Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Weleri, Stasiun Kecil Penyelamat Wajah Kabupaten Kendal

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
23 Mei 2023
A A
Stasiun Weleri, Stasiun Kecil Penyelamat Wajah Kabupaten Kendal

Stasiun Weleri, Stasiun Kecil Penyelamat Wajah Kabupaten Kendal (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hidup di Kendal itu serba nanggung karena banyak fasilitas publik yang prematur. Penataan alun-alunnya acakadut, nggak punya terminal bus yang “hidup”, pasar induk dengan status terkungkung, dan masih banyak lagi fasilitas publik lainnya yang dibangun namun tak berdenyut. Cuma satu fasilitas publik yang patut dibanggakan di Kendal, yang setidaknya menyelamatkan wajah Kendal dari pisuhan perantau atau pendatang yang tiba di Kendal, yaitu Stasiun Weleri.

Stasiun Weleri terletak di Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Stasiun ini jadi satu-satunya stasiun yang beroperasi dari total 4 stasiun yang ada di Kabupaten Kendal. Tiga stasiun lain yang nggak beroperasi adalah Stasiun Kaliwungu, Stasiun Kendal, dan Stasiun Kalibodri. Stasiun Weleri merupakan satu dari sekian banyak bangunan tua yang diremajakan agar tetap kokoh dan kuat.

Setahu saya, stasiun ini setidaknya disinggahi oleh 6 kereta api. Keenam kereta tersebut adalah Kamandaka, Kertajaya, Joglosemarkerto, Jayabaya, Dharmawangsa, Kaligung dengan tujuan mulai dari Jakarta, Purwokerto, Surabaya, Malang, dan kota-kota besar lainnya.

Meski merupakan stasiun kecil, Stasiun Weleri memiliki fasilitas yang cukup lengkap, ruang tunggu dan musala yang nyaman, serta toilet yang bersih. Selain itu ada banyak stopkontak yang terletak di pojokan, baik ruang tunggu loket maupun ruang tunggu di dalam stasiun.

Terlibat sengketa lahan

Ada yang menarik dari stasiun satu ini. Pada tahun 2018, tanah Stasiun Weleri pernah menjadi sengketa karena statusnya yang dianggap nggak jelas antara milik PT. KAI atau milik desa, terutama di area luar sekitaran stasiun. Warga setempat kemudian melakukan aksi demo karena perluasaan wilayah stasiun untuk kebutuhan parkir yang dianggap melanggar batas tanah milik desa.

Hingga kini persoalan tersebut tak pernah menemui titik terang. Terlebih ketika Pasar Weleri terbakar. Perkara ini kemudian menguap begitu saja tanpa ada penyelesaian yang konstruktif. Oleh karena itu, hingga saat ini, Stasiun Weleri belum memiliki fasilitas parkir yang memadai. Bahkan tak ada pagar yang mengelilinginya.

Terlepas dari itu, sebelum Pasar Induk Weleri terbakar, Stasiun Weleri mungkin jadi salah satu stasiun paling strategis di Jawa Tengah. Setiap penumpang yang turun di stasiun ini baik di pagi, siang, malam, maupun subuh, akan disambut dengan ramainya aktivitas ekonomi di pasar. Stasiun ini terletak di distrik paling padat di Kabupaten Kendal saat itu.

Penumpang yang turun di pagi hari menjelang siang, akan disambut dengan pedagang sayur dan aneka jajanan pasar yang bisa dibawa pulang sebagai buah tangan. Sementara mereka yang pulang tengah malam hingga dini hari bisa mampir ke angkringan atau pedagang soto yang ramai dikunjungi para penjual sayur dari berbagai daerah dataran tinggi seperti Bandungan, Temanggung, dan Wonosobo. Menyeduh teh atau kopi saset oplosan jagung sembari ngobrol menjadi momen yang biasa ditawarkan ketika turun di Stasiun Weleri.

Baca Juga:

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

Jadi lebih sepi ketika Pasar Weleri terbakar

Sayangnya romantisme dan suasana itu kemudian lenyap ketika Pasar Weleri terbakar. Stasiun Weleri terlihat lebih sering sunyi ketimbang ramai. Ibarat seseorang yang diam dan sedih sepeninggalan sahabat karibnya.

Walaupun demikian, Stasiun Weleri tetap menjadi pilihan bagi perantau dan pendatang. Stasiun ini jadi persinggahan bagi mereka yang ingin pergi ke daerah selatan seperti Sukorejo, Limbangan, Boja, atau Temanggung dan Wonosobo. Atau bahkan ke daerah barat seperti Gringsing yang masuk wilayah Kabupaten Batang.

Bagi mereka yang ingin ke Gringsing, Stasiun Weleri biasanya lebih dipilih oleh para pendatang atau perantau ketimbang Stasiun Pekalongan karena harus melalui Alas Roban yang terkenal angker dan gelap. Tak perlu khawatir jika tiba tengah malam atau dini hari, tak jauh dari stasiun terdapat Masjid Jami yang bisa menjadi tempat menunggu pagi, sebelum akhirnya menaiki bus ke tempat tujuan.

Stasiun Weleri memang jadi penyelamat wajah Kabupaten Kendal. Dengan fasilitas yang ia miliki, stasiun ini menyambut para pendatang dengan ramah dan mengantarkan para perantau dengan kenangan. Ia menjadi saksi dari pertemuan dan perpisahan yang pastinya sarat dengan perasaan emosional. Oleh karena itu, sudah semestinya masyarakat Kendal patut berbangga karena mereka masih punya fasilitas publik yang masih bisa diandalkan.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2023 oleh

Tags: Kabupaten Kendalkendalstasiun keretaStasiun Weleri
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Stasiun Nambo Bogor, Rock Bottom "SpongeBob SquarePants" di Dunia Nyata yang Dihindari para Anker

Stasiun Nambo Bogor, Rock Bottom “SpongeBob SquarePants” di Dunia Nyata yang Dihindari Anker

14 Oktober 2023
Pengalaman Menonton Konser Gratis di Kendal: Niat Nyari Hiburan Musik, Malah Dapat Tontonan Pencak Dor

Pengalaman Menonton Konser Gratis di Kendal: Niat Nyari Hiburan, yang Didapat Malah Pertarungan

10 September 2025
Menangis di Stasiun Shinjuku, Stasiun Tersibuk di Dunia

Menangis di Stasiun Shinjuku, Stasiun Tersibuk di Dunia

24 Mei 2023
Pantai Sendang Asih: Pantai Potensial di Kendal yang Terbengkalai, Penuh Sampah dan Bau Mojok.co

Pantai Sendang Asih: Pantai Potensial di Kendal yang Terbengkalai, Banyak Sampah dan Bau

25 Juli 2024
Stasiun Rewulu: Stasiun Khusus Kereta BBM yang Diburu Pencinta Fotografi

Stasiun Rewulu: Stasiun Khusus Kereta BBM di Bantul yang Diburu Pencinta Fotografi

22 Mei 2023
Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026
Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.