Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Warga Kendal, tapi Nggak Pernah Bangga dengan KIK yang Merusak Alam

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
22 September 2025
A A
Saya Warga Kendal, tapi Nggak Pernah Bangga dengan KIK yang Merusak Alam

Saya Warga Kendal, tapi Nggak Pernah Bangga dengan KIK yang Merusak Alam

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Kendal, banyak yang mempertanyakan kenapa saya justru merantau di Kediri, tidak bertahan saja di sana. Padahal, ada KIK, kawasan industri yang jelas membuka banyak lapangan pekerjaan, dan jelas lebih dekat pada keluarga.

Tapi, lihatlah Kendal sekarang. Ia memang maju, tapi jika bikin kelewat sering terkena bencana alam, bahkan daerah yang awalnya tak kenal banjir, kini jadi kawan karib, jelas, ada yang salah.

Sebut saja wilayah Kecamatan Brangsong dan Kaliwungu. Keduanya merupakan kawasan yang kini menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba. Untuk Kecamatan Kaliwungu, sekadar informasi saja, saat saya remaja, di medio 2010-an wilayah ini malah justru tidak pernah dilanda banjir. Paling mentok genangan air imbas air hujan yang tidak bisa cepat mengalir ke saluran pembuangan.

Namun, kini Kaliwungu dan Brangsong seakan mengalami nasib yang sama keduanya nyaris dihantui ancaman banjir setiap musim penghujan tiba.

Lalu apa sajakah yang menjadi penyebab pesisir Kendal saat ini sering berkawan dengan genangan dan banjir yang seolah tidak ada habisnya? Menurut saya, ada beberapa alasan yang menurut saya jadi penyebab Kendal makin akrab dengan banjir.

Pengembangan kawasan industri yang serampangan

Tidak ada asap kalau tidak ada apinya. Penyebab banjir yang dewasa kini terjadi di Kecamatan Brangsong dan Kaliwungu bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba hingga menjadi seperti saat ini. Pembangunan industrialisasi yang masif di kawasan Pantura Kendal menurut saya turut menjadi penyebab banjir jadi semakin parah di daerah ini. Sekadar gambaran, topografi wilayah utara Kendal yang kini diubah menjadi Kawasan Industri Kendal merupakan wilayah petambak yang notabene masuk kelas badan air.

Ketika wilayah tersebut direklamasi, tentu akan ada kerusakan signifikan. Sebut saja di Dusun Pragak, Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, kawasan yang dulunya merupakan wilayah tambak ikan bandeng kini banyak yang dibiarkan terbengkalai. Gara-gara reklamasi, daerah ini sering terdampak air pasang yang membuat kawasan tambaknya menjadi rusak.

Tidak cukup di situ, saat banjir tiba seperti di media Februari 2025 lalu, warga daerah tersebut juga terdampak banjir yang cukup lama.

Baca Juga:

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

Keadaan di Kecamatan Kaliwungu juga tidak jauh berbeda. Kawasan-kawasan yang dulunya tidak menjadi langganan banjir kini berubah. Penyebabnya karena lahan pegunungan di wilayah Kecamatan Kaliwungu Selatan digunakan untuk menguruk kawasan KIK. Akibatnya, air hujan tidak bisa terserap dan langsung mengarah ke dataran rendah. Belum lagi bukaan lahan Tol Semarang-Batang yang juga menggunakan lahan tersebut. Banjir makin tak terhindarkan.

Geliat industrialisasi Kendal yang menafikan alam

Entah apa yang dipikirkan para pengembang di KIK selain cuan. Setelah kawasan ini resmi dibuka pada November 2016 ekspansinya terlihat tanpa menimbang keseimbangan alam sekitar dari pengamatan saya. Pengelola tidak berpikir jangka panjang apa yang akan terjadi di masa depan dengan melakukan reklamasi pertambakan dengan sekala besar. Bahkan saat ini saja pihak pengembang seakan tutup mata melihat dampak yang terjadi di lahan tambak sepanjang wilayah Pantura Kendal setelah adanya KIK.

Tidak dimungkiri, adanya KIK bikin banyak potensi lapangan kerja yang bisa terserap. Tapi apalah artinya kemajuan ekonomi jika alam Kendal harus hancur lebur karena industrialisasi. Saat ini saja banjir yang terjadi tidak hanya muncul dari curah hujan saja, seperti yang saya singgung di atas. Ancaman banjir karena air pasang juga makin kentara mengancam masyarakat di wilayah pesisir pantai utara Kendal.

Dampak yang terjadi tidak hanya di wilayah yang dulunya menjadi tambak. Kawasan persawahan yang ada di Desa Wonosari Kecamatan Patebon juga ikut bernasib sama. Bahkan beberapa lahan sawah yang dulunya bisa ditanami padi, kini kondisinya tidak lagi memungkinkan untuk ditanami karena air pasang laut sudah naik sampai ke persawahan penduduk yang ada di sana.

Ancaman nyata itu sebenernya ada di depan mata. Tapi, seakan-akan pemangku kebijakan abai dan tutup mata, seolah semuanya tidak ada.

Bukan menyalahkan, tapi…

Tulisan ini muncul bukan untuk menyalahkan atau menghambat perkembangan ekonomi yang kini sedang dibangun oleh Kabupaten Kendal. Tapi, semata-mata untuk membangkitkan kesadaran dan meminta pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah untuk menyadarkan pengembang di KIK bisa bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan kepada warga. Agar kerusakan yang terjadi tidak semakin menjadi dan selalu bersembunyi di balik faktor cuaca yang tidak bersahabat.

Penulis: Fareh Hariyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gaji UMK Kendal, Harga Kost Semarang: Derita Perantau di Kawasan Industri Kendal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 September 2025 oleh

Tags: banjir di Kendalkawasan industri kendalkendalkerusakan alam di Kendal
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Derita Hidup di Lokalisasi JBL, Dikira Mucikari dan Bos Karaoke (Unsplash)

Derita Hidup di Lokalisasi JBL Semarang-Kendal, Sering Dikira Mucikari dan Bos Karaoke Padahal Cuma Numpang Tinggal

13 Agustus 2025
Pantai Indah Kemangi Kendal, Bukti Tempat Wisata yang Nggak Salah Urus. Pemerintah Desa Waras dan Kreatif Soal Anggaran Mojok.co

Pantai Indah Kemangi Kendal, Tempat Wisata yang Nggak Salah Urus karena Pemdes Waras dan Kreatif Soal Anggaran

20 Juli 2024
Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

17 Februari 2024
Warga Ngampel Kendal Muak Tersiksa Bertahun-tahun karena Galian Tambang, Sudah Protes tapi Cuma Diberi Janji

Warga Ngampel Kendal Muak Tersiksa Bertahun-tahun karena Galian Tambang, Sudah Protes tapi Cuma Diberi Janji

18 Juni 2025
Pengalaman Menonton Konser Gratis di Kendal: Niat Nyari Hiburan Musik, Malah Dapat Tontonan Pencak Dor

Pengalaman Menonton Konser Gratis di Kendal: Niat Nyari Hiburan, yang Didapat Malah Pertarungan

10 September 2025
Membayangkan Stasiun Weleri Lenyap, Kendal Bakal Semakin Terasingkan Mojok.co

Membayangkan Stasiun Weleri Lenyap, Kendal Bakal Semakin Terasingkan

12 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.