Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Pedagang Tahu Tek yang Menaburkan Kerupuk sampai Menumpuk Punya Masalah Apa, sih? Bikin Orang Susah Makan Aja

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
4 November 2023
A A
Pedagang Tahu Tek yang Menaburkan Kerupuk sampai Menumpuk Punya Masalah Apa, sih? Bikin Orang Susah Makan Aja

Pedagang Tahu Tek yang Menaburkan Kerupuk sampai Menumpuk Punya Masalah Apa, sih? Bikin Orang Susah Makan Aja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebenernya yang jadi menu utamanya tahu tek apa kerupuk, sih?

Bagi orang yang suka lapar tengah malam seperti saya, mencari makanan di luar adalah hal yang susah-susah gampang. Susahnya karena mencari makanan selain penyetan, nasi goreng, dan tahu tek itu hampir mustahil. Tapi gampangnya karena penjual makanan seperti yang saya sebutkan tadi bisa didapatkan di mana saja, asalkan nggak di tengah hutan.

ADVERTISEMENT

Saya sendiri nggak tahu, kenapa makanan-makanan tersebut sering kali dijual saat malam hari. Tapi yang jelas, di antara sederet makanan yang saya sebutkan, saya menyimpan keresahan yang cukup mendalam terhadap tahu tek, khususnya ke pedagangnya. Bukan karena pedagangnya jutek atau apa, tapi karena penyajian mereka yang menaburkan kerupuk menumpuk itu yang jadi masalah.

Saya nggak tahu apakah kalian pernah bertemu pedagang tahu tek seperti itu. Tapi, sepanjang pengalaman membeli kuliner satu ini, cara penyajian mereka selalu begitu. Walau terlihat sepele, dampaknya cukup signifikan terhadap cita rasa dari tahu tek itu sendiri.

Membuat orang yang makan kesusahan

Saya kurang tahu, apa sebenarnya motif para pedagang menyajikan tahu tek dengan kerupuk menumpuk. Apakah untuk menutupi porsinya yang sedikit? Apakah ingin memberi kepuasan ilusif pada pembeli karena porsinya terlihat banyak? Atau memang biar nggak ribet aja.

Saya pribadi nggak masalah jika salah satu alasannya begitu. Tapi yang jadi masalah, dengan penyajian kerupuk menumpuk begitu, saya jadi kesulitan menyantap tahu tek!

Gimana ya, mau menyingkirkan kerupuknya, tapi mau ditaruh mana? Wong piringnya cuma satu. Terus, kalau kerupuknya dimakan duluan, saya merasa rugi karena nggak bisa menikmati rasa campuran antara tahu tek dan kerupuknya yang gurih itu.

Akhirnya mau nggak mau saya harus mengambil keputusan ekstrem sekalipun itu berbahaya. Keputusan itu adalah menyingkirkan kerupuk ke area di luar piring alias area yang kotor karena nggak ada alasnya. Atau kalau kebetulan saya sedang pakai sarung, ya saya harus sedikit mengangkang biar sarung saya bisa jadi tempat kerupuknya.

Baca Juga:

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Cita rasa tahu tek dan kerupuk jadi berkurang

Selain membuat orang yang makan kesulitan, penyajian dengan kerupuk menumpuk membuat cita rasa tahu tek dan kerupuknya jadi berkurang. Tahu goreng, lontong, taoge, kentang goreng, dan bumbu kacangnya jadi terasa aneh ketika tercampur dengan kerupuknya. Varian rasa yang tercampur sebelum masuk di mulut itu bener-bener nggak senikmat ketika tercampur di dalam mulut.

Entah kenapa begitu, saya juga heran. Seolah campuran antara tahu tek dan kerupuknya nggak rela kalau nggak menyentuh area dalam mulut si penikmatnya.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Begitu juga dengan kerupuknya. Ketika kerupuknya ditumpuk di atas, otomatis dia meleleh karena terkena bumbu kacang. Nah, karena dia meleleh, rasanya jadi hambar, nggak ada gurih-gurihnya lagi. Mau kerupuknya itu dimakan secara bersamaan dengan nasi pecel pun, kalau kerupuknya sudah meleleh, ya rasanya nggak ada nikmat-nikmatnya.

Kalau nggak percaya, coba saja amati rasanya ketika makan tahu tek yang kerupuknya sudah meleleh.

Sebaiknya kerupuk udang kecilnya dipisah atau dibungkus

Makanya buat para pedagang tahu tek yang menaburkan kerupuk sampai menumpuk, tolong perbaiki cara penyajian kalian. Jangan sampai kekayaan cita rasa kuliner satu ini hilang gara-gara kerupuknya ditaburkan menumpuk.

Kalau memang mau memperbaikinya, saya punya saran agar para pedagang nggak perlu repot-repot mikir. Bungkuslah kerupuknya dengan ukuran plastik yang kecil. Atau, kalau takut nantinya merusak lingkungan, pisahkan antara tahu tek dan kerupuknya dengan menaruh kerupuknya di mangkuk. Mangkuknya nggak usah besar-besar. Mangkuk kecil yang biasanya dipakai buat kuah sop atau mi ayam pun sudah bisa.

Saya pikir, cara tersebut nggak akan memakan biaya yang cukup mahal. Sudah cukup banyak juga pedagang makanan yang ada memakai cara tersebut. Toh, dengan teknik penyajian seperti itu, saya kira jumlah kerupuk yang dikeluarkan nggak sebanyak ketika disajikan di atas makanan.

Dan satu hal yang saya kira sangat perlu untuk disadari. Menumpuk kerupuk di atas tahu tek nggak akan membuat makanan satu ini terkesan lebih banyak. Percayalah, orang-orang nggak akan mudah percaya dengan strategi penyajian seperti itu. Orang-orang sudah tahu kalau sedikit atau banyaknya porsi itu dilihat dari makanan utamanya, bukan makanan pelengkapnya.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tahu Tek Surabaya Lebih Enak daripada Tahu Tek Sidoarjo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2023 oleh

Tags: kerupukpedagangsurat terbukaTahu Tek
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

2 April 2020
Kasta Kerupuk Urut dari yang Paling Enak Sampai yang Bikin Ngilu

Kasta Kerupuk Urut dari yang Paling Enak Sampai yang Bikin Ngilu

15 September 2022
Kenikmatan Tak Terbantahkan Makan Nasi dengan Kerupuk dan Kecap terminal mojok.co

Kenikmatan Tak Terbantahkan Makan Nasi dengan Kerupuk dan Kecap

13 November 2020
Nggak Usah Sok Ngomong Bahasa Jawa Saat Belanja di Malioboro, Nggak Semua Pedagangnya Orang Jawa Kok!

Nggak Usah Sok Ngomong Bahasa Jawa Saat Belanja di Malioboro, Nggak Semua Pedagangnya Orang Jawa Kok!

25 November 2019
Rumah Dekat Pasar Tradisional Lebih Banyak Sengsaranya daripada Kemudahannya Mojok.co

Rumah Dekat Pasar Tradisional Lebih Banyak Sengsaranya daripada Kemudahannya

1 Mei 2024
Melarang Rokok Eceran dan Hobi Pemerintah Mempersulit Hidup Orang Miskin

Melarang Rokok Eceran dan Hobi Pemerintah Mempersulit Hidup Orang Miskin

31 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
Kredit Motor Memang Jauh Lebih Menyiksa daripada Kredit yang Lainnya, bahkan Bikin Kredit Rumah Keliatan Masuk Akal

Kredit Motor Memang Jauh Lebih Menyiksa daripada Kredit yang Lainnya, bahkan Bikin Kredit Rumah Keliatan Masuk Akal

12 Juli 2026
5 Aturan Tidak tertulis AYCE yang Sebaiknya Ditulis Saja karena Banyak Pembeli Norak dan Nggak Peka Mojok.co

5 aturan tidak tertulis All You Can Eat yang sebaiknya ditulis saja karena banyak pembeli norak dan nggak peka

9 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026
Cerita beli kendaraan pertama, menabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 bekas. Dulu prihatin kini jadi kenangan manis Mojok.co

Cerita beli kendaraan pertama, menabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 bekas. Dulu prihatin kini jadi kenangan manis

8 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.