Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
2 Juli 2026
A A
Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya! (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, melihat adegan sinetron di mana sang tokoh utama mendapatkan harta warisan, saya iri. Saya sampai mengkhayal, andai suatu hari bisa merasakan mendapat warisan entah dari mana. Kaya mendadak, bisa berfoya-foya, hidup santai menikmati harta, duh nikmatnya dunia.

Kebanyakan orang cuma memikirkan bagian senangnya saja. Padahal semua pasti ada suka dukanya, termasuk mendapatkan warisan. Di balik enaknya dapat warisan, ada juga beberapa hal menyebalkan yang bakal dialami. Apalagi jika yang mendapatkannya adalah orang dengan status ekonomi menengah ke bawah.

ADVERTISEMENT

Berstatus ekonomi menengah ke bawah, ketika mendapatkan harta warisan banyak juga repotnya. Apa-apa harus mengurus sendiri. Itulah yang dirasakan oleh ibu saya. Pernah merasakan dapat warisan dari orang tuanya, ibu saya nggak hanya merasakan enaknya, tapi juga menyebalkannya.

Berdasarkan pengalaman, 4 hal menyebalkan ini sudah pasti akan dialami si kaum menengah bawah saat dapat warisan. Makanya, persiapkan diri.

#1 Drama keluarga saat pembagian harta warisan

Sebelum warisan dibagikan, biasanya ada musyawarah dan urus-urus berbagai dokumen. Untuk melakukan itu semua, dibutuhkan kerja sama. Seakur-akurnya keluarga, pasti bakal ada ngotot-ngototan dan nggak kooperatifnya. Apalagi, kalau sudah menyangkut uang.

Ada ungkapan, “uang nggak kenal saudara”. Itu benar. Uang selalu menjadi hal yang paling ampuh untuk menguji hubungan persaudaraan. Apalagi, kalau pihak-pihak yang terlibat bokek dan butuh uang cepat.

Terasa lebih banyak lagi dramanya, jika harta warisan yang ada berbentuk aset, misalnya rumah. Belum lagi, kalau salah satu ahli waris ada yang menempati rumah tersebut. Bisa-bisa terjadi sengketa.

Semua drama itu sudah pernah saya saksikan sendiri terjadi di keluarga besar saya. Untungnya, segala permasalahan tersebut bisa selesai. Sekarang sudah damai, meski sempat ada perbedaan pendapat dan salah paham saat kepengurusan warisan.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

#2 Repot mengurus dokumen harta warisan

Kalau warisannya berbentuk uang tunai, tinggal dibagi. Tapi kalau tersimpan di bank, nggak semudah itu. Apalagi, kalau warisannya berbentuk aset.

Ahli waris harus mengurus berbagai dokumen. Minimal, mengurus akta kematian dan surat keterangan ahli waris. Bahkan jika diperlukan, mengurusnya bisa sampai ke pengadilan agama.

Sepupu jauh saya, harus mengurus sampai pengadilan agama demi mencairkan tabungan di bank milik almarhum ayahnya. Alasannya, karena warisannya berbentuk deposito dan bilyetnya hilang. Ternyata, membuat surat kehilangan dari kepolisian aja nggak cukup.

Saat mengurus harta warisan, ibu saya langganan membeli materai dan leges berkas di kantor pos. Lalu, mengurus dokumennya bisa dari tahap RT sampai kecamatan. Bahkan apesnya, karena lalai soal akta kematian yang nggak kunjung diurus, ibu saya bersama ahli waris lain harus berurusan pula dengan pengadilan agama.

#3 Dihubungi orang yang mau pinjam uang

Sebaiknya, saat dapat harta warisan, diam-diam saja. Soalnya kalau orang-orang tahu, bisa menjadi target untuk berutang. Bahkan, yang nggak pernah menghubungi sebelumnya bisa tiba-tiba akrab seolah baru berkontak kemarin sore.

Saat ibu saya dapat warisan dari kakek saya, ada sepupu ibu yang sudah sangat lama nggak mengontak, tiba-tiba WA mau pinjam uang. Bagaimana mau iba dan memberi, datang menjenguk kakek saya saat sakit atau ke pemakamannya saat meninggal saja nggak. Padahal, masih saudara.

Ada teman ibu yang memperingatkan untuk nggak sembarangan meminjamkan uang. Tapi, malah dia sendiri yang akhirnya meminjam uang dari ibu saya. Ada lagi yang mau pinjam untuk keperluan yang sebenarnya nggak mendesak.

Selain karena uang warisan tersebut menjadi pegangan di kala COVID-19, meminjamkan uang kepada sembarangan orang juga rasanya berat. Apalagi yang muncul tiba-tiba, padahal sebelum-sebelumnya nggak mau bersilaturahmi. Terasa sekali datang hanya karena butuh.

BACA JUGA: Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

#4 Dianggap kaya raya

Segala harta kepunyaan orang tua yang wafat, akan diwariskan kepada anaknya atau ahli waris. Nah, nggak melulu jumlahnya fantastis. Selain itu, untuk mengurus berkas dan lainnya, butuh biaya.

Meski sudah hampir 10 tahun lalu dapat harta warisan, tapi anggapan ibu saya kaya raya berkat warisan, masih melekat sampai sekarang. Pertanyaan mengapa masih sewa rumah padahal dapat warisan adalah hal yang paling sering saya dengar. Mereka bicara seolah-olah tahu keuangan kami.

Padahal nggak lama setelah ibu saya dapat warisan, COVID-19 melanda. Sehingga, uangnya banyak dipakai untuk bertahan di tengah gempuran cobaan ekonomi di kala COVID-19. Lagi pula, keluarga saya ekonominya menengah ke bawah. Jelas lebih sering mengalami masa-masa sulit ketimbang menapak awan di langit.

Ada utang yang harus dibayar. Banyak kebutuhan yang harus dibeli karena sebelumnya membayangkan bisa membelinya saja tidak. Makanya pas dapat uang warisan, dimanfaatkan sebaik mungkin untuk ini dan itu.

Dapat harta warisan memang harus disyukuri. Tapi perlu dipahami, hal itu nggak selamanya indah. Tapi, orang lain mana mau mengerti. Yang mereka tahu, dapat warisan artinya kaya mendadak, seperti dapat durian runtuh. Sama seperti adegan sinetron. Padahal yang namanya ketimpaan durian, walau enak, tetap saja ada sakitnya.

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2026 oleh

Tags: cara mengurus harta warisanharta warisanpajak harta warisan
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang Mojok.co

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

28 Juni 2026
Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

1 Juli 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja Mojok.co

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja

29 Juni 2026
Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

28 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.