Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

Andre Rizal Hanafi oleh Andre Rizal Hanafi
9 Februari 2026
A A
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Jadi perantau itu menderita. Selain urusan bahasa dan budaya yang berbeda, lidah juga harus beradaptasi dengan kuliner tanah perantauan. Makanan terdengar sepele memang, tapi faktor satu ini bisa memainkan peran penting terhadap betah tidak seseorang di tanah perantauan. 

Kesulitan menyesuaikan diri dengan kuliner di tanah rantau dirasakan oleh kawan saya Ira. Dia mau tidak mau merantau dari Slawi, Tegal ke Kendal karena urusan pekerjaan. Dilihat-lihat, tempat merantaunya sebenarnya tidak begitu jauh dan masih sama-sama daerah pesisir utara Jawa. Namun, kenyataannya, sejak dipindahtugaskan pada Oktober 2025, lidahnya masih saja sulit beradaptasi dengan makanan Tegal. 

Baca juga Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

Bukan kali pertama merantau

Teman saya ini bukan newbie soal merantau. Dan, sepanjang sejarah hidup di tanah orang, dia tidak begitu rewel soal makanan. Saat bekerja di Batang Jawa Tengah, lidahnya bisa beradaptasi dengan baik. Ketika merantau ke Jogja untuk kuliah memang perlu upaya keras untuk menyesuaikan dengan makanan di sana yang kebanyakan manis. Namun, akhirnya dia punya siasat dengan menyelamatkan diri ke burjo, geprek, dan penyetan.

Akan tetapi, Kendal benar-benar beda, benar-benar baru untuknya. Sejak pindah ke Kota Santri ini, rasa manis yang hampir ditemukan hampir di tiap makanan adalah persoalan besar. Persis seperti ketika merantau ke Jogja, bedanya, kali ini dia tak kunjung menemukan tempat penyelamat. 

Dipikir-pikir aneh juga. Kendal dan Slawi masih sama-sama di daerah pesisir utara, tapi kok cita rasanya kulinernya beda. Bagi orang Slawi, dia lebih akrab dengan rasa urih, asin, pedas, dan kadang sedikit kecut. Manis boleh, tapi jangan mendominasi. Sayangnya, soal manis, Kendal ternyata punya standar sendiri yang berbeda dengan masakan di Slawi. 

Baca juga Gaji UMK Kendal, Harga Kost Semarang: Derita Perantau di Kawasan Industri Kendal.

Menjajal berbagai macam makanan di Kendal dan berakhir kecewa

Teman saya ini bukannya tidak berusaha menyesuaikan diri ya. Dia mencicipi banyak makanan.  Eksperimen pertama dimulai dari makanan yang dikira paling aman, yaitu soto. Harapannya sederhana, setidaknya soto jarang mengecewakan. Sayangnya, di Kendal, soto justru jadi sumber kekecewaan kecil yang berulang.

Baca Juga:

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

Soto Kendal yang ia coba cenderung bening dan segar, mirip tipe soto Semarangan. Bagi sebagian orang, ini menyenangkan. Ringan, tidak berat, cocok dimakan pagi atau siang. Masalahnya, Ira lebih cocok dan terbiasa dengan soto khas Pekalongan yang pakai tauco. Ada rasa kecut, asin, dan aroma fermentasi yang kuat. Di lidahnya, rasa seperti itu lebih hidup karena ada kejutan kecil di tiap suapan.

Soto Kendal, di lidah Ira, terasa terlalu sopan. Tidak salah, tapi juga tidak meninggalkan kesan. Datang, lalu pergi begitu saja di lidah dan ingatan. 

Baca halaman selanjutnya: Sate bumbon …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2026 oleh

Tags: kendalkuliner kendalmakanan kendalSlawitegal
Andre Rizal Hanafi

Andre Rizal Hanafi

Seorang yang menjalani hidup dengan tenang, namun menyimpan kegaduhan di dalam kepalanya. Menulis adalah ritual untuk merapikan kekacauan itu—atau setidaknya, sebuah cara untuk menertawakan absurditas yang terjadi di dalam sana

ArtikelTerkait

3 Oleh-oleh Khas Tegal yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan Mojok.co

3 Oleh-oleh Khas Tegal yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan

17 November 2024
lingsir wengi ponggol setan hantu tuselak mojok

Kenapa Ada Ponggol Setan, tapi Nggak Ada Ponggol Syar’i?

1 Juni 2021
Sejarah Martabak Telur, Berawal dari Lebaksiu Tegal hingga ke Penjuru Indonesia Terminal Mojok

Sejarah Martabak Telur, Berawal dari Lebaksiu Tegal hingga ke Penjuru Indonesia

10 April 2022
4 Alasan Kamu Wajib Coba River Tubing di Kebumen yang Sungainya Masih Bersih  Mojok.co

4 Alasan Kamu Wajib Coba River Tubing di Kebumen yang Sungainya Masih Bersih 

28 November 2025
Pengalaman Saya Pertama Kali Naik PO Sinar Jaya dari Tegal ke Cikupa, Banyak Kejutan yang Bikin Kesal Mojok.co

Pengalaman Saya Pertama Kali Naik PO Sinar Jaya dari Tegal ke Cikupa, Banyak Kejutan yang Bikin Kesal

9 Maret 2025
Jalur Hutan Jati Balapulang, Jalur Penghubung Banyumas dan Tegal yang Mencekam

Jalur Hutan Jati Balapulang, Jalur Penghubung Banyumas dan Tegal yang Mencekam

7 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.