Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Jangan Menir: Kuliner Blora dengan Mitos Aneh yang Bikin Orang Nggak Jadi Makan walau Sudah Matang

Arrayyan Mukti Rahardian oleh Arrayyan Mukti Rahardian
4 Juli 2025
A A
Jangan Menir: Kuliner Blora dengan Mitos Aneh yang Bikin Orang Nggak Jadi Makan walau Sudah Matang

Jangan Menir: Kuliner Blora dengan Mitos Aneh yang Bikin Orang Nggak Jadi Makan walau Sudah Matang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jangan menir adalah salah satu kuliner Blora yang sarat akan mitos.

Jadi orang kampung ada sisi enaknya juga. Soalnya banyak kuliner eksotis yang bisa saya ceritakan. Di Blora, ngomongin kuliner bukan pembahasan yang berat. Tinggal pilih mau kuliner yang bagaimana.

Kuliner dan masyarakat adat memang menjadi dua hal menarik. Beberapa kuliner memiliki cerita yang belum banyak diungkap. Jujur, saya lebih suka kuliner yang memiliki cerita di dalamnya, seperti sejarah dan mitos di baliknya.

Jangan Menir adalah salah satu kuliner yang menyimpan cerita tersebut. Ini nama makanan, bukan seruan yang ditujukan ke orang Belanda. Ini salah satu kuliner Blora.

Jangan menir, kuliner Blora yang jarang dikenal orang

Sebelum masuk ke mitosnya, saya perkenalkan dulu tokoh utama kita. Namanya jangan menir. Sayur yang berisi jagung yang dihaluskan kasar, bayam, daun kelor, atau waluh. Sayur ini tanpa santan, jadi aman untuk kolesterol. Yang membuat kuliner Blora ini khas aadalah penggunaan rempah kunci.

Jangan menir populer di daerah Blora dan Bojonegoro. Mungkin ada juga di daerah lain tapi dengan nama berbeda.

Kuliner ini paling cocok dinikmati bareng bothok. Enak juga dinikmati bareng sambal mentah. Jangan menir, bothok, sambal mentah, dan nasi hangat adalah kombinasi yang bikin makanan cepat saji Amerika minder.

Mitosnya di kalangan orang tua

Namanya juga orang Jawa, nggak lepas dari mitos dan misteri. Dan sebagai orang yang kepoan, saya selalu tertarik menguliknya. Termasuk dalam jangan menir.

Baca Juga:

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

3 Fakta Menarik tentang Blora yang Jarang Orang Bicarakan

Di balik kenikmatan rasanya, jangan menir menyimpan mitos. Konon katanya mitos ini telah turun temurun ada dari zaman nenek moyang. Sampai sekarang mitos ini masih diyakini di kalangan orang tua. Saya pribadi sejujurnya nggak percaya dan masih mencari tahu apa urgensinya.

Mitos yang berkembang adalah dilarang makan jangan menir saat ada orang yang meninggal. Artinya, saat ada orang yang meninggal dan kebetulan masak jangan menir, masakan itu nggak boleh dimakan. Mau baru ngeracik, sudah setengah matang, atau bahkan sudah matang, tetap saja nggak boleh dimakan.

Konon, saat itu jangan menir akan dimainkan oleh arwah yang meninggal. Kadang diobok-obok, dipakai cuci tangan, pokoknya dijadikan mainan. Makanya daripada makan bekas tangan arwah orang meninggal, mending jangan dimakan.

Meski muncul mitos demikian, uniknya sebagian orang justru “mempermainkan balik” arwah orang meninggal tadi. Katanya saat jangan menir matang dan ada orang yang meninggal, jangan didiamkan, tapi masak lagi pakai api panas biar tangan arwahnya kepanasan. Ada juga yang memasukkan banyak cabai ke sayurnya biar tangan arwahnya tambah perih.

Nilai positif di baliknya

Sebaiknya, seperti itu jangan kita telan mentah-mentah. Mitosnya maksud saya, bukan jangan menirnya. Dari kacamata budaya, hal seperti ini merupakan salah satu praktik kehidupan. Bagaimana mitos digunakan untuk mengomunikasikan pesan.

Mungkin mitos tersebut mengandung nilai positif di baliknya. Misalnya, ketika ada yang meninggal, jangan makan dulu, tetapi melayat atau berbelasungkawa. Atau bisa juga untuk tidak masak di rumah, melainkan membantu keluarga yang sedang ditinggalkan. Hal-hal itu kan bisa dilihat sebagai bentuk penghormatan ketika ada seseorang yang meninggal.

Saya meyakini kalau tiap mitos pasti memiliki makna di baliknya. Namun orang zaman sekarang menganggap hal tersebut kuno, padahal itu bagian dari praktik berkehidupan masyarakat. Jadi cukup saling menghormati saja. Ambil yang baik, buang yang buruk. Termasuk buang jangan menir saat ada yang meninggal.

Penulis: Arrayyan Mukti Rahardian
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Kuliner Blora yang Eksotis, tapi Malah Jarang Masuk Daftar Kuliner Buruan Wisatawan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2025 oleh

Tags: blorajangan menirkuliner blora
Arrayyan Mukti Rahardian

Arrayyan Mukti Rahardian

Penjaga kewarasan yang bersahaja. Memilih jalan hidup yang tenang: mengurai pikiran lewat tulisan, memperluas dunia lewat bacaan, dan memulihkan jiwa melalui tidur yang nyenyak

ArtikelTerkait

3 Alasan Blora Kalah Pamor Dibanding Kabupaten Tetangga

3 Alasan Blora Kalah Pamor Dibanding Kabupaten Tetangga

14 Oktober 2025
7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

9 September 2024
Hutan Blora Sudah Tak Mistis, Kini Malah Kritis Akibat Alih Fungsi Lahan

Hutan Blora Sudah Tak Mistis, Kini Malah Kritis Akibat Alih Fungsi Lahan

23 Mei 2025
Blora, Tempat Tinggal Terbaik untuk Orang Bergaji Pas-pasan yang Mendambakan Slow Living

Blora, Tempat Tinggal Terbaik untuk Orang Bergaji Pas-pasan yang Mendambakan Slow Living

23 Januari 2025
5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Blora Selain Predikat Kota Tersepi

Keluh Kesah Hidup di Blora: Jalan yang Tak (Pernah) Mulus dan Pariwisata yang Itu-itu Saja

7 Maret 2023
Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang   cepu

Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang  

19 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
10 Istilah Populer di Kampus Unpad yang Penting Diketahui Mahasiswa Baru Mojok.co

10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui Mahasiswanya biar Nggak Dikira Kuper

7 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Anggapan Solo Serba Murah Mulai Terasa Seperti Dongeng, Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti

11 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.