Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Biasa di Semarang tapi Nggak Lumrah di Blora

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
12 November 2025
A A
4 Hal yang Biasa di Semarang tapi Nggak Lumrah di Blora

4 Hal yang Biasa di Semarang tapi Nggak Lumrah di Blora (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seseorang yang lama tinggal di Semarang sekaligus berasal dari Blora, saya sering terjebak dalam bayangan-bayangan lucu tentang hal-hal yang rasanya mustahil ada di kota kelahiran saya. Padahal hal-hal tersebut sangat biasa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Semarang. Imajinasi seperti ini sering membuat saya senyum sendiri, membayangkan bagaimana hal-hal sederhana di kota besar bisa terasa istimewa jika hadir di Blora.

Tentu pengandaian ini tidak sepenuhnya bisa dibandingkan secara apple to apple. Semarang adalah ibu kota provinsi dengan segala hiruk pikuknya, sedangkan Blora adalah kabupaten yang tergolong sepi dan tenang di ujung timur Jawa Tengah. Meski berbeda, keduanya sama-sama berada di Jateng, dan tidak ada salahnya untuk membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi di Blora meski entah menunggu berapa lama lagi.

Di Semarang tersedia tranportasi publik yang langsung bisa diakses dari rumah

Salah satu hal yang biasa di Semarang namun akan terasa luar biasa di Blora adalah tersedianya transportasi publik yang mudah dijangkau, bahkan dari rumah. Di Semarang, hanya dengan berjalan sebentar keluar gang, masyarakat sudah bisa menumpang kendaraan umum dengan tarif yang relatif terjangkau.

Sistem ini dikenal sebagai feeder Semarang, menggunakan kendaraan ELF long chassis atau mikrobus yang lebih kecil, sehingga mampu menjangkau penumpang hingga ke desa atau kecamatan. Keberadaan feeder memudahkan warga untuk melanjutkan perjalanan dengan BRT, atau sebaliknya. Sehingga perjalanan dari titik awal (first mile) hingga tujuan akhir (last mile) menjadi lebih praktis dan efisien.

Kalau saja fasilitas semacam ini ada di Blora, tentu akan menjadi sesuatu yang sangat istimewa. Tidak hanya memberikan kemudahan dan biaya terjangkau, tetapi juga mampu memberi jaminan keamanan, terutama bagi anak-anak sekolah dan lansia.

Sayangnya, realitanya transportasi umum di Blora masih jarang dan hampir seperti “mati segan, hidup tak mau”. Sehingga mobilitas warga kerap terbatas dan mengandalkan kendaraan pribadi.

Banyak fasilitas olahraga dan ruang terbuka publik yang terawat

Di Semarang, fasilitas olahraga dan ruang terbuka publik sudah menjadi hal yang mudah diakses. Lapangan, jogging track, taman kota, semua terawat dengan baik, bersih, dan nyaman digunakan. Warga bisa berolahraga, bermain, atau sekadar bersantai tanpa harus khawatir soal kebersihan atau keamanan. Kegiatan semacam ini dianggap lumrah, sampai-sampai orang lokal sering lupa betapa beruntungnya mereka memiliki akses semacam itu setiap hari.

Di Blora, bayangan semacam ini rasanya terlalu jauh untuk diharapkan. Stadion ada, tentu, tapi kondisinya jauh dari kata ideal. Taman kota? Hanya beberapa, dan sebagian besar kurang terawat. Taman Bangkle dan Taman Budaya Cepu bisa dijadikan contoh nyata. Sarana bermain anak juga terbatas, sehingga aktivitas warga di luar rumah tidak sefleksibel di kota besar macam Semarang.

Baca Juga:

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Jika saja fasilitas olahraga dan ruang publik di Blora bisa sebaik di Semarang, hal itu akan terasa menyenangkan. Anak-anak dapat bermain dengan aman, warga bisa berolahraga tanpa menempuh jarak jauh, dan suasana kota untuk pertama kalinya tentu akan terasa benar-benar-benar “hidup.” Tapi untuk sekarang, angan-angan itu tetap harus menunggu… entah sampai kapan terealisasinya.

Di Semarang mudah mencari perpustakaan dan toko buku, sementara di Blora sebaliknya

Di Semarang, menemukan tempat untuk membaca atau membeli buku hampir tidak perlu usaha. Perpustakaan kota, perpustakaan universitas, hingga toko buku besar seperti Gramedia tersedia di mana-mana, lengkap dengan koleksi terbaru dan fasilitas memadai. Membaca atau berburu buku di Semarang terasa mudah, bahkan bisa menjadi kegiatan rutin tanpa hambatan berarti.

Di Blora, kenyataannya lain jauh. Perpustakaan memang ada, tetapi koleksinya terbatas dan jarak ke fasilitas tersebut sering kalih masih menjadi hambatan tersendiri bagi warga di desa-desa. Toko buku besar? Nyaris nggak ada jejaknya. Ironis rasanya, kabupaten yang melahirkan sastrawan besar seperti Pramoedya Ananta Toer justru masih sempoyongan menyediakan akses literasi yang memadai bagi warganya.

Infrastruktur yang amat maksimal

Di Semarang, infrastruktur dasar—mulai dari kondisi jalan hingga fasilitas pendidikan—nyaris tidak pernah menjadi sumber keluhan warga. Jalan-jalan utama terpelihara dengan baik, akses ke sekolah mudah, dan bangunan sekolah umumnya lengkap dengan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar. Anak-anak dapat menempuh perjalanan ke sekolah dengan aman, guru mengajar tanpa terganggu masalah sarana, dan orang tua tidak perlu cemas mengenai keselamatan anak selama perjalanan.

Berbeda dengan kondisi di Blora. Jalan desa masih banyak yang bergelombang atau sempit, dan akses ke sekolah di beberapa kecamatan sering menuntut waktu dan energi ekstra. Sekolah tentu ada, namun fasilitasnya masih kerap terbatas. Ruang kelas sempit, sarana olahraga minim, dan beberapa bangunan memerlukan perbaikan serius. Andai saja Blora memiliki infrastruktur seperti Semarang, perjalanan ke sekolah tentu tidak akan membuat siswa malas berangkat ke sekolah.

Itulah empat hal yang kerap saya bayangkan saat menjadi warga Semarang terasa biasa, tapi jika terjadi di Blora akan terasa bak keajaiban. Tentu saya masih percaya Pemkab Blora punya strategi rahasia untuk mewujudkan harapan di atas. Tidak harus meniru Semarang persis, cukup membuat hidup warga sedikit lebih nyaman daripada yang sekarang.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Blora, Tempat Tinggal Terbaik untuk Orang Bergaji Pas-pasan yang Mendambakan Slow Living.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2025 oleh

Tags: arah pembangunan blorablorajawa tengahkabupaten blorakota semarangSemarangtransportasi publik semarang
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Blora Memang Banyak Kekurangan, tapi Jangan Diprotes Terus, dong! Mojok.co

Kabupaten Blora Bukan Sebatas Horor Hutan Jati, Ini 3 Sisi Positif Blora, Kabupaten Indah yang Pesonanya Begitu Indah

26 Agustus 2024
nasi gandul bukan oseng pepaya mojok

Miskonsepsi Warga Banyumasan tentang Nasi Gandul: Dikira Sayur Daun Pepaya, padahal Bukan

25 Juni 2021
Purwokerto, Kota Pensiunan yang Kehilangan Sisi Eksotisnya (Unsplash) jalan satu arah

Purwokerto, Kota Pensiunan yang Makin Kehilangan Identitasnya sebagai Kota Tua yang Eksotis

10 Oktober 2023
Purwokerto Punya 3 Pusat Hiburan dengan Nama Aneh (Unsplash)

3 Pusat Hiburan dengan Nama Unik dan Aneh di Purwokerto yang Menjadi Daya Tarik Tersendiri

3 Mei 2024
5 Hal Menyebalkan di Purwokerto yang Bikin Wisatawan Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung Mojok.co

5 Hal Menyebalkan di Purwokerto yang Bikin Wisatawan Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

25 November 2025
3 Alasan Blora Kalah Pamor Dibanding Kabupaten Tetangga

3 Alasan Blora Kalah Pamor Dibanding Kabupaten Tetangga

14 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.