Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
17 Juli 2026
A A
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dunia kuliner hari ini dipenuhi oleh inovasi-inovasi yang kadang melompati batas kewajaran. Salah satu yang paling radikal dan sempat lewat di lini masa saya adalah kuliner ikonik asal Kediri, nasi goreng kuah Bang Tommy.

Mendengar namanya, jujur saja, hasrat kulineran saya sempat meredup. Nasi goreng kok dikasih kuah? Ini adalah sebuah penistaan teologis terhadap khazanah nasi goreng yang kodratnya harus garing, kering, dan kemepyar. Di kepala saya, mencampur nasi goreng dengan kuah pekat adalah sebuah sekte sesat yang sengaja diciptakan untuk memicu perdebatan di grup WhatsApp keluarga.

Akan tetapi, rasa penasaran akhirnya mengalahkan ego. Saya memutuskan mencicipi langsung kuliner ini. Dan, di luar ekspektasi saya, nasi goreng kuah Bang Tommy Kediri ternyata enak banget, asli!

Nasi goreng kuah Bang Tommy Kediri, kombinasi aneh yang terselamatkan oleh rasa enak

Sejujurnya, saat piring ditaruh di depan meja, impresi pertama saya adalah ragu. Tampilannya tidak meyakinkan. Seperti nasi goreng biasa yang kebetulan dikasih kuah kaldu kental mirip capcay atau bakmi rebus. Sebuah perpaduan visual yang tidak biasa.  

Akan tetapi, setelah sendokan pertama masuk ke mulut, semua prasangka buruk itu mendadak runtuh. Rasa segar, gurih, dan bumbunya mantap. Ada perpaduan magis antara aroma smoky khas nasi goreng yang dimasak di atas wajan membara, bertemu dengan gurihnya kuah kaldu hangat yang kaya rempah. 

Tekstur nasinya tidak benyek seperti bubur, tapi juga tidak kering. Ia berada di zona nyaman kulinernya sendiri yang bikin betah mengunyah berlama-lama.

Selama bertahun-tahun, Bang Tommy sukses membuktikan bahwa konsep makanan aneh ini bukan sekadar taktik mencari sensasi atau viral sesaat macam menu-menu kekinian di media sosial. Ini adalah sebuah mahakarya kuliner yang potensial. 

Surga kuliner di pinggir jalan yang wajib dicoba

Warung nasi goreng kuah Bang Tommy Kediri ini berwujud warung tenda sederhana yang berdiri di sebelah jalan raya. Tidak ada ruangan ber-AC atau kursi empuk kekinian. Namun, kesederhanaan tempat justru kontras dengan pembeli yang datang silih berganti. Ini adalah tipe kuliner pinggir jalan yang rasanya sangat legendaris dan wajib dicoba minimal sekali seumur hidup kalau kalian sedang berada di Kediri.

Baca Juga:

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup

Menariknya, karena keterbatasan space di bawah tenda, mayoritas pelanggan setianya lebih memilih untuk membeli dan membungkusnya untuk dibawa pulang. Melihat antusiasme yang begitu masif, saya sempat membatin, sepertinya, kalau tempat ini dikembangkan dengan fasilitas yang lebih proper, misalnya kedai permanen yang lebih luas, nyaman, dan tertata, warung Bang Tommy ini bakalan jauh lebih ramai dari sekarang. 

Pembeli yang datang dari luar daerah pun tidak perlu makan dengan sensasi senggolan siku atau waswas menanti giliran tempat duduk yang kosong.

Berdamai dengan sekte nasi basah

Yah, pada akhirnya, sepiring nasi goreng kuah ini memberikan saya sebuah pelajaran berharga tentang kedewasaan dalam memandang dunia kuliner. Kita tidak boleh terlalu kaku memegang dogma masa lalu. Nasi goreng tidak selamanya harus kering, sebagaimana hidup tidak selamanya berjalan lurus sesuai rencana-rencana yang kita susun di atas kertas.

Makanan yang awalnya saya cap sebagai sekte sesat ini justru sukses menampar ego kuliner saya. Ia membuktikan bahwa batas antara keanehan dan kejeniusan itu terkadang hanya setipis kuah kaldu. Bang Tommy berhasil meruntuhkan tembok pembatas antara penikmat nasi goreng kering dan pencinta bakmi rebus dalam satu piring yang harmonis.

Maka dari itu, saya heran kenapa masih banyak orang yang hobi mendebat sekte makanan secara radikal di media sosial. Dibanding sibuk meributkan tim bubur diaduk atau tidak diaduk, mending uangnya ditabung untuk beli bensin menuju Kediri dan rasakan sendiri bagaimana rasanya menikmati nasi goreng basah tanpa perlu merasa berdosa.

Jadi, untuk kalian yang kebetulan sedang melintasi jalur Kediri, silakan mampir dan uji sendiri batas logika kuliner kalian di warung nasi goreng kuah Bang Tommy Kediri. Semoga warung legendaris ini segera mendapat perhatian dan tempat yang lebih luas, agar kuliner paling ciamik di Kediri ini bisa terus dinikmati oleh lebih banyak orang. Lagi dan lagi.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Keistimewaan Kediri di Mata Orang Mojokerto yang Membuatnya Sulit Dilupakan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026 oleh

Tags: kediriKulinerkuliner kedirinasi goreng kuahnasi goreng kuah Bang Tommynasi goreng kuah Bang Tommy Kediri
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

7 Kuliner yang Wajib Dicicipi di Jalan Suryakencana Bogor Terminal Mojok

7 Kuliner yang Wajib Dicicipi di Jalan Suryakencana Bogor

25 Agustus 2022
Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Sulawesi

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Sulawesi

18 Juni 2022
Salah Kaprah Anggapan Jogja Serbamurah. Tabok Saja kalau Ada yang Protes! terminal mojok.co

Salah Kaprah Anggapan Jogja Serbamurah. Tabok Saja kalau Ada yang Protes!

17 Desember 2020
Emotional Eating yang Menjadikan Makan sebagai Pelarian Stres Itu Tidak Baik terminal mojok.co

Emotional Eating: Menjadikan Makan sebagai Pelarian Stres Itu Tidak Baik

18 Februari 2021
Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

6 November 2023
Nggak Semua Warga Kampung Inggris Kediri Bisa Bahasa Inggris, Jangan Berharap Ketinggian Mojok.co

Nggak Semua Warga Kampung Inggris Kediri Bisa Bahasa Inggris, Jangan Berharap Ketinggian

4 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.