Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
9 Juli 2026
A A
Sebagai Warga Jogja, Pantai Bantul Lebih Menarik untuk Dikunjungi Dibanding Pantai Gunungkidul

Sebagai Warga Jogja, Pantai Bantul Lebih Menarik untuk Dikunjungi Dibanding Pantai Gunungkidul (Elang Wardhana via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Berlokasi di selatan Pulau Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta punya garis pantai yang cukup panjang. Tiga kabupaten di provinsi ini, yaitu Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul ini kebagian garis pantainya. Uniknya, meskipun sama-sama berasal dari Samudera Hindia, lanskap pantainya berbeda-beda.

Pantai di Kabupaten Bantul cenderung memiliki garis pantai yang panjang dengan ombak besar dan pasir hitam. Sementara itu, pantai di Kabupaten Gunungkidul lebih beragam dengan karakteristik berbeda-beda karena ada pantai yang pasirnya hitam maupun putih, bertebing karst, hingga pantai kecil dan tersembunyi.

Saya tinggal di Jogja Kota yang mana sama-sama jauh dan sama-sama harus effort jika pengin main ke pantai. Pantai Bantul mungkin tampak lebih boring dibandingkan pantai Gunungkidul yang sering berseliweran tampil di feeds Instagram. Tapi jika keduanya dibandingkan, sebagai warga lokal saya merasa pantai Bantul jauh lebih worth dibandingkan pantai Gunungkidul.

#1 Akses pantai Bantul jauh lebih mudah

Ibaratnya, kalau saya mau main ke pantai Bantul, saya nggak perlu mempersiapkan apa pun selain bensin untuk kendaraan saya. Soalnya, akses jalan menuju pantai Bantul itu sangat mudah. Jalan relatif datar, tikungan sedikit, nggak banyak tanjakan panjang, dan tentunya lebih nyaman untuk pengguna motor matic seperti saya.

Sementara untuk sampai ke pantai Gunungkidul, saya harus menyiapkan kendaraan dengan sangat prima, seakan-akan saya mau pergi touring ke luar kota. Sebelum bisa tiba di pantai yang estetik, kita harus menaklukkan banyak tanjakan dan turunan serta jalan yang berkelok di sepanjang Gunungkidul. Pemula maupun pengguna motor tua atau matic pasti akan merasa lebih capek.

#2 Pantai Bantul cocok untuk healing dadakan

Mengingat hampir nggak butuh persiapan apa pun menuju ke sana, pantai Bantul sangat cocok disambangi untuk healing dadakan. Semisal tiba-tiba jam 2 siang kita pengin mantai, bisa banget kok main ke pantai Bantul.

Perjalanan menuju pantai Bantul nggak begitu makan waktu dan tenaga. Pulang malam pun nggak perlu takut karena jalur lintas selatan tetap ramai meskipun sudah malam. Hal ini karena banyak perkampungan hingga penjual makanan di sepanjang jalur pulang.

Saya jadi ingat video TikTok yang pernah saya tonton. Pelancong pantai Gunungkidul pulang kemalaman lalu di perjalanan pulang harus melintasi hutan dan jalur sepi, sementara nggak ada penerangan yang memadai dan nggak ada pengendara lain yang menemani. Kan jadi horor.

Baca Juga:

Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

#3 Lebih ramah di kantong

Mantai dengan suasana yang merakyat bisa kita rasakan di pantai Bantul. Nggak perlu takut harga makanan kemahalan, jajan di sekitar pantai Bantul harganya cenderung lebih terjangkau.

Misalnya, di Pantai Depok kita bisa mencicipi hidangan seafood dengan harga yang lebih murah dibandingkan di Pantai Indrayanti, lengkap dengan kelapa mudanya. Selain itu, pulang dari pantai kita juga bisa beli hasil panen langsung dari petani.

Beberapa waktu lalu bapak dan ibu saya main ke Pantai Goa Cemara, lalu pulang membawa oleh-oleh bawang merah yang dibeli dari petaninya langsung. Harganya Rp44 ribu per kilo, sementara harga di pasar di Jogja Rp60 ribu per kilo. Saya juga sering kali mampir beli ubi jika kebetulan lagi main di pantai tersebut. Terkadang harga yang ditawarkan di sekitar pantai Bantul ini jauh lebih bersahabat dibandingkan beli di pasar di Jogja.

#4 Cocok untuk menikmati suasana, bukan untuk berburu konten

Warga lokal main ke pantai belum tentu untuk berburu foto yang estetik untuk memperbarui feed Instagram. Pantai menjadi salah satu tempat bagi warlok untuk sekadar duduk, makan Pop Mie, minum kopi, sembari melihat matahari tenggelam. Terkadang juga pantai menjadi tempat makan bareng keluarga di atas tikar.

Oleh karena itu, warlok yang memang tinggal di situ dan punya banyak waktu untuk mengeksplorasi pantai yang berbeda lain waktu nggak butuh “tour de pantai”. Wisatawan dari luar Jogja yang main ke Gunungkidul umumnya sekalian main ke tiga pantai karena sayang sudah jauh-jauh datang. Di pantai Bantul, satu pantai cukup, tapi duduk melamunnya tiga jam.

Pantai Gunungkidul memang menawarkan aktivitas yang lebih beragam, seperti snorkeling, cliff view, hingga camping. Tapi sebagai warlok, saya masih merasa bahwa pantai Gunungkidul itu lebih cocok dikunjungi kalau ada teman atau saudara dari luar kota. Soalnya pantainya lebih “wah” dan lebih banyak hal yang bisa mereka cicipi langsung di pantai Gunungkidul.

Tapi bagi saya sebagai warlok, sekadar duduk diam sambil menikmati terpaan angin dan suara deburan ombak di pantai Bantul sudah sangat cukup. Mungkin sesekali saya main ke pantai Gunungkidul, tapi paling beberapa tahun sekali. Untuk tempat healing rutin, pantai Bantul lebih worth it.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Mengecewakan Berkunjung di Pantai Baru Bantul: Terganggu Keberadaan Kapal Nelayan dan Tatanan Pantai yang Terlalu Curam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2026 oleh

Tags: BantulGunungkidulpantai bantulpantai gunungkidulpantai jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Kawasan Bukit Patuk Gunungkidul: Jalur yang Memanjakan Mata sekaligus Sumber Derita Para Pengendara imogiri alun-alun gunungkidul

Patuk dan Imogiri: Dua Jalur Paling Dilematis Sobat Nglaju Gunungkidul, Pilih Mana Saja, Tetap Kena Masalah!

4 Mei 2025
Kasta Tempat Duduk di Stadion Sultan Agung Bantul terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Stadion Sultan Agung Bantul

6 Januari 2022
Cikarang Gudang Kejadian Aneh Melebihi Bantul dan Cilacap (Unsplash)

Cikarang, Daerah Paling Aneh yang Bikin Keanehan di Bantul dan Cilacap Terasa Biasa Saja

24 Oktober 2023
Wisata Mendunia, Jalanan Gunungkidul (Tetap) Gelap Gulita

Wisata Mendunia, Jalanan Gunungkidul (Tetap) Gelap Gulita

31 Agustus 2022
Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi wisata jeglongan sewu

Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi

11 Agustus 2022
Wahana Uji Nyali Tersebut Bernama Jalan Magelang!

Wahana Uji Nyali Tersebut Bernama Jalan Magelang!

7 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026
Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi (Pexels) malang

Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

25 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.