Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Album Baru Band Itu Pasti Mengecewakan, Nggak Usah Terlalu Berharap Makanya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
14 November 2020
A A
Album Baru Band Itu Pasti Mengecewakan, Nggak Usah Terlalu Berharap Makanya terminal mojok.co

Album Baru Band Itu Pasti Mengecewakan, Nggak Usah Terlalu Berharap Makanya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bagaimana sebenarnya cara yang benar dalam menyikapi sebuah album baru band? Apakah dengan mengapresiasinya meski album itu buruk sekali, atau memberi kritikan yang pedas karena album itu tidak sebagus album sebelumnya?

Ditanya seperti ini, saya pun bingung menjawabnya. Tapi, yang saya tahu, saya akan mendengarkan lagu album band favorit saya meski jelek banget. Setidaknya, saya mengapresiasi Ghost on the Dancefloor dari Blink-182 meski saya menganggap Neighborhood adalah album yang sebaiknya Blink-182 tidak pernah rilis.

ADVERTISEMENT

Setelah membaca Begitu Menyedihkannya Album Pop Punk Tahun Ini, saya merasa ada yang aneh dengan argumen-argumen yang ada dalam tulisan tersebut. Tapi, untuk menjelaskannya, saya ingin pakai cara kedua menyikapi album baru sebuah band yang saya sebut di paragraf pertama tulisan ini.

Keluarnya album baru sebuah band pasti akan diikuti dengan kritikan bahwa album baru tersebut tidak sebagus album sebelumnya, apalagi jika album sebelumnya adalah mahakarya. Atau setidaknya sesuatu yang membuat band tersebut berada di puncak tangga musik. Orang-orang mungkin akan kecewa, dan tidak begitu antusias dalam mendengarkan album tersebut.

Tapi, pertanyaannya adalah, sejak kapan band harus punya album baru yang sama bagusnya dengan album sebelumnya?

Dalam tulisan Begitu Menyedihkannya Album Pop Punk Tahun Ini, saya menangkap satu sinyal yang kuat: album baru yang dibuat band pop punk yang disebutkan dalam artikel mengecewakan karena tidak membawa semangat yang sama. Saya tahu kekecewaan yang penulis coba sampaikan, tapi maaf-maaf saja, bukan urusan band tersebut untuk mendengar.

Saya percaya bahwa makin bertambah umur kita, kita akan meninggalkan beberapa hal yang pernah menjadi identitas kita atau hal yang kita senangi. Setidaknya, kita sepakat bahwa meninggalkan minuman rasa-rasa adalah hal yang bijak ketika kita makin tua, kecuali kita berniat untuk bikin ginjal kita meledak. Band pun bukan pengecualian, mereka akan makin tua dan akan meninggalkan hal-hal yang pernah bikin mereka senang.

Dalam artikel yang sebelumnya saya sudah sebutkan,, ada paragraf yang berbunyi seperti ini:

Baca Juga:

Aksi Liar Sok Rock n Roll dan Destruktif di Panggung Musik yang Kerap Merugikan Tidak Bisa Dibenarkan!

5 Starter Pack Remaja Jompo Saat Nonton Festival Musik

“Setelah Tom Delonge lepas dari barisan Blink-182 lima tahun lalu, band pemilik tembang “Stay Together For The Kids” ini hanya sebuah band pop punk tanpa semangat nyeleneh, meskipun Matt Skiba terbilang cukup untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Tom, namun, dua album baru mereka, California dan Nine jelas tidak semenyenangkan album Blink-182 era Tom. California dan Nine adalah dua album milik Blink-182 yang gagal membuat pendengarnya menghilangkan rasa malu untuk telanjang sambil lari-lari di depan umum.”

Pertama, Tom DeLonge sudah pergi selama lima tahun, sebaiknya kita berhenti memikirkan Tom. Kedua, Blink-182 tak lagi semuda dulu. Orang bodoh mana yang berharap Mark Hoppus menuliskan tentang masturbasi dan anak muda horny di usianya yang ke-48?

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Ini yang saya kurang suka ketika ketika ada album baru dikritik karena kurang menunjukkan warna, kurang ini, kurang itu, kurang sana, kurang sini, tapi tidak pernah mencoba melihat konteks atau alasan kenapa album dibuat seperti itu.

Album band pop punk yang rilis tahun ini memang bisa dibilang hampir tidak mencerminkan warna album sebelumnya. Knuckle Puck dan Neck Deep bisa dijadikan contoh betapa berbedanya warna mereka di album baru mereka. Alih-alih meminta mereka tetap seperti dulu, saya justru melihat bahwa pada akhirnya, sebuah band akan beranjak dewasa.

Pop punk sering dianggap musik yang menceritakan kegilaan masa muda, enerjik, dan penuh kemarahan serta melodi yang catchy. Untuk memahami kalimat tersebut, silakan dengarkan “Kali Ma” dari Neck Deep, yang menurut saya adalah lagu yang benar-benar mencerminkan apa itu pop punk. Tapi, apakah lagu pop punk selalu dan harus seperti “Kali Ma”? Apakah pop punk harus menceritakan tentang problematika anak muda?

Menurut saya sih, tidak. Selama ada nuansa punk dan pop yang tercampur dalam sound-nya, ya anggap saja itu pop punk. Kalau Blink-182 sama Neck Deep bikin lagu, ya lagu mereka pop punk. Sesimpel itu.

Kalau album baru pop punk dianggap menyedihkan karena tidak membawa semangat yang dulu pernah diutarakan, ya itu namanya meminta sebuah band untuk stagnan. Hal itu, menurut saya sama saja dengan meminta manusia untuk tidak pernah dewasa, yang mana itu tidak mungkin.

Tidak ada album yang benar-benar buruk. Bahkan album dari Wiranto pun punya beberapa lagu yang bagus. Katakanlah album baru pop punk yang ada sama sekali tidak semenyenangkan yang dulu, kita bisa melakukan beberapa hal seperti ini.

Pertama, kita bisa mencari lagu mana yang cukup kita apresiasi. Kalau memang tidak bisa, ya sudah dengarkan album yang lama saja. Kedua, cukup tidak usah didengarkan sekalian. Atau yang paling penting, menerima saja bahwa memang band yang kita cintai berubah dan mereka menemukan gaya baru yang mereka suka. Mungkin juga mereka ingin album mereka lebih bersahabat dengan pasar. Ingat, band itu bikin lagu nggak hanya untuk menyenangkan para orang yang moshing di depan mereka, tapi juga agar orang-orang merogoh kocek mereka untuk membeli karya mereka.

Ngapain juga band bikin album aman biar nggak dikritik tapi nggak menjual? Dikira mereka beli senar pakai kerikil apa.

Jadi, kita tidak boleh membandingkan album lama dengan album baru? Tentu saja boleh. Tapi, ingat bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan selain menerimanya. Mau bagaimana lagi? Nikmati saja. Menggerutu sedikit tak apa, tapi ingat, dunia selalu berubah, dan band pun ikut berubah.

BACA JUGA Ditinggal Nikah Itu Biasa Saja, tapi Kesedihannya Perlu Dirayakan dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2020 oleh

Tags: Musikpop punk
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya terminal mojok.co

Perhatian Member JKT48 Itu Semu, Fans yang Telanjur Baper Mbok Sadar

1 Oktober 2020
Alasan Kita Bisa Hafal Lirik Lagu, Meski Jarang Mendengarkannya

Alasan Kita Bisa Hafal Lirik Lagu, meski Jarang Mendengarkannya

12 Maret 2020
pengamen dibayar untuk segera pergi request lagu pengamen jalanan mojok.co

Lika-liku Pengamen saat Ini: Dibayar Bukan Untuk Bernyanyi, tapi Agar Segera Pergi

26 Agustus 2020
rekomendasi gear untuk gitaris guitar destruction konser gitaris rock punk mojok

5 Rekomendasi Gear untuk Gitaris di Bawah 5 Jutaan

30 Juli 2021
Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio terminal mojok.co

Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio

23 Desember 2020
Menggugat Perusakan Alam Lewat Lagu-lagu Sisir Tanah terminal mojok.co

Menggugat Perusakan Alam Lewat Lagu-lagu Sisir Tanah

10 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

10 Juli 2026
Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

9 Juli 2026
Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

12 Juli 2026
Maganghub Kemnaker, program waras pemerintah yang layak dipertahankan Mojok.co

Maganghub Kemnaker, program waras pemerintah yang layak dipertahankan 

8 Juli 2026
5 kuliner Jogja enak dan murah, bukti kota ini nggak mahal Brigitta Adelia/Mojok.co)

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

8 Juli 2026
Sebagai Warga Jogja, Pantai Bantul Lebih Menarik untuk Dikunjungi Dibanding Pantai Gunungkidul

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.