Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
6 Juli 2026
A A
Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak Terminal

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah sekian tahun gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bangkalan Madura memprihatinkan. Akhirnya, tahun lalu ada kabar kabupaten ini membangun gedung baru sebagai lokasi perpustakaan daerah.

Tak butuh lama, tahun ini gedung baru itu sudah berdiri dan beroperasi. Ya, tentu saja ini adalah kabar baik bagi peningkatan literasi di Bangkalan Madura.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, sayang yang namanya proyek pemerintah jarang ada yang berjalan maksimal. Demikianlah Perpusda Bangkalan, meskipun gedungnya sudah bisa dimanfaatkan, ada beberapa hal yang menurut saya belum ideal dan juga sangat penting untuk diperhatikan. 

Hal-hal yang saya maksud ini akan sangat berpengaruh pada kemauan warga Bangkalan untuk berkunjung. Nah, berikut saya bantu rincikan apa saja yang perlu dibenahi oleh Perpusda Bangkalan Madura. 

Gedung Perpusda Bangkalan Madura masih seperti bangunan bekas perang

Sebagai pengunjung Perpusda Bangkalan, saya merasa gedung baru perpustakaan ini sebetulnya belum benar-benar rampung. Tidak butuh seorang arsitek atau ahli teknik sipil untuk mengatakan bahwa gedung ini sebenarnya belum 100% selesai. Sebab, dari tampilannya saja, sangat banyak hal yang masih perlu untuk dibenahi.

Seperti judul sub-bab ini, bangunannya lebih mirip gedung bekas perang daripada disebut perpustakaan.

Saya tidak mengada-ada dengan ilustrasi saya ini. Pertama, di halaman depan gedung ini, masih banyak bebatuan yang belum dirapikan. Akses masuk ke area bangunann juga belum rapi beraspal. Kedua, dinding-dinding di luar ruangan juga masih mentahan, banyak yang belum dicat sama sekali. Lorong-lorong untuk masuk ke ruangan juga masih kosong melompong, tidak ada hiasan. Masih full semen. Maka, jangan heran jika saya menyebutnya lebih mirip gedung bekas perang.

Ya saya akui, untungnya sudah banyak desain ruang in doornya yang cukup representatif. Jadi, masih cukup tertolong.

Baca Juga:

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi

Pojok Baca Perpusda Bangkalan jangan jadikan ruang bercanda

Meskipun saya katakan desain ruangnya sudah bagus, tak berarti semua ruang in door-nya sudah merepresentasikan suasana sebuah perpustakaan. Di sini, terutama sekali, saya menyayangkan ruang pojok baca di lantai dua gedung ini. Sebab, yang idealnya pojok baca adalah ruang yang tenang, di Perpusda Bangkalan malah sebaliknya. 

Sudah beberapa kali berkunjung kesana, ketika saya membaca buku di Pojok Baca, sering kali saya terganggu oleh obrolan karyawan yang penuh gelak tawa di ruangan sebelahnya.

Sebetulnya, saya tidak masalah dengan obrolan mereka, tapi kurang elok rasanya jika itu dilakukan di ruang pojok baca. Pengunjung ingin cari ruang tenang sambil membaca buku, eh malah ketemu karyawan yang mengganggu.

Saya pun sebenarnya merasa maklum sebab ruang Pojok Baca dan ruang karyawannya memang bersebelahan tanpa penghalang yang pas. Jadi saran saya, alangkah lebih baik ruang karyawannya atau ruang Pojok Baca dipindah atau dipisah. Sebab, jika dibiarkan, saya yakin hal demikian akan terus terjadi sehingga mengganggu para pengunjung.

Karyawan perlu inisiatif lebih

Selain masalah di atas, ada pula fenomena di Perpusda Bangkalan yang menurut saya tidak ideal dari sebuah perpustakaan. Waktu itu, kebetulan saya sedang menikmati buku Cerita Calon Arang karya Pak Pram. Dapat setengah halaman, sekitar tujuh anak SD berusia belasan tahun datang berlarian memasuki ruang pojok baca. Saya pribadi merasa terganggu, sebab anak-anak yang berlarian itu juga sambil berteriak-teriak tidak jelas.

Lalu, datanglah salah satu karyawan menegur anak-anak itu. Katanya, jangan rame-rame ada mas-mas dan mbak-mbak yang lagi baca buku. Kalau saya tidak salah, mereka juga diminta di luar saja jika ingin ramai. 

Akhirnya, beberapa dari mereka pun keluar. Ya, respon karyawan itu sekilas benar, tapi bagi saya tidak ideal. Toh, ruangannya sendiri juga ramai ketawa-ketiwi sampai mengganggu para pengunjung yang lagi baca buku. Tapi, bukan itu yang ingin saya bahas.

Bagi saya, alangkah baiknya Perpusda Bangkalan juga punya cara lain menyambut anak-anak yang terlihat ribut. Bukan diminta diam, sebaliknya diajak untuk berdiskusi bersama. Tentu, ini membutuhkan pustakawan yang punya wawasan, menyukai anak-anak, dan bisa menarik hati mereka. Cobalah ajak anak-anak itu kumpul, lalu ceritakan salah satu buku yang menarik. Pasti mereka akan betah dan bisa rutin berkunjung ke perpustakaan.

Yah, ini hanya saran. Kalau bisa dilaksanakan, ya Alhamdulillah.

Perbarui buku-buku bacaan

Terakhir, keluhan ini bukan dari saya, melainkan dari teman-teman saya. Ketika saya mengajak mereka berkunjung ke Perpusda Bangkalan karena gedungnya baru, rata-rata dari mereka menolak. Katanya, buku-buku menarik yang ada di Perpusda Bangkalan sudah mereka khatamkan semuanya. Awalnya, mereka kira karena gedungnya baru maka koleksi buku-bukunya juga akan baru. Ternyata tidak.

Sebagai pengunjung baru yang kunjungannya masih bisa dihitung jari, ya saya belum merasakan masalah ini. Saya masih menikmati beberapa buku yang memang belum mampu untuk saya beli sendiri. Namun, jika diperhatikan, buku-buku di Perpusda Bangkalan memang terbitan lama. Jadi, mungkin jika terus tidak ada pembaruan, saya juga akan semakin jarang berkunjung nantinya.

Maka dari itu, jika ada anggaran, segeralah perbarui koleksi buku di Perpusda Bangkalan. Jika tidak, nasibnya kurang lebih akan sama dengan gedung sebelumnya, yakni sepi pengunjung.

Ya demikianlah masukan dan saran saya pada Perpusda Bangkalan. Saya berharap, pemerintah kabupaten tidak menganggap tulisan ini sebagai hal negatif. Saya menulisnya karena saya peduli dengan literasi di kabupaten ini, terutama keberadaan perpustakaan sebagai penunjang utamanya.

Nah, bagi pemustaka di Bangkalan Madura, tidak perlu ragu untuk berkunjung ke Perpusda Bangkalan Madura. Terlepas dari kritik saya di atas, pendapat saya tetap saja, perpustakaan yang baru ini masih jadi tempat paling cocok untuk menikmati waktu senggang sambil membaca buku.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2026 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduramaduraPerpusdaPerpusda Bangkalanperpusda Bangkalan Madura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Madura Tidak Butuh Jalan Tol

Madura Tidak Butuh Jalan Tol

30 Maret 2023
3 Rencana Proyek Pembangunan di Madura yang Terdengar Brilian padahal Cuma Ide Ngasal!

3 Rencana Proyek Pembangunan di Madura yang Terdengar Brilian padahal Cuma Ide Ngasal!

19 Oktober 2025
Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026
5 Rekomendasi Merek Sarung buat Kamu yang Hipster Abiezzz madura

Surat Edaran tentang Penggunaan Sarung di Kampus Madura Adalah Langkah yang Tepat

26 November 2022
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Tidak Perlu Buru-buru Mengejar Status PTN-BH karena Korbannya Pasti Tetap Mahasiswa

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Tidak Perlu Buru-buru Mengejar Status PTN-BH karena Korbannya Pasti Tetap Mahasiswa

15 April 2024
5 Hal yang Akan Terjadi kalau Bangkalan Madura Punya Bioskop, Salah Satunya Nggak Perlu Menyeberang Suramadu untuk Nonton Film Terbaru

5 Hal yang Akan Terjadi kalau Bangkalan Madura Punya Bioskop, Salah Satunya Nggak Perlu Menyeberang Suramadu untuk Nonton Film Terbaru

10 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral Terminal

Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral

23 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Sebaiknya para pejabat berhenti bawa-bawa Jawa Timur untuk tameng atas gaya bicara yang arogan

Sebaiknya para pejabat berhenti bawa-bawa Jawa Timur untuk tameng atas gaya bicara yang arogan

23 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026
Stasiun Cawang adalah kunci warga untuk tetap waras sehari-hari naik KRL Depok Jakarta Mojok.co

Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

23 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.