Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Ketika Identitas Sudah Tidak Penting Lagi, Kota Kebumen Lebih Memilih untuk Beralih dan Meniru Jogja yang Salah Urus

Helena Yovita Junijanto oleh Helena Yovita Junijanto
12 Maret 2024
A A
Jogja Itu Kota Salah Urus, eh Kebumen Malah Menirunya. Aneh! (Unsplash)

Ilustrasi Jogja Itu Kota Salah Urus, eh Kebumen Malah Menirunya. Aneh! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini terdengar berita duka kecelakaan yang terjadi di Alun-Alun Kebumen dan Jalan Malioboro KW ala-ala Jogja. Kebetulan yang meninggal itu adalah teman dekat saya satu gereja. Saya sangat berharap tulisan ini dapat membukakan mata Pemerintah Kebumen untuk mengesahkan Alun-Alun Kebumen, bangunan yang sedang dibangun, dan Jalan Soekarno Hatta (yang disebut Jalan Malioboro KW).

Ini menjadi berita duka buat saya sendiri dan teman-teman, karena kami sempat tidak menyangka hal ini menimbulkan korban jiwa lagi dan lagi. Sudah puluhan.

Setiap kota pasti memiliki identitas atau karakteristik kotanya sendiri agar menjadi kota yang populer untuk banyak orang. Namun, apa jadinya jika hanya menyontek, apa bedanya dengan plagiasi?

Kita para mahasiswa dituntut untuk tidak plagiasi. malah pariwisata secara terang-terangan meniru kota lain. Kenapa Kebumen harus mencontoh Jogja? Apakah Jogja merupakan kota yang patut untuk dicontoh, untuk diteladani? Padahal ya nggak gitu juga.

Ketika identitas Kebumen berubah

Baru-baru ini, yang semula identitas atau karakteristik layout kota Kebumen Beriman berubah drastis berubah menjadi Kebumen Semarak. Dahulunya, Kebumen merupakan kota yang sangat kuat dengan corak agama Islam. Bahkan di sepanjang Jalan A Yani terdapat tulisan doa dalam Bahasa Arab. Namun, apa daya, sekarang Kebumen berubah drastis.

Dahulunya, Kebumen hanya sebagai suatu lintasan untuk perjalanan dari Jogja ke Purwokerto atau dari arah timur ke barat dan sebaliknya. Namun sekarang, tidak lagi seperti itu dan sudah lebih modern. Beberapa jalanan di Kebumen berubah nama. Dapat diberikan contoh Jalan Pahlawan menjadi jalan Soekarno Hatta.

Tidak hanya jalan, di sepanjang Jalan Soekarno Hatta ini yang awalnya terdapat satu pembatas, namun dibongkar, dan berubah menjadi satu arah. Sepanjang jalan tersebut didirikan lampu jalan yang mirip dengan Malioboro Jogja. Tidak hanya lampu jalan namun juga terdapat kursi di trotoar yang dibuat sedemikian rupa dengan Malioboro Jogja.

Di sepanjang jalan Soekarno Hatta ini juga terdapat angkringan dan warung makan seperti di Malioboro. Apakah pemerintah tidak berfikir pada tempat atau daerah lain yang tersingkirkan? Seperti penjual yang biasanya mangkal berada di depan Gereja Katolik Kebumen, berada di depan Masjid Kauman, dan tempat lainnya.

Baca Juga:

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

Pada kenyataannya penjual tersebut disuruh pindah dan berjualan di sepanjang Jalan Veteran dan jalan lainnya yang diluar dari jalan tersebut. Beredar isu didirikan layout seperti ini karena ingin meramaikan alun-alun dan Jalan Soekarno Hatta, namun tidak didirikan layout tersebut pun masih tetap ramai. Apakah ini merupakan salah tatanan? 

Baca halaman selanjutnya: Kebumen mau ngapain? Kok malah nyontek Jogja!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2024 oleh

Tags: jawa tengahJogjaKebumenKota Jogjakota kebumenkota salah urustrio mall
Helena Yovita Junijanto

Helena Yovita Junijanto

Alumnus UGM 2024, Dosen Universitas Terbuka, Peneliti dan Penulis

ArtikelTerkait

Memindahkan Ibu Kota dari Semarang ke Bawen Itu Cuma Nambah “Pekerjaan Rumah” Mojok.co

Memindahkan Ibu Kota dari Semarang ke Bawen Itu Cuma Nambah “Pekerjaan Rumah”

23 Oktober 2025
Kereta Api Taksaka New Generation: Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian, Kursinya Nggak Nyaman Mojok.co

Kereta Api Taksaka New Generation: Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian, Kursinya Nggak Nyaman

18 Maret 2024
5 Ide Bisnis yang Sangat Cocok Dikembangkan di Temanggung

5 Ide Bisnis yang Sangat Cocok Dikembangkan di Temanggung

11 Agustus 2023
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

4 Privilige Tinggal di Jogja yang Jarang Dibahas dan Diketahui Orang Lain

2 Juli 2026
Kebumen Jawa Tengah, Kabupaten Paling Miskin Se-Jawa Tengah dengan Kekayaan Alam yang Luar Biasa Mojok

Kebumen Boleh Jadi Kabupaten Paling Miskin Se-Jawa Tengah, tapi Potensi Alamnya Paling Kaya

23 Februari 2024
Kalimanah, Kecamatan di Purbalingga yang Lebih Lengkap Fasilitasnya daripada Pusat Kota

Kalimanah, Kecamatan di Purbalingga yang Lebih Lengkap Fasilitasnya daripada Pusat Kota

10 April 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.