Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Curahan Hati Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang Digadang-gadang jadi Da’i

Rahma Siti Syahidah oleh Rahma Siti Syahidah
7 November 2023
A A
Curahan Hati Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang Digadang-gadang jadi Da'i Mojok.co

Curahan Hati Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang Digadang-gadang jadi Da'i (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang beranggapan mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam pasti berkeinginan menjadi da’i atau pendakwah. Label ini begitu kuat hingga membuat saya terkadang lelah sendiri mendengarnya. Bukannya tidak suka ya, saya hanya merasa menjadi da’i begitu berat secara moral. Apalagi di zaman sekarang yang permasalahannya semakin beragam dan tidak masuk akal. Menurut saya, seorang da’i, ustaz, maupun pendakwah yang hidup di zaman sekarang perlu  benar-benar kompeten, tidak sekadar mahasiswa yang kuliah empat tahun. 

Sebelum menceritakan lebih lanjut keresahan hati ini, terlebih dahulu saya jelaskan apa itu jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Jurusan ini biasanya ditemui di perguruan tinggi berbasis agama Islam seperti UIN, IAIN atau STAIN. Seperti namanya, mahasiswa jurusan mempelajari ilmu tentang komunikasi dalam bidang pers, penyiaran, dan retorika yang didasarkan oleh nilai-nilai Islam. Melihat pengertian itu sebenarnya tidak salah juga kalau banyak orang mengira lulusannya akan menjadi da’i. Di sisi lain, peluang kerja jurusan ini sebenarnya cukup luas. 

Kenapa mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam lekat dengan da’i?

Saya dan beberapa kawan kemudian menelusuri, kenapa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam ini lekat dengan da’i. Kenapa tidak pekerjaan atau berkarya di bidang lain. Toh, ilmu yang dipelajari di jurusan ini juga luas. 

Akhirnya kami menemukan beberapa alasan kenapa mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam digadang-gadang menjadi da’i.  Pertama, dosen kami memang sering menyebut jurusan ini dengan jurusan dakwah. Alasannya? Katanya sih agar lebih mudah penyebutannya. Kedua,  mayoritas mahasiswa yang masuk jurusan ini adalah lulusan pesantren. Ketiga, mata kuliah yang dipelajari di tahun pertama dan kedua kebanyakan mata kuliah yang berbasis keislaman, seperti ushul fiqh, ulumul quran, filsafat islam, dan lainnya. Mata kuliah-mata kuliah itu memang bisa menunjang siapa pun yang akan menjadi pendakwah di kemudian hari. 

Kenyataannya, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam tidak hanya belajar agama Islam saja. Di jurusan ini mahasiswa juga belajar mengenai komunikasi secara umum. Mata kuliah lain yang kami pelajari di luar ilmu agama ada jurnalistik, editing, siaran radio, produksi televisi, dan lainnya. 

Perlu bekal ilmu yang lengkap

Sekali lagi, bukannya saya tidak suka atau tidak mau menjadi da’i ya. Siapa sih yang tidak tertarik menjalani pekerjaan yang mulia itu? Namun, saya merasa seseorang yang bekomitmen mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan agama perlu punya bekal yang lengkap. 

Dalam pandangan saya, seorang da’i harus terlebih dahulu menempuh perjalanan keilmuan yang panjang, misalnya menimba ilmu di pondok pesantren, berguru pada seorang ulama yang jelas nasabnya, juga perjalanan spiritual dengan Tuhannya. Selain itu, mereka juga perlu menguasai ilmu bermasyarakat dengan baik. Menurut perlu piawai dalam bermasyarakat mengingat pada akhirnya, ilmu yang dimiliki harus disebarkan ke masyarakat.  

Sulit bukan? Bisa bayangkan kan betapa beratnya mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam ketika harapan itu selalu melekat. Padahal bagi kami, bisa lulus tepat waktu saja sudah memusingkan, apalagi ditambah harapan-harapan itu. 

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Di atas curahan hati saya sebagai mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam. Saya hanya ingin mengatakan, mahasiswa jurusan ini tidak harus menjadi da’i, ustaz, pendakwah, maupun pekerjaan lain yang berkomitmen menyebarkan agama. Bukannya tidak menyukai profesi yang mulia itu, tapi saya sebagai mahasiswa hanya merasa, biarlah kami menemukan keinginan kami. Jangan melulu digiring dan dianggap sebagai calon da’i.  

Penulis: Rahma Siti Syahidah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2023 oleh

Tags: da'ijurusan komunikasi penyiaran islamMahasiswapendakwahperguruan tinggi islamuniversitas
Rahma Siti Syahidah

Rahma Siti Syahidah

Penulis amatiran yang berusaha selalu optimis.

ArtikelTerkait

Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara 'Kenyamanan' terminal mojok.co

Tak Ada Yang Lebih Tabah Dari Mahasiswa Skripsi

20 Juni 2019
5 Stereotipe yang Saya Dapatkan sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Trisakti, Salah Satunya Dicap Aktivis Gemar Demo

5 Stereotipe yang Saya Dapatkan sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Trisakti, Salah Satunya Dicap Aktivis Gemar Demo

25 September 2025
sastra inggris mojok

3 Pandangan Umum yang Keliru tentang Jurusan Sastra Inggris

9 Juli 2020
Bikin Plang, Proker KKN Primitif yang Paling Nggak Guna

Bikin Plang, Proker KKN Primitif yang Paling Nggak Guna

23 September 2022
7 Tipe Mahasiswa Pas Ngerjain Tugas Kelompok

7 Tipe Mahasiswa Pas Ngerjain Tugas Kelompok

24 April 2020
Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.