Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kasta Kerupuk Urut dari yang Paling Enak Sampai yang Bikin Ngilu

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
15 September 2022
A A
Kasta Kerupuk Urut dari yang Paling Enak Sampai yang Bikin Ngilu

Kasta Kerupuk Urut dari yang Paling Enak Sampai yang Bikin Ngilu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kerupuk adalah camilan penyelamat di tengah masakan rumah yang itu-itu saja. Saya nggak bisa ngebayangin betapa gabutnya kehidupan ini tanpa makanan ini. Tentu ini nggak berlebihan, sebab, sebagai kawula Jawa yang kebetulan tinggal di Gunungkidul, makanan ini menjadi kudapan wajib yang (harus) ada dan cemepak di meja makan keluarga.

Saya cukup yakin hampir semua masyarakat Indonesia juga merasakan hal yang sama, apa pun jenis masakannya yang penting ada kudapan ini, kudu. Tanpa makanan ini, makanan segurih dan selezat apa pun, tetap enak sih, tapi rasanya kurang mantap saja. Bahkan, nggak sedikit ditemukan golongan manusia yang kalau makan harus pakai kerupuk, tanpa camilan renyah ini kuliner semewah apa pun menjadi hambar seketika, katanya.

Sejak ditemukan pada abad ke-9 silam, makanan ini telah menjadi entitas penting dalam sejarah panjang kuliner khas Nusantara. Sampai saat ini, makanan ini masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Berbagai jenis kudapan ini mudah ditemukan di berbagai daerah dengan cita rasa dan karakter yang berbeda-beda.

Banyaknya jenis kerupuk tersebut telah menciptakan perbedaan kasta di tengah-tengah masyarakat berdasarkan kerupuk yang dimakan. Kasta ini menjadi penentu jenis apa yang paling populer dan sering dijumpai di meja makan. Berikut kasta kerupuk diurutkan dari tertinggi sampai terendah.

Rengginang

Saya kira semua jenis kerupuk harus tunduk dan patuh sama rengginang. Hampir setiap momen, baik hari sepele maupun hari-hari istimewa seperti Lebaran, rengginang akan selalu jadi primadona. Jenis yang satu ini sejak dulu memang sudah menguasai pasaran dunia perkrupukan.

Rengginang adalah jenis kerupuk dengan cita rasa enak, gurih, renyah, dan nyaris tanpa catat. Mantap! Bagaimana tidak, hampir semua jenis kuliner cocok disandingkan dengan rengginang. Selain itu, ukurannya yang besar dan tebal membuat rengginang ini tidak mudah melempem kayak jenis lainnya. Nggak heran, kalau rengginang tersedia di pusat oleh-oleh di berbagai daerah. Enak banget dan no debat!

Kerupuk Putih

Kasta tertinggi kedua ditempati oleh kerupuk putih. Di mana ada warung makan, di situ ada kerupuk putih. Peribahasa tersebut tampaknya masih relevan sampai sekarang. Yah, nyaris semua warung makan di Indonesia selalu menyediakan kerupuk putih. Ini membuktikan bahwa apa pun makanannya, cocok disantap bersama kerupuk putih.

Nggak hanya menjadi kudapan pendamping berbagai menu makanan, makanan ini juga biasa dipakai sebagai media lomba tujuh belasan. Kalau ini, kita udah tau ya.

Baca Juga:

Menerka Alasan Kenapa Kios Buah Juga Jualan Kerupuk

Pedagang Tahu Tek yang Menaburkan Kerupuk sampai Menumpuk Punya Masalah Apa, sih? Bikin Orang Susah Makan Aja

Kerupuk Kulit

Kerupuk kulit menempati kasta tertinggi keempat dalam dunia kudapan kriuk-kriuk. Menyantap semangkuk soto tanpa kerupuk kulit adalah hal yang sia-sia, dosa, dan ra mashok akal! Kuliner berkuah memang kurang lengkap kalau nggak disantap bersama kerupuk kulit. Cita rasanya yang gurih dan renyah berpadu dengan segarnya kuah soto, dijamin bikin kuliner ini makin menggugah selera.

Kerupuk kulit atau rambak menjadi salah satu jenis yang digemari masyarakat Indonesia. Makanan berbahan dasar kulit hewan—biasanya kulit kerbau—ini nggak cuma cocok disantap bersama soto saja, tapi juga kuliner lainnya, kayak mi ayam, bakso, hingga bakmi Jawa.

Gendar

Kasta tertinggi kelima ditempati oleh gandar. Kudapan kriuk-kriuk ini menjadi salah satu jenis kerupuk yang cukup merakyat di Indonesia. Kerupuk berbahan dasar nasi yang dibumbui aneka rempah ini cocok dijadikan pendamping aneka masakan rumahan. Soal cita rasa sudah nggak diragukan lagi, gurih, sedikit asin, dan renyah.

Proses pembuatan gendar pun mudah, biasanya nasi akan dicampur bumbu dapur, seperti bawang putih, garam, ketumbar, dan lainnya, lalu dikenyalkan dan digilas. Setelah dibentuk menjadi segi empat, adonan akan dikeringkan, lalu digoreng sampai krenyes-krenyes.

Kerupuk Udang

Kasta kerupuk tertinggi keenam ditempati oleh kerupuk udang. Jenis ini bisa dibilang cukup bergengsi karena kerap disandingkan sama aneka kuliner lezat saat pesta hajatan. Sesuai namanya, makanan ini berbahan dasar tepung tapioka dicampur dengan udang yang telah dihaluskan. Konon, kerupuk yang memiliki cita rasa gurih mirip udang ini berasal dari Sidoarjo dan sudah ada sejak abad ke-7.

Biasanya, kerupuk udang dijadikan pelengkap berbagai jenis masakan, mulai dari rawon, soto ayam, pecel sayur, dan kuliner lainnya. Sampai saat ini, jenis ini menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia dan mudah ditemui di pasaran. Sayangnya, ada sejumlah golongan mengaku nggak berani makan karena (katanya) sih menderita alergi udang. Masak, sih?

Kemplang

Kasta tertinggi keenam adalah kemplang. Makanan yang memiliki cita rasa ikan tenggiri ini hampir bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Dulunya, kerupuk khas Palembang ini dibuat dari ikan belida. Tapi, langkanya jenis ikan ini membuat warga lokal menggantinya dengan ikan tenggiri dan ikan gabus.

Menurut catatan sejarah, nama “kemplang” berasal dari dialek Melayu lokal yang merujuk pada proses pembuatan adonan dengan cara dipukul-pukul. Sebagian masyarakat Palembang, sampai saat ini masih menggunakan cara tradisional dalam pembuatan kemplang. Resep ini sudah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting bagi sejarah panjang kuliner khas Palembang.

Kerupuk Bawang

Buat kamu yang suka jajan nasi goreng, tentu sudah nggak asing dengan kerupuk bawang. Sesuai namanya, jenis ini terbuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan bawang putih. Makanan berbentuk bulat kecil ini memiliki cita rasa gurih, asin, dan renyah.

Saat ini, kerupuk bawang hadir dengan berbagai varian rasa dan bentuk. Rasanya yang gurih dan penampilannya yang variatif, bikin jenis ini digemari semua kalangan.

Kendati memiliki cita rasa enak dan unik, tetapi sayangnya harus puas menempati kasta terendah dalam dunia perkrupukan. Sebab, buat yang punya gigi sensitif, makanan ini cukup bikin ngilu. Ha mbok yakin.

Itulah kasta kerupuk diurutkan dari yang tertinggi sampai terendah. Apa pun itu, yang jelas, makanan ini juga telah menjadi pahlawan di tengah harga bahan pokok makanan yang semakin nggak manusiawi. Boleh lah semua harga kuliner naik, tapi kalau sampai harga makanan ini ikut-ikutan naik, saya siap revolusi, Kawan!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kisah Kerupuk Kaleng Sunda Menguasai Lidah Orang Jogja Sejak 1930-an 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2022 oleh

Tags: belidagendarkemplangkerupukkerupuk kulit
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Kerupuk, Variabel Penting pada Kuliner Indonesia Namun Sering Tak Dianggap Terminal Mojok

Kerupuk, Variabel Penting pada Kuliner Indonesia Namun Sering Tak Dianggap

29 Desember 2020
Kenikmatan Tak Terbantahkan Makan Nasi dengan Kerupuk dan Kecap terminal mojok.co

Kenikmatan Tak Terbantahkan Makan Nasi dengan Kerupuk dan Kecap

13 November 2020
Menerka Alasan Kenapa Kios Buah Juga Jualan Kerupuk

Menerka Alasan Kenapa Kios Buah Juga Jualan Kerupuk

13 November 2024
magelangan aa burjo kerupuk kepribadian warmindo warung kopi mojok.co

Menilik Kepribadian Aa Burjo dari Kerupuk Magelangan yang Ia Sajikan

22 Juni 2020
Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

2 April 2020
Alasan Kerupuk Jadi Teman Makan yang Cocok di Berbagai Suasana terminal mojok.co

Alasan Kerupuk Jadi Teman Makan yang Cocok di Berbagai Suasana

20 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

25 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

26 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.