Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Agus Miftahorrahman oleh Agus Miftahorrahman
5 April 2026
A A
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah banyaknya badai PHK dan sulitnya mencari pekerjaan, Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai dosen tak lama setelah menyelesaikan studi S2. Awalnya, saya kira menjadi dosen itu menyenangkan dan bisa memberikan keamanan finansial. Nyatanya, banyak realita pahit yang baru saya rasakan setelahnya.

Penghasilan dosen kebanyakan berbasis kinerja

Setelah menjadi dosen, saya baru mengerti bahwa pendapatan mereka sebenarnya tidak jauh berbeda dengan guru sekolah pada umumnya. Setidaknya itu yang terjadi di tempat di mana saya mengajar. Pemasukan bulanan didasarkan pada kinerja dan berapa banyak jam perkuliahan yang diselesaikan dalam satu bulan.

Oh iya, besaran insentif juga dipengaruhi oleh seberapa banyak mahasiswa dan UKT yang ditetapkan oleh kampus masing-masing. Bayangkan jika mahasiswanya nggak sampai 30 untuk satu kelas dan UKT-nya merakyat sekali, misal di Rp750 ribu per semester, tentu honor per jam perkuliahannya tidak seberapa. Sedikit, untuk tidak menyebutnya miris.

Beban administrasi dan pengabdian yang kadang tidak dihargai

Saya kira menjadi dosen berbeda dengan pekerjaan lainnya. Ternyata realitasnya sama saja. Baru diterima sebagai dosen saya sudah harus mengurus banyak beban administrasi. Mulai dari surat keterangan sehat, bebas narkoba, sehat psikologis,dan masih banyak dokumen lainnya untuk mengurus NIDN. Tentu, semua itu tidak gratis, perlu biaya.

Setelah menjadi dosen pun saya juga tidak luput dari kewajiban administrasi. Tidak hanya mengajar di bangku perkuliahan, sebagai dosen saya juga wajib menjalankan Tridharma perguruan tinggi. Salah satu yang paling berat tentu penelitian dan pengabdian masyarakat. Sayangnya, untuk penelitian dan pengabdian masyarakat ini seringkali harus berangkat dari dana pribadi.

Apakah ada subsidi dari pemerintah? Tentu ada, tapi birokrasi dan syaratnya ruwet dan prosesnya lumayan lama. Saking seringnya, program pengabdian masyarakat keburu selesai duluan sebelum dana hibah atau subsidi pemerintah cair. Alhasil mekanismenya berubah, dari awalnya pengajuan menjadi reimbursement. Dan, seperti yang umum diketahui, proses reimbursement itu ruwet dan sangat problematik.

Tanggungan akreditasi yang tak kunjung selesai

Oh iya, selain mengajar, dosen juga punya kewajiban untuk membantu persiapan akreditasi. Karena jika akreditasi sepenuhnya diserahkan kepada tenaga admin, hasil akreditasi pasti akan gagal total. Kenapa? Karena untuk urusan akreditasi, selain dokumen administrasi, diperlukan juga data pendukung yang bersifat real dan bisa dipertanggungjawabkan.

Beruntungnya, akreditasi itu dilakukan 5 tahun sekali dan bukan tiap tahun. Karena, ada banyak sekali dokumen yang perlu dipersiapkan dan tidak mungkin mengada adakan sebuah data dalam waktu singkat. Yang ada, akreditasi akan ditolak dan program studi tak bisa beroperasi lagi.

Baca Juga:

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Oh iya, biaya akreditasi juga ternyata tidak sedikit. Hal itu baru saya ketahui setelah terlibat langsung sebagai tim akreditasi. Biaya pendaftaran dan pengajuan saja bisa menghabiskan Rp50-100 juta lho. Bayangkan jika mahasiswanya nggak sampai 100 orang dan UKT merakyat sekali. Habis untuk akreditasi semua itu duit.

Akan tetapi, dengan segala tantangan itu, sejujurnya saya tetap bahagia menjadi seorang dosen. Menjadi insan yang ikut bersumbangsih memajukan pendidikan putra-putri bangsa. Berusaha maksimal mengajar dan mendorong pola pikir mahasiswa meskipun harus juga memeras pikiran untuk mencari penghasilan tambahan menghidupi keluarga.

Penulis: Agus Miftahorrahman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2026 oleh

Tags: DosenKampuslulusan S2MahasiswaPerguruan TinggiS2
Agus Miftahorrahman

Agus Miftahorrahman

Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial, lingkungan, dan literasi. Setiap pekan menjaga bara semangat literasi melalui Perpustakaan Jalanan Besuki Membaca.

ArtikelTerkait

agen perubahan

Mahasiswa Bukan Agen Perubahan Tapi Agen Perebahan dan Perghibahan Dosen

9 Maret 2020
makelar kontrakan jogja bapak kos terminalmojok

Bisnis Makelar Kontrakan: Bisnis Digital Sederhana dengan Keuntungan yang Cukup Menjanjikan

15 Juli 2021
Kiat Menjadi Mahasiswa Jomblo Kaya di Akhir Bulan

Kiat Menjadi Mahasiswa Jomblo Kaya di Akhir Bulan

3 Mei 2019
Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Cocok Hidup di Daerah Ini Mojok.co surabaya

Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bisa Cocok Hidup di Daerah Ini

19 Juni 2024
Klebengan Sleman Surganya Kos-kosan Mewah dengan Harga Murah Mojok.co

Klebengan Sleman Surganya Kos-kosan Mewah dengan Harga Murah

1 Juli 2024
6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka Terminal Mojok

6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka

10 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah
  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY
  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda
  • Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan
  • Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.