Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

M. Lukluk Atsmara Anjaina oleh M. Lukluk Atsmara Anjaina
31 Maret 2026
A A
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, saya terperanjat melihat salah satu unggahan Instagram @kendal.ra lengkap dengan takarir: “Kalau Kota Kendal menjadi seperti ini setuju kah?” Bagaimana tidak, foto yang diunggah menampilkan wajah baru Masjid Agung Kendal itu terasa ada yang beda. Setelah dicermati, ternyata hasil gambar AI yang menunjukkan mall lengkap dengan Matahari dan Uniqlo-nya dan gedung-gedung cukup megah di belakang Masjid Agung.

Sontak unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan di kalangan pengguna media sosial. Tentu  saja, ini sebuah mimpi indah yang perlu diwujudkan.

Sebagai warga asli Kendal, saya memang sering kali kelimpungan ketika menerima kunjungan dari kawan-kawan dari daerah lain. Selain karena memang daya tarik yang nanggung—untuk tidak bilang tidak ada, juga karena di Kendal nihil tempat nongkrong yang anak muda banget. Jangankan mall-mall besar, outlet makanan cepat saji yang kenamaan saja satu pun tidak tersedia.

Sering kali kalau saya mengajak kawan-kawan dari daerah lain untuk main ke Kendal, tak sedikit yang menanyakan dengan penuh keraguan: “emangnya di Kendal ada apa?”, “Mau ngajak main ke mana di Kendal?” Atau yang lebih nyesek, “di Kendal kan nggak ada mall, nggak bisa nongkrong dong?”

Pernah sesekali saya menawarkan berbagai pariwisata alam yang ada di Kendal. Tapi ngomongin pariwisata alam, beberapa destinasi wisata di Kendal hari ini sudah banyak disalip dengan daerah-daerah lain di sekitarnya. Kalau orang dulu ngomongin Kendal identik dengan Curug Sewu yang ikonik banget, hari ini barangkali sudah kalah dengan curug-curug di daerah lain. Itu sebabnya, pemerintah hampir setiap tahun menyuntik beragam event dan perbaikan infrastruktur di Curug Sewu. Ya harapannya dapat menarik wisatawan yang lebih besar.

Pariwisata Kendal juga kureng

Ngomong pariwisata alam lainnya, yang lagi hits-hitsnya, Wisata Kalikesek di Desa Sriwulan Kecamatan Limbangan agaknya boleh dijadikan kebanggaan. Bagaimana nggak bangga, menurut beberapa informasi, Wisata Kalikesek sedikit memberikan kesejahteraan bagi warga dengan kunjungan pariwisata yang nggak pernah sepi. Di lebaran beberapa tahun ini saja, denger-denger Wisata Alam Kalikesek bisa memberikan tunjangan hari raya buat warganya. Sampai-sampai, Menteri Keuangan waktu itu, Ibu Sri Mulyani dengan bangga mempromosikan Wisata Kalikesek sebagai percontohan positif penggunaan APBN yang telah memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Tapi nih, agaknya wisata Kalikesek juga kurang worth it kalau untuk main-main dengan kawan-kawan luar daerah apalagi di hari weekend. Selain karena wisata Kalikesek lebih cocok untuk wisata keluarga, juga karena macetnya bukan main dan kurang kondusifnya wisatawan kalau hari libur.

Alih-alih berwisata, kita justru stres dengan ramainya wisatawan yang datang. Agaknya, pengelola Wisata Kalikesek perlu mengatur lebih ekstra manajemen wisatawan atau membatasi agar wisatawan nggak begitu membludak.

Baca Juga:

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Kalikesek ini sebenarnya membuka satu masalah utama di Kendal yang kerap tak terlihat: kurangnya inovasi dan hiburan untuk warganya. Kenapa? Ya karena apa-apanya serba telat. Contoh terbaik ya Gacoan.

Mie Gacoan

Rasanya, mimpi Kendal punya berderet mall dan bangunan megah perkantoran harus lekas dikubur dalam-dalam. Itu sudah pasti nggak mungkin. Lha wong kehadiran outlet makanan cepat saji macam Mie Gacoan aja baru setahun ini. Entah harus bahagia atau nelangsa, kehadiran Mie Gacoan di Kendal jadi lelucon yang menyebalkan waktu halalbihalal kemarin. Katanya, Mie Gacoan Kendal jadi momentum kemajuan Kendal di bidang kuliner kekinian. Ya tidak bisa dimungkiri sih, sekelas Mie Gacoan saja baru ada tepat H-1 lebaran Idulfitri tahun lalu.

Nggak kebayang bagaimana masyarakat muda-mudi dan para bocil menyambut kehadiran Mie Gacoan. Terpantau sejak pertama kali dibuka, Mie Gacoan Kendal belum pernah sepi dari antrian pengunjung. Meski sudah memanfaatkan kemajuan teknologi dari segi pemesanan, tetapi antreannya panjang nggak karuan. Sejak liburan lebaran usai, siang hari maupun sore pasti dipenuhi oleh bocil-bocil berseragam, baik SMP maupun SMA dan para anak-anak muda yang pulang kerja.

Mie Gacoan Kendal semacam jadi daya tarik baru ketika kita ngobrol dengan kawan-kawan luar daerah dan saling memamerkan kemajuan daerah kita. Paling tidak, kalau ada yang tanya, “Emang di Kendal ada apa?” dengan lantang kita bisa menjawabnya, “Sudah ada Mie Gacoan, coy!, hahaha”.

BACA JUGA: Saya Warga Kendal, tapi Nggak Pernah Bangga dengan KIK yang Merusak Alam

Membayangkan Kendal dengan beragam outlet makanan cepat saji hingga mall

Meski kadang harus segera mengubur mimpi itu, tapi saya memang selalu berharap, Kendal bisa mulai berkembang dengan membangun beragam fasilitas hiburan dan kuliner. Entah dengan cara bagaimana, pemerintah perlu memikirkan serius perkara ini. Selama ini, investor lebih memilih menebar uangnya di Semarang. Ya sebenarnya wajar, wong warga Kendal rela-rela saja berkendara 30-60 menit menuju Semarang.

Tapi meski begitu, kita tidak boleh pesimis. Barangkali, kita hanya perlu jeda lebih panjang lagi untuk sabar membayangkan Kendal tercinta ini memiliki mall besar yang dipenuhi beragam outlet makanan cepat saji, menyusul Mie Gacoan. Kita boleh membayangkan hadirnya McD, Pizza Hut, Starbucks, Richeese Factory, dan KFC. Setidaknya, kita perlu membayangkannya terlebih dahulu.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kendal Itu Persis kayak MU: Punya Kekayaan, tapi Nggak Bisa Apa-apa, Alih-alih Berjaya, Malah Konsisten Jadi Medioker!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh

Tags: kendalmall di kendalmie gacoan kendaltempat hiburan di Kendal
M. Lukluk Atsmara Anjaina

M. Lukluk Atsmara Anjaina

Lulusan FIB Undip yang sesekali sok-sokan memikirkan nasib daerah. Meriwayatkan kampung halaman dan perjalanan sebagai coping stress. Sesekali bikin ontran-ontran festival dan gelaran kebudayaan di Kendal. Kadang nangkring juga di acara-acaranya PSK (Pelataran Sastra Kaliwungu).

ArtikelTerkait

Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

17 Februari 2024
Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman! jukir liar

Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman!

25 Januari 2024
Lik Sughiroh, Penjual Bandros Kendal Coba Bertahan di Tengah Terpaan Takjil Modern di Bulan Ramadan

Lik Sughiroh, Penjual Bandros Kendal Coba Bertahan di Tengah Terpaan Takjil Modern di Bulan Ramadan

3 April 2024
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

5 Mei 2023
Kenyamanan Alun-Alun Kaliwungu Kendal Rusak karena Ulah Pengamen dan Parkir Liar Mojok.co

Kenyamanan Alun-Alun Kaliwungu Kendal Rusak (Lagi) karena Ulah Pengamen dan Parkir Liar

6 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.