Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Katanya Jogja Kota Wisata, tapi Malah Study Tour ke Bali

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
17 Desember 2021
A A
Katanya Jogja Kota Wisata, tapi Malah Study Tour ke Bali terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau boleh berpegang teguh dengan sajak yang dibuat Joko Pinurbo, Jogja ini tanpa cela sama sekali. Tiap sudut adalah kenangan, tiap jengkal adalah kasih sayang, dan tiap senti kota ini penuh dengan arti. Jogja, bagi sebagian orang adalah kemustahilan menghasilkan air mata penderitaan.

Kamu kira paragraf pertama hanya mbelgedhembus belaka? Kamu kira hanya sebagai pancingan agar Anda baca tulisan ini terus? Nyatanya apa yang saya ketik ini benar apa adanya, kok. Jogja, bagi sebagian orang adalah keistimewaan tanpa batas.

Nggak percaya? Coba tanya anak-cucu Sultan, jangan tanya saya. Lha nek Jogja di mata saya ya sama saja dengan kota-kota lainnya. Si kaya ya bakal ngomong muluk-muluk, si miskin bakalan misuh ngasi munthuk-munthuk. Ya seperti Yin dan Yang kalau kata filsuf asal Bantul.

Katanya pula, Jogja ini kota wisata. Apa saja ada—termasuk kemiskinan dan ketimpangan, eh. Maksud saya,  wisata alam apa saja itu ada. Wisata budaya, jelas ada. Wisata kesenian, wo ya pasti ada. Di Jogja, nyaris mustahil jika kamu nggak menemukan apa yang kamu cari. Kecuali kalau kamu nyari bayaran upah buruh yang layak lho, ya.

Dari sekian banyak wisata yang barangkali padat merayap ini, ada satu hal yang bikin pala Baim bingung setengah modyar. Yakni sebuah tradisi, anak-anak sekolah di Jogja yang study tour kok ya malah minggat ke Pulau Dewata?

Maksud saya, kurang apa sih Jogja? Kok ya sampai-sampai kalau study tour malah ke “kota wisata” yang lain? Emang Jogja kurang masalah wisata? Selain kurangnya transparansi dana istimewa buat apa saja dan lobby-lobby kelola tempat wisata siapa saja yang megang, Jogja ini nggak ada kurang lho.

Saya sebagai pemilik jiwa nrimo ing pandum yang kaffah pun tergelitik untuk menyusuri tradisi sesat macam ini. Sebenarnya, apa alasannya mereka kalau study tour malah ke Pantai Sanur alih-alih Pantai Parangtritis yang padat akan budaya, sosial, dan politik antar-dimensi itu.

Saya juga mencoba untuk jlentrekne mengapa mereka lebih memilih untuk menyambangi Garuda Wisnu Kencana alih-alih ke Tugu Pal Putih yang pendhak akhir tahun selalu direvitalisasi dan habis miliaran. Alih-alih meneliti sejarah Garuda Wisnu Kencana, kenapa nggak anak-anak sekolah ini meneliti mengapa revitalisasi Tugu habisin uang tiap akhir tahun, kayak genep-genepi tutup tahun anggaran aja.

Baca Juga:

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

Ternyata semua ada alasannya. Ini bukan hanya studi banding budaya, melainkan kesejahteraan manusia. Bali dan Jogja itu sama-sama kota wisata. Makanya guru-guru yang membawa muridnya ke Bali hendak membandingkan seberapa sejahtera kedua penduduk di dua kota wisata ini.

Para siswa yang study tour ke Bali ini diajak untuk melihat ada UMP yang nominalnya di atas 2,4 juta. UMP Bali 2021 dipatok sebesar Rp2.494.000, sama dengan UMP Bali tahun 2020. Kota wisata yang nggak hanya mencoba mensejahterakan wisatawan, tapi juga masyarakatnya. Jogja sama kok, sejahtera semuanya….

Nah, para siswa yang study tour ke Bali ini jadi memiliki lanskap pemandangan sosial yang nggak seperti kaca mata kuda. Dengan ke Bali, mereka bisa melihat betapa njomplangnya UMK Kabupaten Badung dengan Kabupaten Bantul. Walau sama-sama depannya “ba” toh kalau Kabupaten Badung ini “ba”-nya “bagus”, sedang Kabupaten Bantul “ba”-nya ini adalah “buanjinduuul”.

UMK paling rendah di Pulau Bali itu Kabupaten Bangli. Itu pun ada di angka 2,4 juta. Kalau saja Kabupaten Bangli ada di Jogja, ia akan menjadi pemilik UMK yang paling tinggi di antara kabupaten-kabupaten yang ada di Jogja. Bahkan untuk Kota Jogja yang nanti bakalan naik 4,08%, nahasnya masih tinggi Kabupaten Bangli.

Kita boleh saja bilang, kesejahteraan masyarakat nggak bisa hanya dilihat dari upah. Namun sayang sekali, sejarah panjang revolusi industri sudah menertawakan argumen ndlogok macam itu. Besaran upah, tentu menentukan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di suatu daerah. Study tour ke Bali, jadi bahan reflektif yang menyegarkan, kan?

Jelas, UMR Jogja jangan ditanya lagi. Selain menjadi bahan olok-olok, nyatanya masyarakat Jogja sendiri banyak yang nggak protes. Mereka hidup di dunia ini konsepnya mengabdi, bukan mencari kejayaan. Lantaran konsepnya itu urip mung mampir ngombe. Padahal ya kalau cari ombe, kita butuh energi, dan energi dihasilkan dari makanan. Dari mana makanan didapat? Ya cari uang.

Maka study tour ke Bali ini menjadi ladang basah bagi para siswa untuk menjadi kritis. Persoalan di Bali dan Jogja itu berbeda? Biaya makan di Bali lebih mahal? Lha apa bedanya dengan Jogja Utara yang kini macak jadi Ibu kota—atau bahkan lebih Ibu kota dari Ibu kotanya sendiri.

Gedung-gedung mal tinggi menjulang, klab-klab malam yang menjamur, dan hotel yang bertabur bintang. Apa bedanya dengan Bali, jal? Eh, ya jelas bedanya ada di UMR, ya. Pula, Bali nggak jago meromantisasi karena di sana itu sudah romatis. Bukan dipaksakan dengan cara pakai akun-akun buzzer romantisasi yang dibayar pakai dana pemerintah.

Ah, terbawa lagi langkahku ke sana, mantra apa yang paling istimewa? KTP endi?!

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2021 oleh

Tags: baliJogjakota wisatapilihan redaksistudy tour
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Bandingin Mesin Kopi Kapsul Nescafe Dolce Gusto Mini Me dan Nespresso Essenza Mana yang Layak Dibeli Terminal Mojok

Bandingin Mesin Kopi Kapsul Nescafe Dolce Gusto Mini Me dan Nespresso Essenza: Mana yang Layak Dibeli?

19 April 2022
Cari Kos Murah di Jogja Makin Susah, 600 Ribu Cuma Dapat Fasilitas Seadanya dan Terletak di Pinggiran Mojok.co

Cari Kos Murah di Jogja Makin Susah, 600 Ribu Cuma Dapat Fasilitas Seadanya. Ada sih yang Mewah, tapi di Pinggiran

19 Juni 2025
Tulungagung Dianggap Jadi "Pusat" Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

Tulungagung Dianggap Jadi “Pusat” Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

30 Januari 2024
Pertigaan Fishipol UNY, Tempat Berkumpulnya Gondes Tukang Catcalling yang Meresahkan!

Pertigaan Fishipol UNY, Tempat Berkumpulnya Gondes Tukang Catcalling yang Meresahkan!

27 Agustus 2024
Jogja dan 5 Sisi Menarik yang Menjadi Ciri Khas Baru (Unsplash)

5 Kehebatan Jogja yang Saat Ini Sudah Menjadi Ciri Khas dan Identitas Baru

6 April 2024
Lord Takin, Pemancing Penuh Kharisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

Lord Takin, Pemancing Penuh Karisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

19 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.