Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Wisata Semarang yang Tidak Semua Orang Bisa Menikmatinya

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
16 April 2025
A A
4 Wisata Semarang yang Tidak Semua Orang Bisa Menikmatinya Mojok.co

4 Wisata Semarang yang Tidak Semua Orang Bisa Menikmatinya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Wisata Semarang itu bak kotak pandora. Semakin digali, kalian akan menemukan banyak kejutan yang membuat orang terheran-heran. Bukan hanya bangunan peninggalan kolonial, sejatinya Semarang menawarkan pengalaman wisata lain seperti eksplorasi kuliner hingga aktivitas wisata yang sulit dilupakan para pelancong. 

Sekilas, pengalaman berwisata di Semarang meman terdengar menyenangkan, tapi kalau mau menilik lebih jauh, berbagai tempat dan aktivitas wisata di Semarang itu tidak cocok untuk semua orang. Beberapa kegiatan wisata dikhususkan untuk mereka yang butuh nyali atau keberanian tinggi. Beberapa wisata lain perlu kondisi fisik yang prima. 

#1 Wisata Semarang Gua Kreo tidak untuk kalian yang takut kera

Pelancong yang mengidap pithecophobia tidak disarankan berwisata ke Gua Kreo. Pithecophobia adalah ketakutan yang berlebih atau phobia terhadap kera atau monyet. Gua yang terletak di perbukitan Gunung Krincing ini memang habitat untuk banyak hewan, salah satunya monyet. Itu mengapa, pelancong yang hendak mengunjungi Gua Kreo kemungkinan besar akan bertemu langsung dengan para monyet.

Namanya juga binatang, pikiran dan pergerakannya tidak terduga. Beberapa monyet mungkin tidak peduli dengan kehadiran pengunjung. Namun, tidak sedikit juga monyet yang agresif, bahkan mengambil barang-barang milik pengunjung. Jelas hal ini bukan pertanda baik untuk mereka yang takut pada hewan, terlebih mereka yang mengidap Pithecophobia. 

#2 Lawang Sewu tidak cocok untuk mereka yang penakut

Lawang Sewu jadi salah satu destinasi wisata andalan di Semarang. Bangunan yang dahulu merupakan kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) itu begitu ternama karena desainnya yang memiliki banyak pintu dan jendela besar. Saking banyaknya, gedung ini disebut dengan Lawang Sewu yang dalam bahasa Indonesia berarti 1.000 pintu. Padahal, aslinya, bangunan yang mulai dibangun pada 1904 itu hanya memiliki 429 pintu. 

Selain nilai sejarahnya, Lawang Sewu begitu ternama karena dipercaya sebagai salah satu gedung paling berhantu se-Indonesia. Konon katanya, ruang bawah tanah gedung ini pernah dijadikan tempat penyiksaan serdadu Jepang. 

Apabila kalian orang yang sangat penakut, disarankan tidak berkunjung ke tempat ini. Arsitektur kolonial yang megah dan pintu-pintunya yang besar memunculkan aura misterius dan menyeramkan. Benar-benar memantik imajinasi fenomena supranatural. Bahkan, tanpa penampakan nyata, sugesti dan aura mistis yang menyelimuti bangunan seribu pintu itu dapat memunculkan ketakutan. Oleh karenanya, teruntuk kaum pembenci dedemit, Lawang Sewu bukanlah destinasi wisata yang tepat. 

Baca halaman selanjutnya: #3 Wisata Semarang Kampung …

Baca Juga:

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 April 2025 oleh

Tags: Semarangwisatawisata semarangwisatawan
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

4 Tanda Kamu Nggak Cocok Hidup di Semarang, Jangan Nekat Jika Nggak Mau Sengsara

4 Tanda Kamu Nggak Cocok Hidup di Semarang, Jangan Nekat Jika Nggak Mau Sengsara

10 Mei 2025
Percayalah, Jangan Main ke Kebumen, Nanti Bakal Nyesel

Percayalah, Jangan Main ke Kebumen, Nanti Bakal Nyesel

21 Maret 2023
 6 Ciri Penjual Lumpia yang Pasti Enak Menurut Warlok Semarang Mojok.co

Warlok Membocorkan 6 Ciri Penjual Lumpia Semarang yang Rasanya Pasti Enak

17 Oktober 2025
Genuk Semarang: Anak Tiri yang Terus Diperas, tapi Tak Pernah Diperhatikan

Genuk Semarang: Anak Tiri yang Terus Diperas, tapi Tak Pernah Diperhatikan

8 Agustus 2025
Masjid di dekan kawasan simpang lima semarang underground city bekasi

4 Masjid Terdekat dari Simpang Lima Kota Semarang

7 April 2022
Kecamatan Kaliwungu Semarang, Anak Tiri yang Jauh & Terasing (Unsplash)

Kecamatan Kaliwungu Semarang, Anak Tiri Kabupaten yang Malah Lebih Akrab dengan Boyolali

12 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

28 Mei 2026
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.