Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kenapa Nasi Goreng Jadi Menu Aman yang Dipesan Banyak Orang Saat Makan di Restoran?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
15 Mei 2022
A A
Kenapa Nasi Goreng Jadi Menu Aman yang Dipesan Banyak Orang Saat Makan di Restoran Terminal Mojok

Kenapa Nasi Goreng Jadi Menu Aman yang Dipesan Banyak Orang Saat Makan di Restoran (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya merasa cukup yakin, setidaknya kita semua punya satu atau dua orang teman yang tiap kali makan bareng di restoran atau kafe selalu memesan menu nasi goreng. Apa pun varian nasi gorengnya dan berapa pun harganya. Padahal menu lain di restoran terbilang beragam, variatif. Tentu saja fenomena ini terbilang unik dan menarik, dan masih terjadi sampai dengan saat ini.

Tak terbatas di lingkungan pertemanan atau saat makan bersama dengan keluarga saja, di ruang lingkup pekerjaan pun, nasi goreng selalu menjadi primadona dan pilihan utama para karyawan atau klien saat ada meeting tatap muka di suatu restoran. Pada poin ini, rasanya nggak berlebihan jika saya menobatkan nasi goreng sebagai menu yang ajaib sekaligus adiluhung, sih.

Melalui observasi ala-ala yang sudah saya lakukan, saya coba merangkum alasan di balik fenomena pemilihan nasi goreng yang nyaris selalu menjadi menu andalan, dirasa aman, dan dipesan oleh rekan atau kerabat tiap kali berkunjung ke restoran.

#1 Percaya pada pemikiran: kalau rasa nasi goreng di suatu restoran enak, menu lain pasti sama enaknya

Entah siapa yang ngide perihal ini kali pertama. Satu yang pasti, hal ini berhasil menggiring khalayak pada pemikiran, “Kalau rasa nasi gorengnya (di suatu restoran) enak, menu lain juga enak.” Gimana? Familier dengan ungkapan tersebut? Mau nggak mau, hal ini berpotensi menjadi beban tersendiri bagi para pemilik atau pekerja restoran.

Konon, kalau nasi gorengnya enak, bisa dipastikan menu lain juga enak (Shutterstock.com)

Lah, gimana. Bahan dasar, bumbu yang digunakan, serta cara masak berbeda, kok bisa-bisanya dijadikan standar bagi menu masakan lainnya? Nggak fair, dong.

Eits, tapi jangan senewen terlebih dahulu. Khalayak yang meyakini hal tersebut punya alasan. Menurut sebagian orang, nasi goreng adalah salah satu menu masakan yang proses memasaknya terbilang sederhana. Kalau menu masakan yang terbilang sederhana saja rasanya kurang mantap, gimana rasa menu lainnya yang proses memasaknya lebih njlimet?

#2 Nasi dan orang Indonesia adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan

Soal ini nggak perlu dijelaskan lebih rinci lagi, ya? Pada menu nasi goreng, yang jadi bahan utama tentu saja nasi. Hubungan antara orang Indonesia dan nasi nggak perlu diragukan lagi kelanggengannya. Apalagi nasi yang diberi bumbu racik macam nasi goreng. Makin cocok lah.

Orang Indonesia dan nasi adalah kesatuan yang sulit dipisahkan (Unsplash.com)

#3 Apa pun variannya, rasanya bisa ditakar

Salah satu hal yang menjadikan nasi goreng adalah menu paling aman untuk dipesan saat berkunjung ke restoran, tak lain dan tak bukan karena rasanya bisa ditakar—apa pun variannya. Rasanya nggak pernah neko-neko. Kalau kurang enak karena kurang garam atau sedikit asin, masih aman-aman saja untuk dikonsumsi. Perlu digarisbawahi, ini di luar dari jenis beras yang digunakan atau nasi yang digunakan untuk menu nasi goreng basah (terlampau pulen/lembek), ya. Ini lain soal, sih.

Baca Juga:

Setahun Jadi Pelayan Restoran Bintang Tiga, Saya Malah Kalah Jago Melayani Dibanding Dapur Keluarga Istri

4 Hal Sepele tapi Sukses Membuat Penjual Nasi Goreng Sedih

Mau varian apa pun, kecap, tanpa kecap, menu rahasia, atau menggunakan bumbu khas dari suatu daerah, akan menghasilkan keunikan rasa tersendiri bagi para penikmatnya. Hal ini membuat sebagian orang jadi punya pakem, “Nasi goreng nggak pernah salah untuk dipesan, apa pun, kapan pun, di mana pun restorannya.”

#4 Bikin kenyang dengan topping yang cukup komplet

Silakan jujur pada diri sendiri. Nasi goreng tanpa topping sekalipun sudah bikin kenyang dan terasa enak dengan perpaduan bumbu racikannya, kan? Apalagi kalau ditambah berbagai topping seperti daging-dagingan, sosis, telur, ragam sayuran, daun bawang, dan lain sebagainya. Beuh, makin kenyang cum nikmat, sih.

Tambahan topping bikin kenyang (Shutterstock.com)

Jadi, wajar saja jika banyak orang kepincut dengan ragam racikan, cara memasak, dan sajian nasi goreng yang ada di setiap menu tiap restoran. Pesan satu, bisa sekalian icip banyak topping. Mantap.

#5 Proses masak dan penyajiannya relatif cepat

Siapa yang mau memungkiri bahwa nasi goreng adalah salah satu menu makanan yang biasanya paling cepat dalam proses memasak sekaligus penyajiannya? Bikinnya sat-set-bat-bet, tanpa ba-bi-bu-be-bo. Ini menjadi salah satu alasan terkuat kenapa para karyawan memesan nasi goreng saat mengadakan meeting tatap muka dengan klien, sesama karyawan, atasan, juga lintas divisi.

Selain itu, makannya juga nggak ribet. Tinggal suap pakai sendok campur kerupuk, makan-makan sebelum/setelah meeting selesai tanpa harus cuci tangan, beranjak dari kursi, dan sebangsanya. Yah, biar lebih simpel aja gitu.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kol Goreng, Lalapan Nikmat yang Mengandung Bahaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2022 oleh

Tags: menu makanannasi gorengrestoran
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

4 Dosa Saat Masak Nasi Goreng yang Nggak Disadari Terminal Mojok

4 Dosa Saat Masak Nasi Goreng yang Nggak Disadari Banyak Orang

22 Juli 2022
4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sana!

4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sini!

5 Agustus 2024
4 Dosa Saat Makan Nasi Goreng yang Sebaiknya Dihentikan Terminal Mojok

4 Dosa Saat Makan Nasi Goreng yang Sebaiknya Dihentikan

29 Januari 2022
Pengalaman Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

Pengalaman Jadi Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

14 Mei 2024
Nasi Goreng Tiwul Adalah Inovasi Dunia Kuliner yang Harusnya Bisa Jadi Populer terminal mojok

Nasi Goreng Tiwul Adalah Inovasi Dunia Kuliner yang Harusnya Bisa Jadi Populer

14 Juni 2021
4 Restoran di Bandung yang Terkenal Sejak Zaman Kolonial Terminal Mojok

4 Restoran di Bandung yang Terkenal Sejak Zaman Kolonial

21 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

songkok nasional

Mengenal Songkok dari Simbol Perlawanan hingga Identitas Wibawa Indonesia

2 Maret 2026
Hanya Media Bodoh yang Masih Menerima Penulis Luar, Kecuali…

Hanya Media Bodoh yang Masih Menerima Penulis Luar, Kecuali…

4 Maret 2026
Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Ceritanya Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang Mojok.co

Cerita Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang

6 Maret 2026
Personal Branding Itu Tidak Penting

Personal Branding Itu Tidak Penting

6 Maret 2026
Nasi Godog, Makanan Magelang yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang, Tampilan dan Rasanya Absurd Mojok.co

Nasi Godog Magelang, Makanan Aneh yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang

28 Februari 2026
Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman

Bayar Parkir Liar di Malang: Nggak Dijagain, tapi Sungkan kalau Nggak Dibayar

28 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid
  • Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik
  • KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua
  • Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat “Pertigapuluhan” di Yogyakarta
  • Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan
  • Di Balik Camilan “Mainstream” saat Lebaran, Ada Nilai Sentimental yang Mencairkan Suasana Kumpul Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.