Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

Siti Azizah Aprizka oleh Siti Azizah Aprizka
4 Juli 2026
A A
Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, saya sering bingung melihat teman-teman begitu terobsesi memiliki iPhone. Rasanya aneh. Bukankah itu cuma telepon genggam? Gunanya juga untuk menelepon, berkirim pesan dan membuka media sosial. Pakai hape apa aja bisa. 

Banyak orang rela berkorban demi iPhone. Mereka rela menabung berbulan-bulan, berburu unit bekas, bahkan mengambil pekerjaan tambahan. Pertanyaan yang selalu muncul itu sederhana. Memang sepenting itu ya?

Jawaban yang paling sering saya dapat juga itu-itu aja. Misal: kamera bagus, awet, dan kayaknya enak dipakai.

Semua alasan itu kurang meyakinkan. Makanya, kesimpulan saya cuma satu, yaitu soal gengsi. Sampai akhirnya saya mulai menghasilkan uang sendiri.

Rasanya punya uang sendiri

Menjadi orang dewasa itu ternyata rumit. Waktu masih SMK, saya nggak pernah memikirkan hal-hal ini. Dulu saya mengira kalau udah gajian, ya bisa beli apa aja. Setelah bekerja, saya sadar kalau uang selalu menemukan jalannya sendiri untuk habis.

Beberapa bulan lagi saya akan memulai kuliah. Saya sangat bersyukur uang kuliah terbantu oleh program KIP Kuliah. Namun, biaya hidup nggak cuma biaya kuliah saja. Masih banyak yang lain dan harus saya pikirkan.

Makanya, saya sering mencari magang berbayar dan menerima pekerjaan lepas. Apa saja, asal menghasilkan. Anehnya, justru di masa-masa inilah saya mulai memahami kenapa banyak anak muda begitu menginginkan iPhone.

Perubahan cara berpikir

Setelah saya renungkan, banyak anak muda pengin beli iPhone bukan semata karena gengsi. Bukan pula saya harus terlihat keren atau mengikuti tren.

Baca Juga:

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

Saya mulai sadar bahwa yang saya inginkan bukan semata-mata sebuah telepon genggam. Saya hanya ingin suatu hari nanti mampu membeli sesuatu yang dulu terasa begitu jauh dari jangkauan, menggunakan uang yang benar-benar saya hasilkan sendiri.

Selama ini saya keliru menilai orang-orang yang mati-matian menabung demi sebuah iPhone. Mereka sedang mengejar perasaan bahwa kerja keras mereka akhirnya memiliki wujud. Bahwa semua lembur, pekerjaan sambilan, dan keinginan yang tertunda perlahan mulai terbayar.

Punya iPhone supaya merasa setara

Sejak saat itu saya berhenti bertanya, “Kenapa orang begitu terobsesi dengan iPhone?”

Saya justru mulai bertanya, “Apa sebenarnya yang sedang mereka perjuangkan hingga rela bekerja sekeras itu?”

Dan saya rasa, jawaban setiap orang pasti berbeda. Kalau suatu hari nanti saya berhasil membeli iPhone, mungkin orang lain hanya akan melihat seseorang yang akhirnya memiliki ponsel impiannya.

Padahal yang saya lihat adalah semua proses panjang yang mengantarkan saya sampai ke sana. Sebab pada akhirnya, iPhone hanyalah sebuah benda.

Yang benar-benar sedang saya perjuangkan bukan bendanya, melainkan perasaan bisa menghadiahi diri sendiri. Setelah itu, perasaan setara dengan orang lain yang mampu. Saya rasa, perasaan ini jadi dorongan terbesar. Tidak ada manusia yang mau terlihat lebih kecil di depan orang lain.

Penulis: Siti Azizah Aprizka

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2026 oleh

Tags: beli iphoneharga iphoneiphoneiphone terbarukenapa membeli iphonerekomendasi iphone
Siti Azizah Aprizka

Siti Azizah Aprizka

Fresh Graduate SMK jurusan Broadcasting, dan sekarang calon maba jurusan Ilmu Komunikasi.

ArtikelTerkait

iPhone Kalian Terblokir dan Sinyalnya Hilang? Tenang, eSIM Solusinya!

iPhone Kalian Terblokir dan Sinyalnya Hilang? Tenang, Ini Solusinya!

14 Januari 2023
Menghitung Nilai Rupiah dari Organ Dalam Hantu Kuyang yang Bisa Dijual terminal mojok.co

Untuk Kamu yang Nekat Jual Ginjal demi IPhone, Ini Harga Ginjal Sebenarnya!

2 Januari 2021
iPhone 5s: Si Mungil yang Tetap Nyaman di Tengah Gempuran iPhone 16

iPhone 5s: Si Mungil yang Tetap Nyaman di Tengah Gempuran iPhone 16

3 April 2025
Pengalaman Saya Menelusuri iPhone yang Dijambret: Tidak Semudah Film Spionase!

Pengalaman Saya Menelusuri iPhone yang Dijambret: Tidak Semudah Film Spionase!

29 April 2025
Jual Pulsa Adalah Bisnis Sampingan Terbaik Dekade Ini terminal mojok.co

Tips Memilih IPhone Second biar Nggak Nyesel Salah Beli

21 Juni 2020
Derita Users Android, Nggak Pakai iPhone Terbaru eh Dikucilkan (Unsplash)

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

8 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini  Terminal

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini 

29 Juni 2026
Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi Hingga Minimnya Kawasan Industri  

Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi hingga Minimnya Kawasan Industri  

29 Juni 2026
Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

2 Juli 2026
Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja Mojok.co

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja

29 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Layanan Perpusda Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman Mojok.co

Layanan Perpustakaan Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman

3 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.