Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
30 Maret 2026
A A
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur saja, saya kadang malas membawa oleh-oleh Kebumen ke tanah perantauan. Namun, selama ini, saya selalu rajin membawanya karena malas menghadapi cap pelit dari teman-teman. Lebih dari itu, saya takut diomeli ibu karena kembali ke tanah perantauan dengan tangan kosong. 

Kebumen yang berada di sisi selatan Jawa Tengah begitu strategis dan kerap menjadi daerah persinggahan. Tidak heran kalau daerah dengan julukkan Kota Lawet ini punya deretan oleh-oleh yang sudah ternama. Persoalannya, tidak semua oleh-oleh yang populer itu cocok di lidah orang, termasuk lidah penerima oleh-oleh. 

#1 Lanting yang bisa ditemukan di mana-mana di luar Kebumen

Lanting adalah camilan khas Kebumen berbentuk seperti angka delapan kecil atau cincin, terbuat dari singkong yang direbus, dihaluskan, diberi bumbu, lalu digoreng hingga kering dan renyah. Kedengarannya menarik, kan? Dan memang, waktu pertama kali dimakan, lanting itu enak. Gurih, renyah, susah berhenti.

Masalah mulai muncul saat kamu membawanya sebagai oleh-oleh. Satu toples lanting untuk dua puluh orang di kantor. Hitungan matematisnya masing-masing dapat tiga biji. Reaksi penerimanya pun terbagi dua yang sudah pernah makan akan bilang “Oh, lanting” dengan nada datar, dan yang belum pernah akan kebingungan mencari referensi rasa. 

Ditambah lagi, lanting kini sudah sangat mudah ditemukan di mana-mana bukan hanya di Kebumen, tetapi tidak berarti statusnya sebagai oleh-oleh khas Kebumen hilang. Kesan spesial atau istimewa dari oleh-oleh ini jadi hilang. 

#2 Jipang Kacang, camilan Kebumen yang terlalu manis

Jipang kacang terbuat dari kacang tanah yang direkatkan menggunakan larutan gula. Ada sensasi lengket khas gula jawa yang sangat terasa saat digigit. Di atas kertas, ini terdengar seperti camilan yang menyenangkan. Kenyataannya? Jipang kacang adalah ujian loyalitas terhadap gigi.

Bagi kamu yang memiliki masalah dengan gigi, sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsinya. Peringatan ini seharusnya sudah cukup. Tapi tetap saja, setiap musim Lebaran atau mudik, jipang kacang masuk ke dalam tas oleh-oleh jutaan orang Kebumen. Biasanya dibeli dalam jumlah banyak karena murah, dan habis dimakan dalam sehari karena tidak ada yang berani menyimpannya terlalu lama, takut jadi batu.

#3 Kue satru oleh-oleh yang aman, tapi …

Kue satru terbuat dari kacang hijau dan gula pasir tumbuk, rasanya manis legit dan gurih, serta berbentuk seperti daun berwarna putih. Kue ini termasuk kategori “oleh-oleh aman” tidak ada yang akan protes menerimanya. Tapi, tidak ada juga yang sangat bersemangat ketika melihatnya keluar dari kantong oleh-oleh.

Baca Juga:

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

Kue satru adalah pilihan yang kamu ambil ketika semua opsi lain terasa terlalu berisiko. Terlalu manis untuk dimakan banyak, tapi terlalu kering untuk dicuekin begitu saja. Kue ini menjadi pilihan favorit warga Kebumen saat bulan Ramadhan dan Idulfitri. Artinya, di luar momen itu, kue satru agak kehilangan relevansinya. Namun, tetap saja, toples kue satru selalu ada di meja tamu. Entah siapa yang memakannya.

#4 Jenang sabun dengan nama yang aneh

Namanya saja sudah membuat orang ragu, Jenang Sabun. Terbuat dari legen kelapa dan tepung beras, jenang ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, serta rasa manis dan gurih. Dan ya, tidak ada hubungannya dengan sabun mandi itu hanya nama.

Masalahnya bukan di rasa. Jenang Sabun sebenarnya enak kalau kamu tahu cara menikmatinya. Masalahnya ada di proses penjelasan kepada penerima oleh-oleh. Bayangkan kamu menyodorkan sesuatu berwarna cokelat gelap dengan nama “Jenang Sabun” kepada teman kantormu yang berasal dari Jakarta. 

Waktu yang kamu butuhkan untuk meyakinkan mereka bahwa ini makanan dan bukan produk kebersihan bisa memakan separuh jam istirahat siang. Jenang ini termasuk makanan tradisional yang makin jarang ditemukan, yang membuatnya terasa eksklusif, tapi eksklusif dalam arti susah dijelaskan ke orang yang belum pernah tahu.

#5 Sale pisang oleh-oleh Kebumen yang tampilannya kurang menggoda

Sale pisang punya satu kelemahan fatal sebagai oleh-oleh. Ia tidak Instagram-able sama sekali. Di era ketika orang membeli oleh-oleh setengahnya untuk difoto dan diunggah ke media sosial, sale pisang hadir dengan tampilan yang sangat, maaf cokelat, sedikit berminyak, dibungkus plastik tipis.

Saya sendiri mengakui sale pisang ini salah satu favorit saya. Rasanya manis legit, ada gurihnya, dan entah kenapa susah berhenti begitu sudah mulai. Tapi, setiap kali mau merekomendasikannya ke orang lain, ada momen hening sejenak waktu saya memegang bungkusnya. Ini… penampilannya memang tidak membantu sama sekali. Seperti punya teman yang kepribadiannya luar biasa tapi susah diajak ke acara formal karena penampilannya selalu bikin orang salah sangka duluan.

Akan tetapi, paradoksnya, sale pisang justru salah satu yang paling sering habis duluan di meja makan. Diam-diam disukai, tapi tidak pernah diakui.

Pada akhirnya, semua itu tentang selera. Ada yang memang cocok dengan oleh-oleh Kebumen ada yang tidak. Tapi, sebagai pembawa oleh-oleh, agak mubazir rasanya kalau oleh-oleh tidak sesuai dengan selera orang. Namun, saya kembali ingat, tidak ada yang salah dari itu semua. Namanya juga oleh-oleh fungsi utamanya memang bukan untuk dimakan, melainkan sebagai bukti bahwa kamu tadi benar-benar pergi ke sana.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh

Tags: KebumenOleh-Oleholeh-oleh kebumenpariwisata kebumenwisata kebumen
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Pacitan yang Cocok Dibawa Pulang Wisatawan

5 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Pacitan yang Cocok Dibawa Pulang Wisatawan

18 Juli 2025
Pantai Menganti Kebumen Jawa Tengah, Pantai Indah tapi Berbahaya (Wikimedia Commons)

Pantai Menganti Kebumen, Pantai Terindah di Jawa Tengah, tapi Perjalanan ke Sana Adalah Simulasi Jantungan yang Dibungkus Liburan

22 Mei 2026
Jalan Raya Kaliputih Wonokromo Kebumen Nggak Cocok Buat Pengendara Berjantung Lemah

Jalan Raya Kaliputih Wonokromo Kebumen Nggak Cocok Buat Pengendara Berjantung Lemah

24 Agustus 2024
Benteng Van der Wijck Gombong Kini Sebatas Wahana Murahan (Unsplash)

Benteng Van der Wijck Gombong, Warisan Sejarah yang Terjebak Jadi Wahana Murahan

20 September 2025
4 Oleh-Oleh Magelang yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Pantas Jadi Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Magelang yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Pantas Jadi Buah Tangan

7 Juni 2025
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Jadi Penyelamat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas Mojok.co

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.