Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘Jodi’ Adalah Lagu Wali Paling Dark tapi Bisa Dijogetin

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
28 Januari 2021
A A
'Jodi' Adalah Lagu Wali Paling Dark tapi Bisa Dijogetin terminal mojok.co

'Jodi' Adalah Lagu Wali Paling Dark tapi Bisa Dijogetin terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Tiap kita dengar sebuah jokes yang kesannya tak patut dibercandain, namun tetap lucu, kita akan bilang, “Wah, dark.” Yang gelap-gelap ini cenderung bisa mengundang kontroversi. Sebab, saat kita ngomongin dark jokes, tak semua orang bisa memandangnya sebagai jokes, bisa-bisa malah dianggap menghina dan melecehkan. Tapi, berbeda dengan lagu Wali yang judulnya “Jodi” yang akan kita bahas nanti.

Sisi “dark” sendiri, sebenarnya tak hanya ada di jokes. Bahkan ada juga di meme. Dikit-dikit dark. Sisi gelap bisa ditemui di lagu, film, puisi, cerpen, novel, leher, jidat, dan dengkul. Tak banyak yang tahu, jika ada musisi Indonesia yang lagu-lagunya tergolong suram. Bukan band metal apalagi hardcore, mereka ini salah satu band warnet kesayangan kita semua, siapa lagi kalau bukan Wali.

Band yang digawangi Apoy di gitar, Faank di vokal, Nunu pada bass, Ihsan Bustomi di drum, dan Hamzah di keyboard, adalah band yang para personelnya teman satu pesantren. Cah pondok, Coy. Band yang naik berkat lagu bertajuk “Dik” ini, hingga kini masih beken dan memiliki fans yang banyak bin militan. Mereka biasa disebut “Para Wali”.

Untuk masalah lagu, mereka ini kental akan musik pop melayu yang mendayu-dayu. Lirik-lirik jenaka dan catchy menghiasi album-album mereka. Namun, mereka punya sebuah lagu yang menurut saya teramat dark, gelap, suram pokoknya. Lagu itu adalah “Jodi” singkatan dari jomblo ditinggal mati. Iya, Anda tak salah, jadi jomblo karena ditinggal mati.

Mantap, pasangannya mati malah tetap dibawa joget. Tak seperti musisi lain yang membuat lagu melow dan sedih perihal kematian, lagu Wali yang satu ini malah punya lirik “Aku jodi jomblo ditinggal mati” dengan musik yang asyik banget buat ngibing. Bisa banget dijogetin lah.

Bicara tentang cinta, bicara manusia, bicara tentang setia. Setia yang kualami, setia sampai mati, sampai buat ku begini

Lirik di atas tampak normal dan lumrah. Seorang pria yang tengah membicarakan tentang kesetiaan. Namun, di ujungnya, ada sedikit yang bisa membuat dahi berkerut. Apa yang membuatnya jadi begitu, “begini” yang dimaksud itu gimana sih?

Dan aku begini karena kekasih hatiku telah pergi dan takkan kembali, ia telah mati, kenalkan namaku…

Baca Juga:

Aksi Liar Sok Rock n Roll dan Destruktif di Panggung Musik yang Kerap Merugikan Tidak Bisa Dibenarkan!

5 Starter Pack Remaja Jompo Saat Nonton Festival Musik

Gila kan, lagu yang enak dijogetin begitu ternyata menyimpan berita dan kisah kematian. Di situ terlihat jelas bahwa Faank and the gang, tengah menceritakan kepergian kekasih untuk selamanya. Sang cowok yang setia, kehilangan kekasih, tapi diekspresikan dengan musik yang membuat jiwa-jiwa dangdut organ tunggal hajatan bergejolak. Saya yakin, saat dulu abang-abang kopi sachet goyang, mereka nggak nyadar jika sedang menjogeti sebuah kisah kematian. Kita ke chorusnya.

Aku Jodi, jomblo ditinggal mati, jadi pacarku tak rugi. Aku Jodi jomblo ditinggal mati, pokoknya buy one get one free. Aku jodi, jomblo ditinggal mati, yang pasti ku setia sampai mati

Jadi, rupa-rupanya sang cowok sedang berusaha nyari pengganti, sudah move on ternyata. Tapi, kok ada buy one get one free-nya segala? Sialan bener, apakah jangan-jangan si cowok ini sudah punya anak?

Padahal pasangannya baru saja meninggal, ya nggak papa sih move on, tapi kok kesannya barbar banget. Nilai plus yang dia tunjukan ke orang-orang adalah, dia setia bahkan sampai sang pujaan hati mati dan dia jadi jomblo sekarang. Pokoknya nyebelin banget, kayak nggak punya perasan aja, pasangan meninggal malah digituin.

Mengambil sebuah petuah dari filsuf Ojan Sketsa, “Nggak gitu juga kaleee”. Lagu Wali yang seceria ini, bisa dibilang tak menunjukan rasa hormat kepada dia yang telah meninggal. Namun, kita jangan melihat ke arah sana, kan namanya dark memang begitu, suka mancing-mancing. Intinya, selain dark dan barbar, lagu ini menunjukkan betapa move on itu asyik. Entah jika yang dengar lagu ini adalah seseorang yang benar-benar ditinggal kekasih untuk selama-lamanya, mungkin bukan kesan lucu, fun, dark dan barbar yang didapat, lebih ke perasaan jengkel, bisa jadi.

Maksud saya, saya sendiri masih bingung saat akhirnya mengetahui lirik lagu Wali yang judulnya “Jodi” ini. Saya jadi bingung untuk bersikap saat dengar lagu ini lagi. Dijogetin enak, tapi dengar liriknya kok nggak cocok buat ngibing, serbasalah jadinya. Dark mangkeli tipis-tipis ini, sempat berjaya di panggung koplo Sera dan Monata. Saya ingat betul, beberapa kali lagu ini diaransemen lebih menggebu-gebu dan penuh eksploitasi ketipung, beda dengan lagu biasanya yang cenderung ke dangdut tipis-tipis.

Saya juga nggak ngeh saat pertama kali dengar lagu Wali ini, baru-baru ini saja saya tahu liriknya yang komplet. Jadi tanpa bisa dibantah, lagu ini adalah salah satu lagu dark ngibing-able terbaik di tata surya. Terima kasih Wali, we love you.

Sumber gambar: YouTube Nagaswara Official Video

BACA JUGA Ampun Dah, Memahami Dark Joke Coki Pardede Emang Susah dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2021 oleh

Tags: dark jokesMusikmusik melayu
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Penyambutan Tokoh Ormas Boleh, Konser Musik Harusnya Juga Boleh, dong? terminal mojok.co

Dangdut Koplo di Kalangan Pemuda: Sempat Dianggap Norak, Sekarang Malah Semarak

15 Agustus 2019
Anak-anak Adalah Kritikus Musik Paling Tulus Dibanding Orang Dewasa terminal mojok.co

Anak-anak Adalah Kritikus Musik Paling Tulus Dibanding Orang Dewasa

20 Oktober 2020
6 Dark Jokes Fizi dalam Serial Upin Ipin yang Bikin Penonton Mengelus Dada Mojok.co

6 Celetukan Nyelekit Fizi dalam Serial Upin Ipin yang Bikin Penonton Mengelus Dada

25 April 2024
Uki eks Noah Terganggu dengan Musik dan Cara Mengatasinya terminal mojok

Uki eks Noah Terganggu dengan Musik dan Solusi Mengatasinya

30 Agustus 2021
Mengenang Band Indonesia One Hit Wonder di Era 2000-an

Mengenang Band Indonesia One Hit Wonder di Era 2000-an

9 Mei 2022
Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio terminal mojok.co

Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio

23 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.