Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Menonton Konser Gratis di Kendal: Niat Nyari Hiburan, yang Didapat Malah Pertarungan

Andre Rizal Hanafi oleh Andre Rizal Hanafi
10 September 2025
A A
Pengalaman Menonton Konser Gratis di Kendal: Niat Nyari Hiburan Musik, Malah Dapat Tontonan Pencak Dor

Pengalaman Menonton Konser Gratis di Kendal: Niat Nyari Hiburan Musik, Malah Dapat Tontonan Pencak Dor

Share on FacebookShare on Twitter

Sesekali dalam hidup, coba nonton konser di Kendal. Saya jamin kalian akan mendapat pengalaman hidup yang benar-benar membekas. Beri saya waktu bercerita, agar kalian tahu bahwa Kendal memang beda.

Awalnya niat saya sederhana saja: keluar rumah, nyari hiburan, biar kepala yang tiap hari dijejali rutinitas kerja bisa agak adem. Kebetulan, pas banget di Kendal saat itu sedang ada hajatan gede Kendal Open Fair 2025. Kebetulan juga, acaranya gratis.

Event ini digelar buat merayakan hari jadi Kabupaten Kendal yang ke-420 sekaligus untuk memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-80. Tempatnya di Stadion Utama Kebondalem, acara berlangsung seminggu penuh, dari tanggal 10 sampai 16 Agustus 2025.

Panggungnya nggak main-main, lampu warna-warni kelap-kelip, line up artisnya juga campur aduk dari yang legend sampai yang sedang naik daun.

Ada Power Slaves, Andra & The Backbone, Fanny Soegi, Souljah, sampai Om Adella, dan Arlida Putri yang jadi jagoan dangdut koplo. Bahkan ada pengajian akbar bareng Gus Azmi. Lengkap. Pokoknya untuk ukuran acara gratis, ini sudah termasuk level wah.

Saat sampai lokasi yang saya pikir, ya sudah, tinggal datang, nyari tempat duduk, lalu menikmati musik. Kalau beruntung, mungkin bisa ketemu teman lama. Tapi namanya juga konser gratisan di Kendal, apalagi kalau sudah masuk sesi musik dangdut, hiburan kadang datang sepaket sama bonus tontonan pencak dor antar penonton.

Ketika musik dangdut jadi pemicu

Sampai pertengahan acara, suasana masih aman. Power Slaves tampil, penonton tenang. Andra & The Backbone juga kalem. Paling ramai pas intro “Sempurna”, penonton kompak teriak “wooo”, lalu balik anteng lagi.

Semua berubah ketika giliran dangdut mulai. Saat Arlinda Putri manggung, aura stadion langsung beda. Goyang koplo yang mestinya bikin penonton hepi, entah kenapa malah bikin sebagian orang tersulut emosinya.

Baca Juga:

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

Senggol sedikit, langsung jotos. Yang bikin lebih menarik, bibit-bibit “atlet pencak dor” ini rata-rata masih pemuda tanggung. Wajah polos, tapi tatapan matanya sudah khas merah menyala kombinasi alkohol, pil koplo, dan ego masa muda yang gampang terbakar.

Puncaknya, saat Om Adella main, keributan meluber sampai ke luar stadion. Bahkan masuk ke gang-gang warga Kebondalem. Memang sih, skalanya nggak terlalu besar. Tapi cukup bikin banyak orang mikir dua kali kalau mau datang lagi ke konser gratisan di Kendal.

Ingatan kembali ke tahun 2009: Letto dan Joget Pogo

Kejadian ini bikin saya ingat konser Letto sekitar tahun 2009 di Alun-Alun Kendal. Logikanya, musik Letto aman dari ricuh. Liriknya puitis, lagunya syahdu. Cocoknya ya buat melamun, bukan lompat-lompatan.

Tapi anehnya teman saya malah joget pogo gaya tabrak-tabrakan ala anak punk pas di lagu “Ruang Rindu”. Bisa ditebak, suasana syahdu langsung buyar, dan nggak lama bentrok pecah. Ironis banget, di atas panggung Mas Sabrang khusyuk menyanyi, di bawah panggung penonton sudah saling lempar pukulan.

Sejak saat itu, saya jadi sadar. Konser gratis di Kendal memang punya tradisi unik tempat arena tanding tak resmi.

Alkohol, pil koplo, dan “senjata rahasia” dalam konser di Kendal

Kenapa konser di Kendal selalu ricuh? Salah satu biang keroknya adalah minimnya pemeriksaan barang bawaan.

Penonton bisa bawa apa saja. Dari minuman keras, pil koplo, sampai senjata tajam model pisau lipat, knuckle, atau baton stick. Akibatnya, begitu emosi terpancing, dorong-dorongan bisa langsung naik level jadi ajang duel sungguhan.

Dan biasanya, penonton lain yang cuma pengin nonton malah kena getahnya mulqi tersikut, terinjak, atau minimal harus lari nyelamatin diri.

Konser bayar pun nggak selalu aman

Ada yang bilang, “ya wajar lah ribut, namanya juga konser gratisan.” Nyatanya, konser dangdut berbayar pun kadang hasilnya sama saja.

Tiket mahal nggak menjamin penonton lebih tertib. Bedanya, konser berbayar biasanya punya pengamanan lebih ketat. Jadi setidaknya bisa mengurangi penonton mabuk atau yang membawa barang berbahaya.

Kalau di Kendal Open Fair? Pintu masuknya terbuka lebar. Semua orang bisa masuk, dari bapak-bapak pakai sarung sampai anak muda yang baru belajar rasanya minum ciu. Campur aduk.

Solusi nyeleneh: ring tinju mini di konser Kendal

Kadang saya mikir, kenapa panitia nggak sekalian nyediain ring tinju mini aja? Jadi kalau ada penonton yang kepancing ego, silakan naik ring, adu pukul resmi, ada wasit, disaksikan penonton lain. Mirip konsep acara musik Hantam Keras di Jakarta yang menggabungkan olahraga tinju sama musik.

Biar fair, pemenangnya dapat hadiah. Minimal kaos bertuliskan “Juara Pencak Dor Kendal Open Fair 2025”. Sekalian jadi prestasi, nggak cuma bentrok liar yang bikin orang-orang resah.

Nama boleh berganti, tradisi tetap sama

Buat yang belum tahu, acara semacam ini sudah sering ganti nama. Dulu PSPP, lalu Kendal Expo, sempat jadi Pekan Raya Kendal, sekarang Kendal Open Fair. Nama bisa berubah sesuai bupati yang menjabat. Tapi satu hal tetap sama konser dangdut selalu jadi magnet orang buat darang plus ajang potensi ribut yang terus terjaga.

Seolah-olah paket hiburan rakyat Kendal itu sudah jelas isinya panggung megah, artis papan atas, penjual cilok dan es teh, serta bonus tontonan pencak dor gratis.

Bagi saya, konser gratis kayak gini ibarat dua sisi mata uang. Satu sisi menyenangkan, karena masyarakat bisa nonton hiburan tanpa bayar. Tapi sisi lain, selalu ada risiko pulang dengan bibir bengkak atau kaos robek.

Kadang saya heran, kok ada orang yang bela-belain datang jauh-jauh, berdiri berjam-jam, hanya untuk adu jotos sama orang asing. Tapi mungkin memang begitulah dinamika konser dangdut di Kendal. Musik bikin badan goyang, minuman bikin kepala ringan, gesekan kecil bikin tangan melayang.

Kalau ditanya, apakah saya bakal datang lagi ke konser gratisan semacam ini, jawabannya tergantung. Kalau line up artisnya menarik, mungkin iya. Tapi kalau lagi pengin santai beneran, lebih baik nonton dari YouTube. Aman, nyaman, tanpa risiko kena sikut.

Bagaimanapun, Kendal Open Fair tetap jadi bagian penting dari identitas hiburan rakyat di kota ini. Tinggal bagaimana panitia bisa bikin acaranya lebih aman, supaya semua orang bisa pulang dengan senyum, bukan dengan bibir jontor.

Penulis: Andre Rizal Hanafi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kendal: Slogannya Kota Handal, tapi Kondisi Jalannya Bikin Kita Mual

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2025 oleh

Tags: kendalkendal open fairkonser di kendalkonser ricuh di kendal
Andre Rizal Hanafi

Andre Rizal Hanafi

Seorang yang menjalani hidup dengan tenang, namun menyimpan kegaduhan di dalam kepalanya. Menulis adalah ritual untuk merapikan kekacauan itu—atau setidaknya, sebuah cara untuk menertawakan absurditas yang terjadi di dalam sana

ArtikelTerkait

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026
Lik Sughiroh, Penjual Bandros Kendal Coba Bertahan di Tengah Terpaan Takjil Modern di Bulan Ramadan

Lik Sughiroh, Penjual Bandros Kendal Coba Bertahan di Tengah Terpaan Takjil Modern di Bulan Ramadan

3 April 2024
Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

22 Desember 2025
Kenyamanan Alun-Alun Kaliwungu Kendal Rusak karena Ulah Pengamen dan Parkir Liar Mojok.co

Kenyamanan Alun-Alun Kaliwungu Kendal Rusak (Lagi) karena Ulah Pengamen dan Parkir Liar

6 Juli 2024
5 Prestasi Bupati Kendal yang Patut Dikenang Warga batang

5 Prestasi Bupati Kendal yang Patut Dikenang Warga

13 Oktober 2024
Warga Ngampel Kendal Muak Tersiksa Bertahun-tahun karena Galian Tambang, Sudah Protes tapi Cuma Diberi Janji

Warga Ngampel Kendal Muak Tersiksa Bertahun-tahun karena Galian Tambang, Sudah Protes tapi Cuma Diberi Janji

18 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenangan Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Tiada Mojok.co

Kangen Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Lenyap

15 Juni 2026
Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026
Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan Mojok.co

Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan

19 Juni 2026
Upin Ipin Serial TV yang Merusak Anak-Anak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa Mojok.co

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

19 Juni 2026
Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh yang Menemani Saya Belajar Nyetir Mojok.co

Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh Terbaik untuk Belajar Nyetir

18 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.