Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pelarangan Turis Asing Sewa Motor di Bali: Perketat Aturannya, Jangan Langsung Larang

Iqbal AR oleh Iqbal AR
17 Maret 2023
A A
Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali turis asing sewa motor

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemprov Bali sebaiknya memperketat aturan ketimbang langsung melarang sewa motor untuk turis asing

Bali punya segalanya, dan saya tak berlebihan. Jadi tak perlu heran jika turis-turis merasa betah berada di Bali, khususnya turis mancanegara atau turis asing. Ada banyak alasan mengapa turis-turis asing betah berada di Bali. Dua hal yang pasti, adalah soal keramahan orang Bali dan banyaknya destinasi wisata. Biaya hidup yang cukup murah juga jadi alasan. Selain itu, batas kebebasan di Bali juga lebih longgar dari tempat-tempat lain di Indonesia.

Dengan situasi semacam ini, para turis asing tentu akan merasa lebih nyaman dan betah berada, atau bahkan hidup di Bali.

Para turis asing tak hanya bisa menikmati keindahan yang Bali suguhkan. Bahkan terkadang ada beberapa dari mereka yang merasa status mereka itu sudah bukan turis lagi, melainkan warlok alias warga lokal. Mereka bahkan bisa hidup di sana, memiliki properti dan kendaraan, dan melakukan hal-hal yang dilakukan orang Bali asli, termasuk bekerja di Bali.

Lalu masalah muncul. Turis-turis asing yang tinggal mulai berulah.

Turis asing yang kebanyakan atraksi

Dalam kurun beberapa bulan terakhir, kita kerap menjumpai kejadian-kejadian yang melibatkan turis asing dan warga lokal. Satu yang paling mengundang pembicaraan adalah sebuah video yang menunjukkan turis asing perempuan yang berdebat dengan polisi lalu lintas. Dalam video tersebut, turis asing perempuan itu tak terima ditilang oleh polisi, dengan dalih bahwa dia sudah tinggal di Bali selama 23 tahun.

Sebenarnya dalam video tersebut pelanggarannya sudah sangat jelas. Si turis asing mengendarai motor tanpa menggunakan helm, juga melawan arus. Tak salah jika akhirnya dia ditilang polisi, sebab aturan yang berlaku di Indonesia, memang seperti itu. Meskipun saya nggak pernah sepakat dengan polisi, tapi untuk kasus ini saya sepakat. Turis asing itu memang harus ditilang.

Kejadian ini nyatanya bukan pertama kali. Ada banyak kejadian-kejadian sebelum ini yang melibatkan ulah turis asing dan kendaraan bermotor. Bagaimana turis asing ini berkendara juga kerap menjadi masalah. Selain itu, kita juga sering melihat turis-turis asing yang menyewa motor lalu mengganti plat nomor seenaknya dengan tulisan lain (nama turis tersebut atau nama akun Instagramnya).

Baca Juga:

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pengalaman Motoran Banyuwangi-Bali: Melatih Kesabaran dan Mental Melintasi Jalur yang Tiada Ujung  

Pemprov Bali bertindak

Rentetan ulah turis asing ini membuat akhirnya pemerintah Bali bertindak. Pemprov Bali memberikan ancaman kepada turis-turis asing (khususnya turis asal Rusia, yang mana mereka kerap berulah) dengan mencabut visa on arrival jika mereka berulah. Lebih spesifik lagi, Pemprov akan melarang para turis asing ini menyewa motor di Bali.

Pro kontra lalu muncul. Ada banyak yang sepakat dengan rencana Pemprov. Mereka yang sepakat berdalih bahwa turis asing di Bali ini terlalu bebas dan mudah untuk menyewa motor, sehingga mereka bisa seenaknya sendiri. Kalau ini dibiarkan dan tidak segera ditindak, maka akan banyak turis-turis asing yang berulah.

Namun, ada juga yang tidak sepakat dengan rencana Pemprov. Mereka yang tidak sepakat kebanyakan berasal dari pihak persewaan motor. Jika nanti aturan ini diterapkan, jasa persewaannya pasti akan sepi. Apalagi mengingat bahwa Bali minim sekali transportasi umum, dan pelanggan persewaan motor paling besar adalah dari turis asing. Jasa persewaan motor ini juga baru saja bangkit dari pandemi.

Dari pro dan kontra yang muncul, sebenarnya kita sudah bisa mengambil jalan tengahnya, jalan yang bisa jadi paling fair untuk semua pihak. Jalan tengah tersebut adalah dengan memperketat lagi regulasi persewaan motor, khususnya untuk turis asing.

Turis asing yang dapat karpet merah

Kalau melihat apa yang terjadi saat ini, sepertinya turis-turis asing ini terlalu mudah untuk menyewa motor di Bali. Mereka mungkin hanya perlu menunjukkan identitas (KTP, Paspor,dsb) saja kepada pihak jasa persewaan. Seperti tidak ada aturan yang benar-benar diterapkan terkait turis asing yang menyewa motor ini. Kalaupun ada, kok ya tidak diterapkan dengan maksimal.

Nah, daripada langsung melarang turis asing menyewa motor, Pemprov sebaiknya menggalakkan lagi aturan terkait persewaan motor untuk turis asing. Mungkin bisa dengan cara seperti ini.

Jika ada turis yang ingin menyewa motor, tak cukup hanya dengan menunjukkan kartu identitas saja. Mereka harus menunjukkan SIM Internasional sebagai syarat. Selain itu mereka juga harus menunjukkan visa mereka. Ini bisa diperketat dengan adanya penjamin. Turis asing harus punya penjamin jika ingin menyewa motor.

Terakhir adalah soal durasi waktu. Harus ada batas waktu yang diberikan kepada turis asing ketika ingin menyewa motor. Misalnya begini. Tak peduli berapa lama turis asing akan tinggal, batas waktu sewa motor adalah maksimal 14 hari. Jika turis asing masih ingin menyewa, maka harus memperpanjang durasi sewa dengan datang ke tempat jasa persewaan, dan membawa kartu identitas, visa, penjamin, dan SIM Internasionalnya.

Itu baru persyaratannya. Lalu apa hukumannya jika melanggar? Ya motornya ditarik. Sesederhana itu harusnya. Harus ada koordinasi antara pihak jasa persewaan dan pihak yang berwajib (polisi atau semacamnya) untuk menindak para turis asing yang melanggar. Tentu saja dengan syarat harus tegas dan tidak pandang bulu. Harus adil.

Jalan tengah yang kudu diupayakan

Ini bisa jadi jalan tengah yang paling fair untuk semua pihak. Pemprov Bali nggak perlu langsung melarang turis asing untuk menyewa motor. Terlalu gegabah kalau langsung melarang. Mending diperketat saja aturannya. Tentu saja dengan catatan, sosialisasinya harus jelas dan merata, dan penerapannya juga harus maksimal.

Gini lho ya, terlalu baik sama orang itu nggak bagus. Kadang, kebaikan kita itu tak berbalas setimpal dengan kebaikan pula. Kebaikan kita kadang dibalas dengan kesewenangan, bahkan dibalas dengan keburukan. Berbuat baik mah secukupnya aja.

Berkaca pada Bali, kita mungkin terlalu baik kepada turis asing, terlalu mengistimewakan turis asing, dan bikin mereka merasa superior. Makanya, ini sudah saatnya memperlakukan turis asing dengan biasa saja. Perlakukan mereka sebagai manusia pada umumnya, bukan sebagai raja yang bisa melakukan segalanya. Kalau salah ya harus dihukum, kalau benar ya harus didukung. Sesimpel itu, sesimpel itu.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Membela Turis Indonesia yang Gemar Belanja dan Berfoto Ria

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2023 oleh

Tags: baliMasalahsewa motorturis asing
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Banyuwangi Seharusnya Masuk dalam Daftar Tempat Pensiun Paling Enak Mojok.co

Sudah Saatnya Banyuwangi Pindah Ibu Kota, agar Pembangunan Kota Ini Merata dan Tidak di Situ-situ Aja

9 Oktober 2025
Orang Bali Sulit Menikmati Wisata di Tanah Kelahirannya Sendiri kuliah di bali

Orang Bali Sulit Menikmati Wisata di Tanah Kelahirannya Sendiri

17 Januari 2024
Mari Bersepakat bahwa Baju Barong Adalah Baju Santai Terbaik Terminal Mojok

Mari Bersepakat bahwa Baju Barong Adalah Baju Santai Terbaik

8 Januari 2021
Bali Zoo Bali, Kebun Binatang untuk yang Mampu-mampu Aja Mojok.co

Bali Zoo, Kebun Binatang untuk yang Mampu-mampu Aja

22 April 2025
3 Sate Khas Bali selain Sate Lilit yang Nggak Kalah Lezat Mojok.co

3 Sate Khas Bali selain Sate Lilit yang Nggak Kalah Lezat

9 Januari 2024
Orang Bali Sulit Menikmati Wisata di Tanah Kelahirannya Sendiri kuliah di bali

Kuliah di Bali Itu Enak Banget, Jelas Lebih Enak ketimbang Kuliah di Jogja dan Kota Lain!

10 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak Untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi Mojok.co

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

30 Mei 2026
Niat Cari Ketenangan dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Dicibir Pesepeda Lain Mojok.co

Niat Healing dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Cibiran Pesepeda Lain

27 Mei 2026
Tolong Berhenti Menyuruh Orang yang Baru Belajar Menyetir Mobil untuk Pakai Insting, Mereka Lebih Butuh Teori dan Jam Terbang

Tolong Berhenti Menyuruh Orang yang Baru Belajar Menyetir Mobil untuk Pakai Insting, Mereka Lebih Butuh Teori dan Jam Terbang

26 Mei 2026
Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

30 Mei 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.