Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
30 April 2026
A A
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah ramainya rencana penutupan prodi yang tidak relevan dengan industri, agaknya pecinta Sosiologi adalah kelompok yang pikirannya langsung merasa terganggu. Sebab, jika kita mengurutkan mana saja prodi yang tidak relevan itu, bisa jadi Sosiologi menjadi yang teratas. Belum lagi, framing tentang jurusan beberapa tahun belakang memang terdengar kurang berpihak pada Sosiologi.

Dari berbagai sumber, Sosiologi sering disimpulkan sebagai prodi yang jangan diharapkan. Mulai dari prospeknya yang buram, alumninya yang bekerja tidak sesuai bidang, hingga mahasiswanya yang katanya banyak menyesal.

Yah, sebagai lulusan Sosiologi saya tidak apa-apa dengan data tersebut. Semua punya pandangan masing-masing, tapi simpulan demikian bukan berarti bisa menjadi alasan untuk menghapus prodi ini. Apalagi jika dihubungkan dengan ketidakrelevanan ilmu Sosiologi dengan dunia industri. Asal kalian tahu, bangsa kita ini sangat butuh orang-orang yang mendalami Sosiologi.

Industri memanglah bukan prioritas di prodi Sosiologi

Sebagai alumni prodi Sosiologi, saya dengan bangga mengakui bahwa industri memanglah bukan prioritas Sosiologi. Malah sebaliknya, banyak ilmuwan Sosiologi yang mengkritik keras atas kekacauan dunia industri. Tak perlulah saya sebutkan semua tokohnya, Karl Marx saja sebagai tokoh sentral yang banyak memengaruhi sosiolog selanjutnya gagasan utamanya adalah kritik ekonomi.

Tapi, bukan berarti sosiolog itu full tidak mendukung pada dunia industri. Ia hanya meresahkan dunia demikian yang ternyata kurang memberikan keadilan. Gaji yang tak ideal, jam kerja yang kebablasan, jaminan keselamatan, dan segala hal tentang keadilan bagi para pekerja.

Maksud saya, fokus Sosiologi itu, Sosiologi industri terutama, memang bukan bagaimana industri mengumpulkan keuntungan, tapi bagaimana keuntungan yang terkumpul itu bisa menjamin kesejahteraan warganya!

BACA JUGA: Saya Malu Jadi Mahasiswa Jurusan Sosiologi, Jurusan Paling Sia-sia dan Selalu Kalah dengan Anak Teknik dan MIPA

Bangsa ini butuh ilmuwan Sosiologi

Menurut saya, bangsa ini sekarang butuh lebih banyak lagi orang-orang yang punya hati nurani, dan ketahuilah, sebetulnya mereka sedang berkumpul di prodi Sosiologi. Mungkin ya, banyak yang bilang, saking luasnya kajian masyarakat dalam Sosiologi, prospeknya malah tidak jelas. Berbeda dengan disiplin ilmu sosial lain yang kajiannya begitu spesifik, mereka masa depannya seperti sudah sangat konkret!

Baca Juga:

Nyinyirin Jurusan Sosiologi Unej, Lalu Bersyukur karena Jurusan Ini Justru Memberi Banyak Bekal buat Lanjut S2

Pengalaman Kuliah Jurusan Sosiologi Universitas Andalas, Tidak Menyesal karena Merasa Tersesat di Jalan yang Benar

Tapi lagi-lagi, kalian harus paham bahwa fakta demikian bukan berarti bahwa Sosiologi itu harus kita buang. Sosiologi harus tetap kita hidupkan, sebab penekanan Sosiologi itu the real cuma kemanusiaan.

Misal nih kita belajar Sosiologi politik, kita nggak fokus bagaimana cara mendapatkan kekuasaan, tapi bagaimana kekuasaan itu bisa memberikan rasa aman bagi rakyatnya. Lalu, misal kita belajar Sosiologi pendidikan, kita nggak sibuk cari cara bagaimana menyuapi ilmu pada siswa, tapi juga menganalisis yang kita suapi itu enak nggak sih buat mereka, atau malah terpaksa.

Yah, itulah mengapa saya bilang kenapa bangsa ini butuh sama prodi Sosiologi.

Pemerintah harusnya ikut mencintai

Dari alasan yang telah saya jelaskan di atas, maka alih-alih menghapus, menurut saya pemerintah seharusnya ikut membranding prodi ini. Sebab, semangat kemanusiaan di prodi Sosiologi itu begitu menyala. Ya, bagaimana tidak menyala, hampir semua mata kuliah yang diomongin di prodi ini cuma gimana caranya supaya masyarakat itu bisa hidup adil, aman, nyaman, dan damai.

Sayangnya, kita tahu, sudah lama Sosiologi itu jadi ilmu yang kerap disepelekan. Misal di SMA, pembagian kelas IPS dan IPA bikin Sosiologi jadi ilmu paling inferior, sebab dialah induk dari semua ilmu sosial.

Lalu di pendidikan tinggi, Sosiologi kadang dianggap hanya sebagai pelengkap FISIP. Kadang tuh, ilmu komunikasi punya ruang siaran radio, anak HI punya ruangan simulasi sidang PBB, ilmu sejarah punya museum, geografi punya lingkungan terbuka hijau. Sosiologi punya apa? Disuruh ke lapangan, sebab katanya laboratorium mereka ya kehidupan sosial. Haduh!

Demikianlah pendapat saya tentang prodi Sosiologi, ilmu yang paling manusiawi, tapi terancam ditutup karena nggak relevan sama dunia industri.

Ya, saya harap pemerintah lebih bijak dalam menentukan keputusan ini. Menutup atau membuka prodi itu alasannya bukan hanya relevan nggaknya dengan industri, tapi yang juga tidak kalah penting yakni, apakah ia bisa mendorong kehidupan berdemokrasi bangsa kita, kebebasan ekspresi diri warganya, dan tentu saja kesejahteraan jiwa dan raga rakyatnya. 

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Peluang Kerjanya Sempit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2026 oleh

Tags: jurusan sosiologikarl marxprodi sosiologisosiologi
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Tak Perlu Merasa Bersalah, Ambruknya Reputasi Sosiologi Itu Salah Pemerintah!

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Tak Perlu Merasa Bersalah, Ambruknya Reputasi Sosiologi Itu Salah Pemerintah!

7 September 2024
Jangan Malu Jadi Mahasiswa Jurusan Sosiologi. Hidup Kalian Nggak Akan Sesuram itu, kok

Jadi Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Sesuram Itu, kok. Masih Ada Jurusan Filsafat yang Prospek Kerjanya Lebih Dipertanyakan

5 Desember 2023
15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

2 April 2023
Topik Skripsi Jurusan Sosiologi untuk Mahasiswa yang Introvert dan Ogah Turun Lapangan Mojok.co

Skripsi Jurusan Sosiologi yang Cocok untuk Mahasiswa Introvert dan Ogah Turun Lapangan

11 Desember 2023
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Peluang Kerjanya Sempit

30 April 2024
helen dan sukanta pidi baiq bandung novel cinta bagus recommended karl marx mojok.co

Ketika Pidi Baiq Menulis Kisah Cinta Karl Marx

6 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.