Di tengah program pemerintah yang menuai banyak kontroversi belakangan ini, Maganghub jadi program yang terlihat paling “waras”. Program di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini sebenarnya belum sempurna. Masih ada kurangnya di sana sini. Namun, dibanding program pemerintah lain yang baru-baru berjalan, Maganghub Kemnaker sangatlah mending.
Sesungguhnya, program Maganghub Kemnaker juga ada red flag-nya. Misal, perusahaan sekadar buka posisi saja, pembayaran telat, mentor yang membawa lari uang karyawan, dan masih banyak lagi. Silakan kalian bisa cari sendiri dari internet, sudah banyak yang spill.
Akan tetapi, selama 23 tahun saya hidup di negara ini, saya rasa Maganghub Kemnaker program yang patut diapresiasi. Saya pun sempat mendaftar program ini, sayangnya gagal di batch 1 hingga batch 3. Kecewa tentu saja, tapi saya merasa program ini memang patut diperjuangkan.
Maganghub Kemnaker sarana belajar yang baik bagi fresh graduate
Maganghub Kemnaker jadi sarana yang baik bagi fresh graduate atau lulusan baru. Lulusan baru biasanya digaji di bawah UMR, status kerja tidak jelas, dan lain sejenisnya. Namun, tidak dengan Maganghub Kemnaker.
Program ini menawarkan upah yang pantas, setidaknya gaji UMR. Untuk ukuran anak magang, upah ini sudah mencukupi dan lumayan tinggi. Asal tahu saja, di luar sana ada banyak anak magang, gajinya masih 2M alias Makasih Mas/Mbak.
Maganghub Kemnaker menawarkan posisi dan perusahaan yang beragam
Di Maganghub Kemnaker ada banyak sekali pilihan perusahaan atau instansi dan posisi. Hal ini membuat para lulusan baru ini fleksibel dalam memilih sesuai minat dan bakat mereka.
Perusahaan swasta dari industri manufaktur hingga digital ada. Bahkan, seperti yayasan dan rumah sakit pun juga membuka posisi di Maganghub ini. Bagi para lulusan baru, ini adalah lapangan kerja yang sangat melimpah ruah. Instansi pemerintah pun mulai dari kementerian, dinas kota, sampai lapas pun juga membuka peluang. Lumayan bisa cosplay jadi PNS selama enam bulan.
Peluang jadi karyawan tetap
Ada beberapa alumni Maganghub yang menjadi karyawan tetap dari program magang ini, meskipun tidak semua perusahaan melakukannya. Rata-rata yang melakukannya adalah perusahaan swasta, sedangkan instansi pemerintah tidak ada. Walaupun memang peluang diangkat ini kecil, tapi tetap layak untuk dicoba fresh graduate.
Andaikan tidak diangkat pun, mereka punya CV yang cantik. Apalagi kalau dapat magang di instansi kementerian dan perusahaan swasta yang terkenal. Portofolio pun bisa dipoles lagi.
Dapat sertifikasi BNSP setelah magang selesai
Ini adalah cetusan terbaik di Maganghub Kemnaker. Setelah periode magang selesai para peserta akan diberikan kesempatan mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis. Percayalah, sekian banyak lembaga sertifikasi, BNSP adalah salah satu yang dipertimbangkan.
Mengingat harganya yang jutaan, maka mendapatkan secara gratis tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun infonya sertifikasi BNSP ini harus didapatkan dengan cara war alias cepat-cepatan, tetaplah layak untuk dicoba.
Dari sekian banyaknya hal positif, tetap banyak hal negatif dari Maganghub. Oleh karena itu pemerintah wajib mengevaluasi dan melakukan audit terhadap perusahaan dan mentor yang nakal terhadap karyawan magang ini. Masa iya karyawan magang diberikan pekerjaan setara karyawan tetap.
Penulis: M. Guntur Rahardjo
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Hal yang Harus Diperbaiki Program Magang Nasional Kemnaker.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













