Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat

Yusuf El Hakim oleh Yusuf El Hakim
4 November 2023
A A
Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat Mojok.co

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat (unsplah,com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir itu berat. Selain mata kuliahnya yang susah, stereotip yang melekat ke mahasiswanya  cukup membebani. Kami dianggap paling paham agama hingga sering dipanggil ustaz. Cap yang menuntut mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menjaga tutur kata dan tingkah laku. Padahal kami juga mahasiswa biasa.

Sebenarnya tidak keliru juga sih anggapan orang-orang ini. Nama jurusannya saja sudah menggambarkan bahwa perkuliahannya tidak akan jauh-jauh dari ilmu agama. Selain itu, jurusan ini tidak tersedia di seluruh perguruan tinggi. Biasanya, jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tersedia perguruan tinggi berbasis agama Islam seperti agama seperti UIN, IAIN atau STAIN. Oleh karena itu, wajar saja tidak banyak orang mengetahui seluk-beluk jurusan ini. 

Pemakluman itu bukan berarti stereotip soal jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak perlu diluruskan ya. Saya akan tetap membahasanya supaya mahasiswa jurusan ini tidak begitu terbebani dengan anggapan-anggapan yang beredar selama ini. 

Paling tahu agama

Pernah ada seorang kawan bertanya kepada saya tentang agama. Kebetulan saya kurang tahu mengenai itu, ia langsung mengatakan, “Katanya anak jurusan Ilmu Al-Qur’an kok nggak tahu?” Memang sih yang kami pelajari di kelas berkaitan dengan agama, tapi nggak semuanya kami tahu jawabannya. Apalagi kami statusnya mahasiswa yang  masih belajar. 

Ngomong-ngomong soal belajar, ternyata mata kuliah di jurusan ini tidak semudah yang saya kira. Kami terbebas dari hitungan, tapi harus mempelajari ijaz, nahwu shorof, hermeneutika. Awalnya saya cukup percaya diri masuk jurusan ini karena memiliki latar belakang pondok pesantren. Setelah dijalani pusing juga ternyata ya.  

Sering disebut ustaz

Kawan-kawan kerap memanggil saya maupun mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir  pak ustaz. Panggilan ustaz identik dengan seorang yang paham betul mengenai agama. Selain paham agama, ustaz juga membagikan ilmu agama itu kebanyak orang. Saya yang masih belajar ini benar-benar jauh dari spesifikasi tersebut. Mungkin mereka bercanda saja ya, tapi saya jadi punya beban moral dipanggil demikian.

Sisi baiknya, saya jadi termotivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Namun, lagi-lagi, saya merasa belum pantas. Lebih baik berikan panggilan tersebut ke sosok yang lebih tepat.  

Mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pasti jadi pendakwah

Tetangga di kampung mengira saya akan menjadi pendakwah setelah lulus nanti. Mereka terheran-heran, apakah saya yang terkenal pemalu dan pendiam ini mampu menjadi pendakwah yang baik nantinya. Saya tidak mau memikirkan omongan itu karena lulusan jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak melulu jadi ustaz dan pendakwah. Ada juga yang menjadi copywriter seperti Rifky Aritama.  

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Di atas beberapa stereotip yang melekat pada mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang perlu diluruskan. Ingat, kami hanya mahasiswa biasa yang masih belajar. Beberapa dari kami mungkin akan menjadi pemuka agama kelak. Namun, tidak menutup kemungkinan berkarya di bidang lain. 

Penulis: Yusuf El Hakim
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta yang Sering Mencetak “Mahasiswa Gila”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: jurusan ilmu Ilmu Al-Qur’an dan TafsirMahasiswapendakwahperguruan tinggi islamstereotipUstaz
Yusuf El Hakim

Yusuf El Hakim

Mahasiswa UIN SGD Bandung.

ArtikelTerkait

Ustaz Kencing Berdiri, Jemaah Saling Memusuhi MOJOK.CO

Ustaz Kencing Berdiri, Jemaah Saling Memusuhi

14 Juli 2020
Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian

Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian

13 April 2020
Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Gelar Aktivis Bukan Buat Gaya-Gayaan

12 Mei 2019
Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

29 Desember 2023
kuliah online

Kuliah Online Sampai Akhir Tahun, Kosan Tetep Harus Dibayar walau Nggak Diisi, Hiks

16 Juni 2020
Entah Plonco atau Lucu-Lucuan, Ospek Mahasiswa Itu Tidak Dibutuhkan! terminal mojok.co

Entah Plonco atau Lucu-Lucuan, Ospek Mahasiswa Itu Tidak Dibutuhkan!

29 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.