Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Syahrul oleh Syahrul
2 Agustus 2026
A A
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada profesi di sekitar kita yang ilmunya setara gabungan Fisika Kuantum, Teknik Sipil, dan Ilmu Gaib, penebang pohon keliling adalah jawabannya.

Di lingkungan perumahan atau perkampungan padat, profesi ini punya posisi yang unik. Ia diabaikan ketika segala sesuatu terlihat baik-baik saja. Tapi ketika ada dahan yang mulai terlihat lapuk dan bisa menghancurkan genteng (apalagi kepala orang), maka penebang pohon keliling ini dicari.

ADVERTISEMENT

Dengan gergaji mesin (chainsaw) yang beratnya mirip beban hidup, tambang plastik, dan celana kain lusuh, mereka beraksi merapikan dahan, batang, atau apa pun yang berpotensi membahayakan penghuni dan orang-orang yang melintas di bawah pohon.

Namun, di balik suara raungan gergaji mesin dan kayu yang tumbang presisi, ada sisi gelap profesi ini yang jarang kita pikirkan. Merekalah orang-orang yang bertaruh nyawa demi uang tak seberapa, berdiri di persimpangan antara perhitungan ketat dan kepercayaan mistis warga setempat.

Matematika tingkat tinggi di atas genteng tetangga

Banyak orang mikir pekerjaan menebang pohon itu gampang: tinggal tempel gergaji, dorong, roboh deh. Padahal, bagi penebang pohon panggilan di pemukiman padat, menebang pohon sebesar pelukan orang dewasa di lahan yang mungil tak ubahnya seperti ujian matematika.

Salah hitung sudut kemiringan sedikit saja, arah jatuh pohon bukan ke tanah kosong, melainkan menimpa genteng atau malah bikin kabel listrik putus. Kalau genteng tetangga pecah, jangankan dapat upah, sang penebang justru harus ganti rugi.

Mereka menebang nggak asal nebang. Mungkin ya mereka nggak menghitung pakai rumus matematika apalah itu, tapi pengalaman bertahun-tahun lah yang bikin kalkulasi di kepala.

Bayaran penebang pohon keliling yang murah bikin nyawa kayak nggak ada harganya

Dengan risiko yang sebegitu besarnya, berapa sih bayaran mereka?

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Sering kali, jasa mereka ditawar sadis. Untuk pekerjaan memotong pohon yang memakan waktu seharian di bawah terik matahari, warga tak jarang menawar dengan kalimat membagongkan: “Halah, cuma motong pohon segini doang masa sampai 500 ribu? Dua ratus ribu aja ya, Pak, kan sekalian lewat.”

Betul, 200 ribu mungkin masih terhitung angka yang besar buat kalian. Tapi, lihat risikonya. Lihat bagaimana mereka bekerja. Jelas itu bukanlah pekerjaan orang-orang yang iseng serta tanpa keahlian. Penebang pohon keliling justru adalah craftsman. Kalian bayar karena benar-benar butuh dan tidak ada yang bisa.

Tapi ya kadang kepalang butuh, harga tersebut diambil. Meskipun begitu, tolong banget, jangan kalian tawar sadis. Kalian tahu betul risikonya, jadilah manusia yang bermartabat.

Nego harga sama pemilik, ‘nego’ permisi sama ‘penghuni’

Ini bagian yang paling unik sekaligus bikin dahi berkerut. Di Indonesia, menebang pohon tua—terutama pohon beringin, kamboja, atau randu—tidak hanya berurusan dengan hukum alam, tapi juga hukum gaib.

Bukan rahasia lagi kalau penebang pohon keliling sering berhadapan dengan mitos pohon “ada isinya”. Sebelum gergaji mesin dinyalakan, ada ritual yang harus dilakukan. Mulai dari menepuk batang pohon tiga kali, mengucap salam, sampai menabur kopi hitam. Atau kadang kemenyan kalau si pemilik rumah bersikeras bahwa pohonnya “berpenghuni”.

Bagi sebagian orang, ini dianggap takhayul. Tapi bagi para penebang, ini adalah bentuk penghormatan pada alam (dan cara menenangkan batin sendiri). Pasalnya, kalau gergaji tiba-tiba macet tiga kali berturut-turut atau rantai gergaji terlepas tanpa alasan jelas, secara psikologis mental mereka bertarung. Apakah ini masalah karburator, atau ada “penghuni” yang ngamuk karena rumahnya digusur tanpa permisi?

Penebang pohon keliling, profesi esensial yang tetap terpinggirkan

Di tengah gempuran modernisasi, peran penebang pohon keliling sejatinya belum tergantikan. Ketika dinas kebersihan kota terlalu sibuk atau mematok birokrasi yang panjang untuk sekadar memangkas dahan rawan tumbang, bapak-bapak inilah yang menjadi first responder warga.

Mereka bekerja tanpa jaminan BPJS Ketenagakerjaan, tanpa alat safety yang layak, dan tanpa kepastian penghasilan harian.

Jadi, lain kali kalau ada penebang pohon keliling yang lewat di depan rumahmu dan kamu butuh jasanya, tolong jangan ditawar terlalu tega. Uang yang kamu keluarkan bukan cuma untuk membayar bahan bakar gergaji dan tenaga mereka, tapi juga untuk membayar keberanian menantang maut di atas dahan pohon demi memastikan rumahmu aman dari musibah.

Penulis: Syahrul
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2026 oleh

Tags: gergaji mesinjenis gergaji mesinpenebang pohon kelilingprofesi penebang pohon
Syahrul

Syahrul

Sukses selalu pejuang negara!

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Alasan orang bermodal Rp100 miliar lebih baik buka usaha laundry daripada bisnis yang lagi viral Mojok.co

Alasan orang bermodal Rp100 miliar lebih baik buka usaha laundry saja daripada bisnis yang lagi viral

2 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.