Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kendal, Daerah Medioker yang Masih Punya Hal-hal Baik di Dalamnya

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
21 Mei 2025
A A
Kendal, Daerah Medioker yang Masih Punya Hal-hal Baik di Dalamnya

Kendal, Daerah Medioker yang Masih Punya Hal-hal Baik di Dalamnya (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kendal sering kali tertutupi dengan tenarnya Kota Semarang. Saat di Jakarta, ketika saya ditanya kalau mudik pulangnya ke mana, saya sering menyebut Semarang. Alasannya karena ketika menyebut “Kendal”, banyak yang nggak familier. Kalaupun ada yang tahu, mereka lebih sering mengira kalau Kendal bagian dari Kota Semarang.

Sebagai sebuah daerah yang terletak di Pantura, Kendal memang biasa-biasa saja. Bahkan saat ini nasibnya mulai dibayang-bayangi Batang yang geliat perkembangan industrinya makin pesat. Tetapi terlepas dari statusnya yang medioker, Kendal masih punya beberapa hal baik yang patut diapresiasi, setidaknya oleh warganya sendiri.

#1 Kendal punya stasiun yang memadai

Stasiun Weleri yang terletak di ujung barat Kendal jadi salah satu aspek yang patut dibanggakan oleh warga Kendal. Saya sendiri pernah menulisnya secara khusus di sini. Bagi saya, kehadiran Stasiun Weleri paling tidak membuat keberadaan Kendal disadari oleh orang dari luar kota. Ukuran stasiun ini memang kecil, tapi menjadi saksi bisu tiap orang yang datang dan pergi ke berbagai kota di Jawa.

Selain itu, fasilitas di dalam stasiun ini cukup memadai. Lahan parkir yang dulunya jadi sengketa sekarang sudah selesai permasalahannya. Di sekitar stasiun pun terdapat pertokoan yang di depannya tersedia kursi dan meja untuk penumpang atau penjemput yang menunggu kereta.

#2 Perpustakaan daerah rasa perpustakaan nasional

Kendal bisa dibilang unggul soal fasilitas perpustakaan dibanding daerah lainnya (non-kotamadya) di Pantura. Coba sebutkan daerah Pantura mana yang punya perpustakaan yang memecahkan rekor Muri sebagai perpustakaan terluas? Selain luas, perpustakaan daerah Kendal ini juga memiliki ruangan khusus anak dan mini bioskop yang kerap dimanfaatkan untuk penayangan film-film edukasi dan nasional.

Saya rasa perpustakaan ini menjadi salah satu hal yang dibanggakan ketika mengaku sebagai orang Kendal. Perpustakaan ini mulai beroperasi pada tahun 2022 dan jadi salah satu destinasi favorit saya ketika di Kendal. Di sana WiFi gratis, tempat nyaman, dan full AC. Orang-orang seperti saya yang hari-harinya lebih sering memandang laptop ketimbang manusia jadi nggak bingung mencari tempat untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan.

#3 Ruang terbuka publik bisa diakses warga Kendal dengan mudah

Kendal punya beberapa ruang terbuka publik yang bisa diakses dengan mudah oleh warganya. Setidaknya, di beberapa kecamatan yang punya lokasi strategis punya ruang terbuka publik seperti Alun-alun atau taman hijau di kota, Boja, Kaliwungu, dan Sukorejo.

Ruang terbuka ini tentu jadi hal yang baik karena selain jadi tempat bersantai bagi warga saat pagi hari dan sore hari, ruang terbuka publik ini juga mendatangkan rejeki bagi para pedagang kecil. Pasalnya berbagai ruang terbuka publik tersebut jadi pusat keramaian sehingga berpotensi mendatangkan banyak pembeli.

Baca Juga:

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

#4 Kendal, kotanya para santri

Kendal ini kota santri, slogannya saja Kendal Beribadat. Badan Pusat Statistik Nasional menyebut bahwa total jumlah pondok pesantren di kabupaten ini ada sekitar 162, dengan jumlah santri mencapai 26.337 orang. Jadi nggak heran kalau di momen hari besar Islam atau keagamaan seperti bulan Ramadan, Idulfitri dan Iduladha, Tahun Baru HIjriah, Hari Santri, dll., kabupaten ini akan terlihat sangat ramai, terutama di daerah Kaliwungu.

Tak jarang santri dari luar daerah banyak yang belajar di Kaliwungu. Mereka datang dari Semarang, Demak, bahkan kota-kota di Jawa Barat. Hal ini membuat Kendal menjadi salah satu kawasan religi penting di Jawa Tengah, meskipun tak sepopuler Tebuireng di Jombang atau Sarang di Rembang. Setidaknya, nilai-nilai keislaman di kabupaten ini begitu terasa sehingga masyarakat punya kultur budaya yang tenang dan bersahaja.

#5 Budaya pernikahan yang nggak ribet dan glamor

Ada seorang kawan yang berkelakar begini, “Kalau kamu cuma punya modal cinta, mantep, dan tanggung jawab, wes goleko ae wong Kendal. Orange nrimonan, bisa diajak sederhana, tapi yo nggak ngisin-ngisini.” Tentu ini nggak bermaksud menyebut bahwa orang Kendal itu gampangan ya, tapi lebih kepada budaya sederhana orang-orangnya.

Mohon maaf, nih, kalau dibanding Pati dan Jepara, tradisi pernikahan di Kendal tergolong lebih sederhana dan fleksibel. Nggak ada pemaksaan harus melalui prosesi pernikahan macam siraman, midodareni, temu manten, panggih, sampai ritual-ritual simbolik yang kompleks dan rumit itu. Hal itu pun berpengaruh pada biaya pernikahan yang jatuhnya lebih murah dan hemat.

Nah, itulah beberapa hal baik yang ada di Kendal. Di balik statusnya yang medioker, daerah ini sebenarnya punya hal-hal baik yang patut disyukuri warganya. Kekayaan alamnya, potensi wisatanya, dan ceruk ekonomi baru masih bisa dieksplorasi lebih jauh lagi untuk kepentingan warga.

Pada akhirnya, Kendal bisa jadi akan tetap medioker karena memang pemangku kepentingan yang tak mampu mengolah. Atau memang karena daerah ini hanya pantas jadi pelengkap di jalur Pantura.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kendal, Daerah Salah Urus yang Bakal Jadi Kota Sampah di Pantura.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2025 oleh

Tags: Kabupaten Kendalkendal
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

5 Mei 2023
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
5 Hal Terkait Kendal yang Perlu Diketahui agar Lebih Kenal Terminal Mojok

5 Hal Terkait Kendal yang Perlu Diketahui Orang agar Lebih Kenal

1 Oktober 2022
Pantai Sendang Asih: Pantai Potensial di Kendal yang Terbengkalai, Penuh Sampah dan Bau Mojok.co

Pantai Sendang Asih: Pantai Potensial di Kendal yang Terbengkalai, Banyak Sampah dan Bau

25 Juli 2024
Pasar Bulak Rowosari Kendal, Pasar Kecil Tersembunyi yang Jadi Tempat Belanja Favorit karena Lengkap dan Murah

Pasar Bulak Rowosari Kendal, Pasar Kecil Tersembunyi yang Jadi Tempat Belanja Favorit karena Lengkap dan Murah

6 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Barang Unik yang Saya Temukan di Facebook Marketplace, Surga yang Underrated

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

4 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Blora Bukan Tempat Tinggal yang Tepat untuk 4 Orang Ini

Mampukah Blora Bangkit dari Julukan Pelosok dan Daerah Tersepi?

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.