Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Panduan Wawancara Kerja Bagi yang Kualifikasinya Dianggap Overqualified oleh HRD

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
21 Agustus 2022
A A
Panduan Wawancara Kerja Bagi yang Kualifikasinya Dianggap Overqualified oleh HRD (Unsplash.com)

Panduan Wawancara Kerja Bagi yang Kualifikasinya Dianggap Overqualified oleh HRD (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Wawancara kerja memang sering membikin sebagian pelamar kerja kaget. Kaget karena pertanyaan yang diajukan oleh HRD kadang di luar dugaan, ternyata di perusahaan impian benefitnya kurang sesuai, dan masih banyak momen kaget lainnya. Mau gimana, suka atau tidak, dua hal tersebut menjadi bagian dari realitas dan proses dalam pencarian kerja. Makanya, buku panduan wawancara kerja selalu laris manis di luar sana.

Lantas, apakah momen kaget tersebut bisa dialami juga oleh para HRD? Jawabannya, tentu saja, iya. Momennya sama, saat wawancara kerja, tapi dalam porsi yang berbeda. Yakni, saat HRD mendapati atau mewawancara kandidat yang kualifikasinya overqualified. Jadi, yang butuh panduan wawancara kerja bukan cuma pelamar, ya.

Kenyataan yang terjadi

Misal, dalam iklan lowongan kerja minimal pendidikan yang dicantumkan SMA, tapi yang melamar lulusan D3, S1, bahkan S2 juga ada (meski hanya segelintir). Jika sebagian di antara kalian berpikir pernyataan ini mengada-ada, sebaiknya dipikirkan ulang. 

Ingat ya, hal tersebut sudah menjadi realitas yang harus dihadapi, baik oleh para HRD maupun pencari kerja. Info lowongan kerja memang banyak, tapi pelamarnya lebih banyak dan membludak. Oleh sebab itu, kita semua butuh yang namanya panduan wawancara kerja.

Alhasil, nggak jarang para lulusan D3, S1, atau S2, saat dianggap overqualified oleh HRD, sering mendapat pertanyaan saat wawancara. Misalnya, “Ini kamu yakin melamar di posisi ini? Sayang, lho, sama latar belakang pendidikanmu.”

Semua butuh panduan wawancara kerja

Sebagian di antara kalian yang pernah mengalami momen ini, mungkin sudah memperkirakan dan mempersiapkan jawaban dengan baik. Namun, di sisi lain, nggak sedikit HRD yang ragu sambil mbatin, “Ini anak beneran bisa bertahan lama nggak, ya? Atau hanya mau coba-coba aja?”

Keraguan yang cukup wajar, karena dalam proses wawancara, ada biaya, tenaga, dan waktu yang harus diluangkan. Jika di antara kalian ada yang ngedumel, “Lah, pas screening CV, kalau memang dirasa overqualified, kan bisa aja perlu diundang wawancara?”

Memang, tapi banyak faktor yang melatarbelakangi. Pertama, ada kandidat yang misal sudah menyelesaikan studi D3, S1, atau S2, tapi di CV belum di-update atau sengaja nggak di-update biar nggak dianggap overqualified dan dapat kesempatan wawancara kerja. Dan baru diketahui saat proses wawancara. 

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

Kedua, pelamar kerja datang saat proses walk in interview (datang langsung ke kantor). Ketiga, HRD tertarik untuk melakukan proses wawancara dengan tujuan tertentu. Misal, menawarkan posisi lain (dengan catatan, jika ada) yang dirasa lebih cocok dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja si pelamar.

Ada sedikit panduan wawancara kerja yang bisa saya berikan sekaligus dipertimbangan oleh kalian, para pelamar kerja, seandainya diundang wawancara kerja dan menghadapi momen overqualified tersebut.

#1 Hadapi, jangan dihindari

Dengan menghadapinya, kalian akan memikirkan solusi atau jawaban yang logis saat wawancara kerja sekaligus menyesuaikan keresahan kalian. Jawaban yang kalian sampaikan akan lebih mantap dan meyakinkan. 

Kebanyakan kandidat yang overqualified dari sisi latar belakang pendidikan dan belum punya banyak persiapan, biasanya punya jawaban template, “Saya nggak masalah melamar di posisi ini, walaupun latar belakang pendidikan saya A, B, C, atau D.”

FYI, jawaban itu tidak serta merta membikin HRD yakin akan memilih atau mempertimbangkan dirimu sebagai calon karyawan.

Sebagai alternatif, sampaikan bahwa kalian punya kemampuan dalam bidang atau hal apa. Jika punya pengalaman organisasi atau freelance, bisa jadi penguat alasan yang logis, biar kalian bisa menjadi kandidat pilihan utama. Sebab, jika hanya berkata, “Nggak masalah” atau “Saya membutuhkan pekerjaan ini”, semua pencari kerja juga ada di posisi yang sama dengan dirimu, Sob.

#2 Pastikan kalian sudah siap dengan benefit yang diterima

Sering terjadi, yang menjadi pertimbangan HRD saat memproses kandidat dengan kategori overqualified adalah, apakah kandidat tersebut mau menerima benefit yang ditawarkan. Poin ini cukup menentukan. 

Jangan sampai ada celetukan dari HRD, “Lah, ente yang melamar, sudah tahu ente overqualified buat posisi ini, tapi masih tetep lamar juga. Begitu ditawarkan untuk bekerja, malah ngedumel sendiri pas tau gajinya berapa.”

Jadi, pertimbangkan dan cari tahu terlebih dahulu. Baca panduan wawancara kerja ini dulu, ya. Setelah itu, pertimbangkan dengan matang apakah kalian berkenan menerima benefit dengan kualifikasi tersebut atau justru tidak. 

Itulah kenapa, riset sederhana sangat diperlukan. HRD paham, banyak yang membutuhkan pekerjaan. Namun, ketika sudah diberi kesempatan bekerja malah mengeluhkan sesuatu yang sebetulnya sudah dijelaskan di awal, bisa ditanyakan lebih dulu. Ya, mohon maaf, malah jadi agak nganu.

Penulis: Seto Wicaksono

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Saat Wawancara Kerja, Jangan Pernah Menjelek-jelekkan Perusahaan Lama.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2022 oleh

Tags: HRDpanduan wawancara kerjawawancara kerja
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Tips Melamar Kerja Lewat Job Portal dari HRD, Semoga Langsung Tembus! Mojok.co

Tips Melamar Kerja Lewat Job Portal dari HRD, Semoga Langsung Tembus!

19 November 2023
Hal-hal yang Perlu Karyawan Ketahui tentang Exit Interview Saat Mengajukan Resign terminal mojok.co

Hal-hal yang Perlu Karyawan Ketahui tentang Exit Interview Saat Mengajukan Resign

8 April 2021
3 Alasan Perusahaan Posting Info Loker untuk Posisi yang Sama Berulang Kali terminal mojok

3 Alasan Perusahaan Posting Info Loker untuk Posisi yang Sama Berulang Kali

10 Oktober 2021
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
kerja jadi sales

Nggak Cuma HRD yang Bisa Kepo sama Calon Karyawan, Kita Juga Wajib Kepoin Balik

5 Mei 2020
Alasan CV Lamaran Kerja yang Nggak Diterima dalam Proses Perekrutan Nggak Dikembalikan Alasan CV Lamaran Kerja yang Nggak Diterima dalam Proses Perekrutan Nggak Dikembalikan terminal mojok.co

Alasan CV Lamaran Kerja yang Nggak Diterima dalam Proses Perekrutan Nggak Dikembalikan

5 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

27 Maret 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

27 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.