Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Saepani oleh Saepani
20 April 2026
A A
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak miskin, tapi tidak bisa disebut sejahtera. Di Banten, sehari-hari saya mahasiswa mesti nyambi bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan. Perlu digarisbawahi, bekerja di sini sebagai full-time ya, bukan bekerja paruh waktu atau freelance. Dengan kata lain, 24 jam waktu saya dalam sehari kebanyakan dihabiskan untuk bekerja dan kuliah. 

Sekilas kesibukan itu mungkin tampak keren. Hari-hari saya terdengar sangat produktif, selain menimba ilmu saya juga memupuk pundi-pundi. Akan tetapi itu di anggapan orang saja, aslinya saya menderita. Studi berat, saldo rekening pun tak kunjung mencapai tujuan. 

Kerja di Banten digaji 2 juta

Saya digaji Rp2 juta tiap bulan. Sekilas angka tersebut terdengar lumayan, tapi sejujurnya tidak juga, apalagi bagi yang menjalani pekerjaan tersebut. Asal tahu saja, UMR Banten 2026 ini berada di angka Rp3 jutaan. Dengan kata lain, wajar kalau capek, apalagi sehari-hari harus siap kerja 8 jam. 

Bagi mereka yang sehari-hari hanya bekerja, kombinasi kerja 8 jam dan upah Rp2 juta mungkin cukup-cukup saja. Setelah itu mungkin mereka bisa mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, bagi orang seperti saya, yang masih mahasiswa, setelah kerja masih pusing memikirkan studi. 

Berangkat kuliah dengan sisa tenaga, pulang dengan sisa harapan. Tapi, anehnya, justru di titik itu saya mulai sadar: hidup bukan soal punya waktu luang, tapi soal mau tetap jalan meski waktunya sempit.

Working poor

Walau saya bisa memetik banyak pelajaran dari kombinasi hidup dari kuliah dan kerja, sesungguhnya saya masih keteteran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam beberapa kajian ekonomi, kondisi saya ini disebut sebagai working poor. Saya bekerja, tapi tetap sulit memenuhi kebutuhan hidup layak. Uang habis, tapi kebutuhan masih antre. 

Ada banyak faktor di balik working poor, bukan hanya upah yang nggak layak. Tapi, bisa juga harga makanan dan minuman yang terus naik hingga ongkos mobilitas yang semakin tak ramah di kantong. Gaji Rp2 juta jadi serasa cuma mampir di rekening. 

Saya yakin di luar sana banyak yang merasakan pengalaman serupa. Menjalani hari-hari seperti robot. Ada yang kuliah-kerja-kuliah-kerja seperti saya. Tidak sedikit pula yang ambil pekerjaan sampingan setelah pekerjaan utama. Namun, rekening tidak ada perkembangan, segitu-gitu aja. 

Baca Juga:

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

Kuliah sambil kerja memberi secercah harapan

Kuliah sambil kerja dengan gaji hanya Rp2 juta mengajarkan sesuatu yang nggak ada di buka pelajaran: daya tahan, tentang konsistensi, dan tentang bagaimana tetap bermimpi meski keadaan tidak memberi banyak alasan.

Anehnya memang. Di tengah kondisi yang serba tidak ideal itu, mahasiswa yang juga bekerja, saya masih tetap punya mimpi. Saya pengin jadi pengusaha. Saya juga pengin jadi dosen. Sekilas terdengar ndakik-ndakik. Tapi, bukankah memang seperti itu esensi mimpi? Kalau disesuaikan dengan kondisi sekarang, mungkin banyak orang nggak akan punya cita-cita. 

Di saat kondisi belum berpihak, saya justru belajar untuk tidak menyerah. Bukan karena yakin akan berhasil, tapi karena belum siap untuk kalah.

Penulis: Saepani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh

Tags: BantenbekerjaKuliahkuliah sambil kerjaMahasiswapekerja
Saepani

Saepani

Mahasiswa dan penulis opini yang menaruh minat pada isu demokrasi, anak muda, dan kebijakan publik. Tulisan-tulisannya berangkat dari kegelisahan sehari-hari dan pengalaman sebagai warga yang hidup di tengah dinamika politik kontemporer.

ArtikelTerkait

lulus tidak tepat waktu

Bersatulah Mahasiswa yang Lulus Tidak Tepat Waktu

30 Agustus 2019
Mahasiswa Harus Coba Ikutan Program Kampus Mengajar

Mahasiswa Harus Coba Ikutan Program Kampus Mengajar

11 Mei 2023
5 Kafe di Gunungkidul yang Nyaman untuk Mengerjakan Tugas Mojok.co

5 Kafe di Gunungkidul yang Nyaman untuk Mengerjakan Tugas

6 Mei 2025
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok Kuliah di UIN Palembang uin jogja, uin malang

3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok Kuliah di UIN Palembang

14 Mei 2024
kakak

Mahasiswa dan Polisi: Renggangnya Hubungan Baik Saya dengan Kakak Akibat RUU Ngawur dan Elite Politik

30 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Seni Bertahan Hidup di Musim Kondangan: Panduan Strategis agar Dompet Tak Sekarat dan Berakhir Melarat

24 Mei 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN guru pns

Nasib Guru PNS Muda di Sekolah Boomer: Dianggap Dewa Teknologi, Berakhir Jadi Kurikulum Abadi

24 Mei 2026
Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026
4 Pasar Kalcer Jogja yang Bisa Dikunjungi Selain Pasar Ngasem Mojok.co

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

29 Mei 2026
Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker (Kota Banjarbaru via Wikimedia Commons)

Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker

26 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.