Menghitung UMR Ba Sing Se, Kota Terbesar dalam Jagat Avatar The Legend of Aang – Terminal Mojok

Menghitung UMR Ba Sing Se, Kota Terbesar dalam Jagat Avatar The Legend of Aang

Artikel

Kita tahu betapa mirisnya Omashu ketika runtuh. Kerajaan dengan manusia kuat di Kerajaan Bumi, harus bertekuk lutut kepada Kerajaan Api. Semua porak-poranda, mata pencaharian sirna, anak-anak hilang harapan, janda-janda bertambah, hewan-hewan mati kelaparan, tumbuhan mati kekeringan. Dan semua itu, ketika dunia membutuhkan sosok piningit yang bisa melerai beragam kerusuhan, ia menghilang….

Ba Sing Se lantas menjadi kota satu-satunya yang berdiri tegak. Luasnya kira-kira bisa dibilang mirip satu negara besar. Ba Sing Se sendiri memiliki arti benteng yang tidak bisa ditembus. Kerennya, pintu masuk kota ini adalah kunci mati. Hanya pengendali bumi terpilih yang bisa membuka benteng masuk menuju Ba Sing Se.

Kerajaan Bumi menghimpun 3/4 wilayah daratan dalam jagat Avatar: the Legend of Aang. Kerajaan Api hanya menyempil di sisi utara, sedangkan Kerajaan Air di sisi sebaliknya. Lantaran luas, ekspansi Kerajaan Api yang bertekad menggerus seluruh daratan, menjadikan Kerajaan Bumi adalah targetnya. Terlebih wilayah yang jauh dari teritori yang dijaga. Bentuk kota Ba Sing Se sama seperti sistem wall di Attack on Titans. Mereka dikelilingi oleh tembok-tembok besar guna mencegah serangan dari Kerajaan Api.

Ba Sing Se, ibukota Kerajaan Bumi, berada di bagian timur laut dan merupakan pusat pemerintahan dan tergolong aman. Sistem pemerintahan Kerajaan Bumi adalah monarki yang diperintah oleh Raja Bumi dan Sekretaris Jenderal yang mengepalai tiap-tiap kota di Kerajaan Bumi. Sistem pemerintahan tergolong klasik lantaran raja digantikan ketika ia wafat atau menanggalkan kepemimpinannya. Sedangkan Sekretaris Jenderal diubah berkala tiap tahunnya, sesuai kecakapan mereka dalam mengorganisir kota. Mereka bisa disebut sebagai walikota.

Mata uang pun beragam di berbagai negara. Masing-masing negara memiliki ciri tersendiri. Namun, secara khusus, urutan tetaplah sama; emas, perak, perunggu. Terjadi beberapa perubahan pasca Hundred Year War karena uang kertas mulai digunakan. Secara umum, mata uang di Kerajaan Bumi masih banyak menggunakan koin berbentuk lingkaran dengan bentuk kotak di dalamnya. Seperti kepeng bolong berwarna coklat: mirip dengan mata uang yang digunakan pada masa Dinasti Qin

Dalam sistem mata uang seperti ini, di Ba Sing Se, membentuk semacam zona tersendiri sebagaimana kegunaannya. Agrarian zone adalah bagian outer wall Ba Sing Se. Bisa dikatakan, ini adalah nyawa seisi outer wall dan inner wall. Hasil pertanian mereka bawa menuju pusat kota menggunakan monorail yang digerakan oleh pengendali bumi.

Lantas, perputaran mata uang yang kerap terjadi berada pada bagian lower ring dan middle ring. Lower ring berisikan rumah-rumah penduduk, pasar, dan pusat pertemuan antara masyarakat. Area ini acap kali digunakan sebagai tempat mengungsi para imigran korban perang bagian terluar Kerajaan Bumi. Sedangkan middle ring berisikan bangunan relatif lebih besar, pusat “perkantoran”. Paling atas adalah upper ring yang berisikan para pejabat setempat.

Dari area lower ring, kita tahu bahwa banyak pekerja yang menggantungkan seutuhnya nasib mereka tidak kepada kerajaan maupun agraria, tapi kepada beberapa pengusaha. Seperti petugas di University Ba Sing Se, Fancy Lady Day Spa, kebun binatang, restoran, dan petugas monorail. Dilihat dari beberapa fakta di atas, terdapat dua bagian upah minimum yang membedakan area lower dan middle dengan bagian upper.

Hal ini diperkirakan karena beberapa hal. Pertama, njomplangnya sisi lower-middle dan upper. Area Upper terdiri dari universitas hingga salon-salon mahal, dan beberapa sumber pekerjaan yang tidak banyak melibatkan kekuatan bumi. Sedangkan area lower-middle, terutama lower, didominasi oleh bangunan-bangunan kumuh dan jenis pekerjaan yang banyak melibatkan kekuatan bumi.

Kedua, jelas mereka yang bekerja di bagian lower kebanyakan adalah para imigran. Tidak dijelaskan bagaimana sistem pembayaran, tapi mereka disuruh bekerja untuk melanjutkan hidup mereka di dalam Ba Sing Se.

Tak jelas berapa nominalnya lantaran pada masa kini, pasca Hundred Year War, terdapat negara berdaulat yang dibangun oleh Aang dan Pangeran Zuko. Negara tersebut bernama United Republic dengan mata uang yang dipakai adalah yuan. Negara ini berada di pantai barat Kerajaan Bumi. Dalam satu adegan, kita melihat bahwa Korra sedang membeli kebab seharga 10 yuan. Entah yuan United Republic dan China sama atau tidak, jika pun sama, satu kebab tersebut harganya Rp20 ribuan.

Tidak dijelaskan pula pasca Hundred Year War bagaimana kondisi keuangan jagat Avatar. Jika pun mata uang koin emas sudah diganti dengan yuan, gaji para pekerja area lower dan middle berada di angka seribu yuan atau dua juta rupiah. Sedangkan area upper ada di angka dua ribu yuan atau empat juta rupiah. Ya, itu hanyalah perkiraan saja. Yang jelas, angka di atas dua juta itu sudah terbilang lumayan. Iya, lumayan. Pemerintah Ba Sing Se tetap memikirkan kesejahteraan walau masyarakatnya begitu nrimo ing pandum.

BACA JUGA Menghitung Besaran UMR di Desa Konoha dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Baca Juga:  Manchester United Mengidolakan Beatles dan Oasis: Ketika Musik Menembus Batas Rivalitas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.