Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh dari Surabaya

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
1 November 2025
A A
4 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh dari Surabaya Mojok.co

4 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh dari Surabaya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya yang merupakan ibu kota provinsi adalah simpul mobilitas di Jawa Timur. Kota ini menjadi hub bagi arus manusia dari berbagai kepentingan. Mereka yang melakukan perjalanan dinas dengan jadwal padat, liburan dalam waktu singkat, hingga sekadar transit tumpah ruah di sini. Di tengah waktu yang sempit itu, orang-orang hanya punya beberapa jam untuk mencicipi kota. Dalam ritme seperti itu, berburu oleh-oleh Surabaya hampir selalu menjadi ritual penutup. 

Pilihannya biasanya datang dari hidangan legendaris, kudapan kekinian, sampai souvenir yang meminjam ikon Suro-Boyo. Tapi, mayoritas orang memilih makanan sebagai oleh-oleh utama. Alasannya tentu karena praktis dengan harga yang masih bisa dijangkau.

Akan tetapi, persoalannya, nggak semua makanan atau oleh-oleh dari Surabaya itu cocok dan layak menjadi oleh-oleh. Berikut beberapa makanan yang saya rasa perlu dipertimbangan kalau ada niat menjadikannya oleh-oleh.

#1 Lontong balap

Lontong balap adalah makanan khas yang sering dan mudah sekali ditemukan di Surabaya. Hal itu bikin makanan ini ditempel sebagai makanan khas setempat. Meski saya pribadi kurang begitu tahu soal klaim tersebut. Banyak orang bilang makanan ini nikmat, apalagi saat hangat. Tapi, terlepas dari itu, makanan ini gak cocok kalau dijadikan oleh-oleh. Pasalnya, makanan ini bentuknya berkuah, berisi lontong, tauge, tahu, lentho, sambal petis, dengan kuah gurih.

Hal itu membuat usia makanan ini pendek alias cepet basi. Paling tahan berapa jam sih? Sejam lebih aja rasa dan teksturnya pasti sudah berubah aneh. Kalaupun dipaksa bawa, ribet karena berkuah. Yah coba pikir bagaimana caranya makanan ini dijadikan oleh-oleh?

Ada si caranya dengan minta paket bumbu/kuah terpisah yang disegel panas, bahan padat dipisah (lontong, lentho). Tapi balik lagi, ribeettt!

#2 Semanggi Surabaya

Ini tuh salad kuah kacangnya Surabaya. Seperti namanya, bedanya menggunakan daun semanggi kukus dengan tauge/ kangkung, sebagai sayuran utamanya. Di atas sayuranya disirami sambal kental oncom-kacang hangat. Tentu makanan seperti ini jelas nggak bisa dijadikan oleh-oleh dong.

Sama dengan kasusnya lontong balap, makanan ini pun gak bisa bertahan lama, terutama sambal oncomnya yang rentan basi. Sebab, oncom kan hasil fermentasi, jadi cepet asam dan bau. Jadi makanan ini nggak cocok jadi oleh-oleh.

Baca Juga:

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

Tidak Semua Lidah Orang Surabaya Doyan Makan Rawon, Beberapa Ada yang Trauma dengan Alasan yang Masuk Akal

#3 Keripik kaca Surabaya

Saya sering menemukan jajanan keripik kaca di toko oleh-oleh Surabaya. Kalau kalian belum tahu, jadi ini adalah keripik singkong super-tipis (nyaris transparan) yang rasanya pedas manis/gurih. Kelihatannya cocok-cocok aja ya dijadikan oleh-oleh. Masalahnya, jajanan ini bukan asli Surabaya, melainkan dari daerah Jawa Barat, yaitu Ciamis. Jadi agak aneh kalau kalian dari Surabaya, tapi oleh-olehnya malah khas Ciamis.

Selain itu, kripik ini rentan melempem kalau packingnya tanpa vakum. Karena sering dijual dengan kemasan tipis tanpa nitrogen/vakum. Ditambah lagi, karena bentuknya yang tipis, bikin jajanan ini gampang remuk karena guncangan atau tekanan. Bisa-bisa pas sampai rumah, kripiknya malah jadi bubuk.

#4  Strudel

Jajanan pastry berlapis dengan isi selai atau buah yang manis-asam ini sering dijumpai di toko oleh-oleh Surabaya. Tampilannya mewah dan menggoda. Tapi, jujur saja, secara identitas, makanan ini bukan dari Surabaya, tapi dari daerah Malang. Jadi sama kayak kasus Keripik Kaca, kamu membeli oleh-oleh yang asalnya bukan dari Surabaya. Selain itu, dari aspek ketahanan, strudel punya lapisan pastry gampang lembek kalau kena panas atau lembab, kemudian isian buah bisa “bleeding” dan bikin kulitnya soggy.

Beberapa varian mengandalkan butter tinggi atau krim, yang kalau kondisinya tanpa suhu stabil bakal cepat turun rasa dan teksturnya. Enak saat baru keluar toko, tapi perjalanan panjang membuatnya berubah jadi aneh.

Akan tetapi, kalau tetap memaksa ingin menjadikannya oleh-oleh, saran saya pilih varian kering dengan isian selai pekat. Mintalah kotak yang kokoh plus penyangga, simpan di kabin (jangan di bagasi) kalau naik pesawat, dan hindarkan dari kontak panas secara langsung.

Garis besarnya gampang. Ambil yang awet, ringan, kedap, dan asli Suroboyo. Di luar itu pikir dua kali. Biar uangmu berwujud kenikmatan, bukan bubuk keripik, noda, dan oleh-oleh yang salah kota. Surabaya selalu punya yang bisa dibawa pulang seperti kenangan, rasa, dan sedikit ketegasan untuk bilang “tidak” pada yang tak cocok. Yang penting bukan banyaknya oleh-oleh, melainkan tepatnya pilihan agar perjalananmu selesai rapi tanpa drama minyak dan kuah di celana ganti.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2025 oleh

Tags: kuliner surabayamakanan surabayaOleh-Oleholeh-oleh surabayaSurabayawisata surabaya
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Jambangan, Kecamatan di Surabaya yang Paling Ramah Perantau. Harga Kos Murah, Lingkungan Bersih, dan Lokasinya Strategis Mojok.co

Jambangan, Kecamatan di Surabaya yang Paling Ramah Perantau. Harga Kos Murah, Lingkungan Bersih, dan Lokasinya Strategis

18 Agustus 2024
4 Bunker Peninggalan Belanda di Surabaya yang Masih Berfungsi hingga Kini Terminal Mojok.co

4 Bunker Peninggalan Belanda di Surabaya yang Masih Berfungsi hingga Kini

24 Maret 2022
Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang Terminal Mojok

Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang

5 Februari 2023
Saya Kapok Naik Becak Motor dari Stasiun Surabaya Pasarturi, Tarifnya Setara Naik Taksi Mojok.co

Saya Kapok Naik Becak Motor dari Stasiun Surabaya Pasarturi, Tarifnya Setara Naik Taksi

24 Februari 2024
Surabaya Jauh Lebih Superior dari Semarang (Unsplash)

Semarang Boleh Lebih Superior Ketimbang Cikarang, tapi Masih Kalah Jauh Dibandingkan Surabaya

17 Juli 2023
8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari terminal mojok.co

8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari

30 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.