sudah diwisuda, mau nggak mau haru pulang dan cari kerja.

Ini bukan saya mengada-ada, tapi memang demikian yang banyak diceritakan oleh teman-teman saya. Bahkan, yang sudah lulus pun kadang tak berani kalau harus meninggalkan lingkungan kampus. Jadi, mereka tetap mencari kesibukan disana, ngopi tiap malam, ikut organisasi, mantau demonstrasi, mengkader adik-adik, pokoknya full sibuk. Hehehe.

Demikian cerita dari saya mengenai kondisi alumni Universitas Trunojoyo Madura. Ya, saya akui ini sebetulnya tidak hanya dialami oleh lulusan UTM saja, saya yang alumni UNESA saja juga merasa demikian. Mungkin juga semua lulusan sarjana di Indonesia. Yah, saya harap pemerintah bisa peka dengan masalah ini, dan tentunya ngasih solusi. Sekian!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Terang Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura yang Jarang Disadari Banyak Orang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2026 oleh

Tags: maduraprospek lulusan UTMumr madurauniversitas trunojoyo maduraUTM
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

3 Maret 2025
Repotnya Warga Kecamatan Pasongsongan Sumenep ketika Belanja Online, Perlu "Pindah" Kecamatan Dulu Mojok.co

Repotnya Warga Pasongsongan Sumenep ketika Belanja Online, Perlu “Pindah” Kecamatan Dulu

12 Januari 2024
Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Sini Mojok.co

Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Kabupaten Tertinggal Ini

17 Januari 2024
Tiga Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja gen z

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
5 Rekomendasi Merek Sarung buat Kamu yang Hipster Abiezzz madura

Surat Edaran tentang Penggunaan Sarung di Kampus Madura Adalah Langkah yang Tepat

26 November 2022
Jembatan Suramadu: Penghubung Antarpulau Sekaligus Portal Mesin Waktu Surabaya dan Madura

Jembatan Suramadu: Penghubung Antarpulau Sekaligus Portal Mesin Waktu

17 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun Mojok.co jurnal

Tugas Akhir Jurnal sebagai Pengganti Skripsi Bukan Solusi kalau Budaya Riset Kampus Masih Setengah Hati

1 Juli 2026
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026
Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

4 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

4 Juli 2026
Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka Mojok.co

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

2 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.