Sebagai perantau asal Wonogiri yang kerja di Jogja, saya kerap dapat pertanyaan yang hingga kini pun susah saya jawab: mau stay hidup tenang di Wonogiri atau malah cabut dari kampung dan hidup di Jogja?
Pertanyaan ini entah kenapa makin susah saya jawab setelah saya memutuskan untuk pindah dari rumah saya. Sembari menunggu pembeli rumah, saya menganalisis pros and cons stay di Wonogiri, atau gambling memulai hidup dari 0 di Jogja. Setelah ketemu, bukannya makin tenang dan terang, saya malah makin gamang.
Banyak yang heran kenapa saya bingung. Bagi orang-orang, saya aneh karena saya justru ragu untuk “hidup slow living” di kabupaten yang apa-apanya indah. Tapi buat orang yang sudah terpapar Jogja, serta tahu ada realitas bernama kemapanan ekonomi, hidup slow living di kabupaten kecil itu bukan urusan sederhana.
Ya, yang bikin saya gamang itu memang uang. Dan memang masalah orang hidup itu sesederhana uang. Oke, saya jelaskan sedikit.
BACA JUGA: 4 Pertanyaan yang Bikin Warga Wonogiri Naik Darah
Gaji, dan gaji
Dulu, 2021, saya sempat ditanya oleh Bapak, apakah mau hidup saja di Wonogiri, ketimbang bolak-balik Jogja-Wonogiri. Saya sih mau, tapi gajinya harus sama. Alih-alih mendukung, Bapak saya malah ketawa. Katanya, mana ada yang mau menggaji segitu di kota ini.
Nah itulah masalahnya. Wonogiri ini salah satu kabupaten dengan UMR terendah. Kalau saya mau dapat gaji yang sama dengan gaji saya sekarang, jabatan saya harus tinggi. Itu pun jelas tidak mudah. Atau saya harus jadi PNS dengan golongan tinggi. Ya sama saja susahnya, pun saya tak mau jadi PNS.
Perkara gaji itu satu hal, ada hal lain lagi. Entah kenapa, saya selalu mentok nyari ide usaha di tempat saya lahir. Saya tidak melihat peluang cari uang yang besar di sana. Sedangkan di Jogja, saya bisa memberi satu kertas penuh daftar peluang usaha yang bisa ngasih saya income setidaknya 2 kali UMR. Bisnis saya, kelas menulis pun, sekalipun online, basisnya tetap di Jogja. Jadi ya, itu kendalanya.
Oke, kalian mungkin menganggap saya tidak tahu caranya melihat peluang. Kalian mungkin benar, tapi kalian lupa satu fakta bahwa amat banyak orang merantau dari Wonogiri ke kota besar macam Jakarta. Kenapa? Ya simply renek duite kene ki.
Baca halaman selanjutnya













