Pejabat Pemkab Bangkalan kenapa sih?
Sudah sejak awal, hubungan rakyat dan pejabat pemerintah itu ibarat majikan dan pelayannya. Rakyat sebagai majikan, pejabat pemerintah sebagai pelayan. Mereka melayani rakyat dengan baik, kami pun menggaji mereka dengan baik melalui pajak.
Wes, cukup itu saja transaksi antara keduanya. Nggak ada yang lain.
Tapi, Gaes, untuk kasus pejabat pemerintah di kabupaten saya, Bangkalan Madura, beda lagi. Pejabat di sini itu sudah digaji, masih juga pengen dipuji. Kebayang tidak, kalian di rumah punya pembantu, sudah digaji dengan baik, tapi kelakuannya hanya caper aja ke kalian. Bukannya kagum, kalian pasti melihatnya malah cringe, aneh, bin nggak jelas.
Nah, itulah yang saya rasakan melihat kelakukan pejabat di Kabupaten Bangkalan. Saking ingin dipujinya, kinerja mereka terlihat lebay.
Bikin pasar murah, tapi yang datang cuma pejabat daerah Bangkalan
Kelakuan caper pertama yang baru saja terjadi, bisa dibilang juga mengundang emosi, yakni program pasar murah. Minggu lalu, Pemkab Bangkalan sempat mengadakan Gerakan Pasar Murah. Entah, program ini sudah dikaji atau sekedar ritual bulan Ramadan saja, saya tidak tau sih. Tapi hasilnya nol, pasar murahnya sepi.
Tidak hanya sampai di situ, Pemkab Bangkalan akhirnya mengeluarkan strategi baru.
Minggu ini pasar murah ini diadakan lagi. Bedanya, pemkab membuat surat edaran agar semua pejabat di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Bangkalan menghadiri acara tersebut. Jelas, ini supaya keliatan ramai aja, sebab minggu sebelumnya pasar murahnya gagal. Kalau kita renungkan, ini adalah keputusan yang tidak bijak. Penguasa malah terlihat memanfaatkan wewenangnya hanya untuk menyembunyikan kegagalan program mereka.
Haduh, de’emma pak/bu? Makanya, Pak, kalau nggak penting nggak usah diadain. Kaji dulu programnya! Jangan seremonial mulu.
Apa fungsi ngucapin selamat 1 tahun kepemimpinan?
Hal lebay berikutnya yang bikin saya mual adalah ucapan selamat untuk 1 tahun kepemimpinan. FYI, kepemimpinan Bupati Bangkalan dimulai 20 Februari tahun lalu. Nah, memasuki satu tahun kepemimpinannya kemarin, banyak akun resmi OPD di Bangkalan yang ngucapin selamat dan sukses atas 1 tahun kepemimpinannya!
Mohon maaf, tapi tolong jelasin, ini urgensinya bagi kemajuan kabupaten kita apa sih. Alay banget!
Yang berhak mengapresiasi dan memuji kinerja pejabat pemerintah itu cuma satu, yakni rakyat. Berhasil nggaknya pemkab itu rakyat yang berhak menilai. Kalian-kalian ini tugasnya pun hanya satu, yakni fokus kerja saja. Tidak perlu disibukkan dengan bikin pamflet ucapan 1 tahun kepemimpinan.
Ini kaya, kalian kerja sendiri, saking nggak ada yang muji, kalian akhirnya muji-muji sendiri. Kasian sekali!
Kurangi drama, tingkatkan kinerja
Terakhir, saya katakan, kalian harus tahu bahwa akun media sosial pemkab itu adalah akun instansi bukan akun pribadi. Jadi, kurang pas jika akun media sosial pemkab dibuat untuk bikin laporan kalau bupati dan wakil bupatinya lagi darusan. Apa untungnya coba, apakah dengan postingan tersebut warga kita akan tobat, angka kriminal akan turun, curanmor hilang dari bumi Bangkalan? Tidak semudah itu, Ferguso.
Semua kekacauan yang ada di kabupaten ini tidak akan hilang cuma dengan postingan instagram, tapi dari kinerja pejabat pemerintahnya yang bisa diandalakan.
Ya, sekali lagi, daripada bapak/ibu pejabat ini sibuk cari perhatian tapi nggak ada manfaatnya, malah ujung-ujungnya terlihat lebay, mending fokus saja perbaiki kinerja kalian. Rakyat Bangkalan tetap gini-gini saja ini bukan karena apa, ya karena pejabat pemerintahnya belum serius kerjanya. Dosa loh, pak/bu. Intinya, kurang-kurangi deh kelakuan-kelakuan sok pengen dipuji itu! Percuma!
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













